Jakarta, IDN Times - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tak bisa menahan emosinya ketika bicara di depan media jelang duel kontra Newcastle United, Kamis dini hari WIB (5/2/2026). Guardiola mengecam kekerasan yang terjadi di Palestina akibat serangan Israel ke Gaza dan menewaskan 21 warga Palestina di tengah situasi gencatan senjata.
Bagi Guardiola, kekerasan yang terjadi di Gaza sangat tidak bisa ditolerir. Begitu pula dengan konflik di Sudan, perang Rusia-Ukraina, hingga penembakan dua demonstran oleh agen ICE ketika sedang berunjuk rasa atas isu imigran di Minneapolis, Amerika Serikat.
"Ketika saya melihat fotonya, maaf, menyakitkan. Itu menyakitkan buat saya. Itulah alasannya saya selalu bicara agar tercipta komunitas yang lebih baik dan aman. Saya akan selalu mencoba dan berada di posisi tersebut," kata Guardiola dilansir Daily Mirror.
