Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Spanyol menjuarai Euro 2024. (uefa.com)
Spanyol menjuarai Euro 2024. (uefa.com)

Timnas Spanyol merengkuh gelar juara Euro 2024. Keberhasilan ini menjadikan mereka sebagai negara dengan koleksi trofi terbanyak. La Furia Roja sudah memenangkan Euro sebanyak 4 kali, dengan 3 di antaranya diraih dalam 16 tahun terakhir. 

Jika ditarik lebih jauh, Spanyol bukan hanya menunjukkan dominasinya di level internasional. Dalam 22 tahun terakhir, klub-klub LaLiga Spanyol juga tampil impresif di turnamen Eropa. Sejak 2002 lalu, sebanyak 27 final telah dicapai oleh Timnas Spanyol maupun klub-klub dari LaLiga. Ini termasuk Euro 2024. Hebatnya, mereka selalu juara dan tak pernah menderita kekalahan. 

Catatan impresif tersebut menunjukkan kuatnya sepak bola Spanyol. Baik level klub maupun timnas, keduanya sama-sama berprestasi menghadirkan trofi. Lantas, seperti apa kegemilangan sepak bola Negeri Matador ini menunjukkan dominasinya dalam 22 tahun terakhir? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini. 

1. Kegemilangan klub-klub Spanyol mulai terjadi pada 2002–2012

Barcelona menjuarai Liga Champions 2010/2011. (uefa.com)

Final Liga Champions 2002 menjadi penanda awal dominasi sepak bola Spanyol. Real Madrid menjadi juara usai mengalahkan Bayer Leverkusen. Pada 2004, giliran Valencia yang menjuarai UEFA Cup (saat ini Liga Europa). Mereka membekuk Olympique Marseille untuk meraih juara.

Pada 2006, klub-klub Spanyol mulai menjadi sorotan. Sevilla sukses menjuarai UEFA Cup untuk pertama kalinya usai mengalahkan Fulham empat gol tanpa balas. Keberhasilan ini disusul oleh Barcelona yang juga merengkuh gelar juara Liga Champions usai menang 2-1 atas Arsenal. 

Setahun kemudan pada 2007, Spanyol menempatkan dua timnya pada final UEFA Cup. Sevilla dan Espanyol saling bentrok memperebutkan trofi. Kedua tim bermain imbang 2-2 pada waktu normal. Sevilla berhasil mempertahankan gelar juara usai menang adu penalti 3-1.

Mulai 2009–2012, klub-klub Spanyol menunjukkan dominasinya di Eropa. Pada 2009, Barcelona menjuarai Liga Champions dengan mengalahkan Manchester United. Final ulangan ini juga terjadi pada 2011. Barcelona membekuk Manchester United untuk menyegel gelar keempat 

Sementara itu, Atletico Madrid menunjukkan prestasinya di Liga Europa. Trofi pertama diraih pada 2010 usai menang 2-1 atas Fulham. Pada edisi 2012, Atletico Madrid bertemu tim Spanyol lain, Athletic Bilbao. Mereka merengkuh trofi kedua setelah menang tiga gol tanpa balas.

2. Kedigdayaan Timnas Spanyol pada 2008–2012

Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010. (x.com/FIFAcom)

Bagi Timnas Spanyol, kekuatan mereka mulai terlihat hasilnya saat ditangani Luis Aragones. Sang juru taktik menangani La Furia Roja pada 2004–2008. Keberhasilan menjuarai Euro 2008 menjadi penanda awal dominasi mereka. 

Vicente del Bosque kemudian datang menyempurnakan permainan Spanyol. Ia menggantikan Luis Aragones selepas Euro 2008. Hasilnya tak butuh waktu lama untuk menunjukkan kekuatan La Furia Roja. Piala Dunia 2010 menjadi panggung kesuksesan negara yang terletak di barat daya Eropa ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Spanyol berhasil meraih gelar juara. 

Konsistensi Spanyol di bawah asuhan Del Bosque berlanjut di Euro 2012. Berstatus sebagai juara bertahan sekaligus juara dunia, label unggulan tersemat kepada Spanyol. Benar saja, Spanyol menjuarai Euro 2012. Berkat hasil ini, Spanyol menjadi negara pertama yang mampu juara di tiga turnamen mayor beruntun, yakni Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.

3. Dominasi klub-klub Spanyol makin terlihat pada 2014–2024

Real Madrid menjuarai Liga Champions 2023/2024. (uefa.com)

Berjayanya Spanyol di level internasional menular ke klub-klub. Final Liga Champions 2014 mempertemukan dua tim ibu kota, yakni Atletico Madrid dan Real Madrid. Final ini berjalan ketat hingga 120 menit. Real Madrid sukses menang 4-1 untuk merengkuh trofi kesepuluh. Setahun kemudian, giliran Barcelona yang menjuarai Liga Champions usai menang 3-1 atas Juventus.

Khusus di Liga Europa, Sevilla menunjukkan kegemilangannya di Liga Europa. Los Palanganas menjuarai kompetisi ini tiga edisi beruntun pada 2014, 2015, dan 2016. Performa impresif ini diikuti oleh Real Madrid di Liga Champions. Los Blancos menjadi tim pertama yang mampu juara tiga musim beruntun. Ini terjadi pada 2016. 2017, dan 2018. Pada 2018, Atletico Madrid juga mengikuti jejak sang rival sekota dengan juara Liga Europa. 

Dominasi klub-klub Spanyol kembali terlihat pada medio 2020–2024. Ini ditandai dengan Sevilla yang juara Liga Europa dua kali pada 2020 dan 2023. Pada 2021, Villarreal meraih juara Liga Europa untuk pertama kalinya. Begitu pun dengan Real Madrid, mereka mengukuhkan diri sebagai rajanya Liga Champions dengan dua kali juara pada 2022 dan 2024.

4. Keberhasilan juara Euro 2024 menjadi bukti keperkasaan Spanyol

Spanyol menjuarai Euro 2024. (uefa.com)

Kesukesan Spanyol menjuarai Euro 2024 ini menjadi penanda kebangkitan di pentas internasional. Setelah periode kesuksesan pada 2008–2012, La Furia Roja mengalami performa yang naik turun, baik di Euro maupun Piala Dunia. Modal juara ini membuat tim besutan Luis de la Fuente menyongsong Piala Dunia 2026 dengan optimistis.

Terlebih lagi, performa di sepanjang Euro 2024 juga impresif. Spanyol memenangkan seluruh pertandingan untuk merengkuh trofi juara. Dengan skuad yang matang, potensi mereka terus menunjukkan kedigdayaan bakal terbuka lebar. Ditambah lagi, adanya bintang-bintang muda macam Lamine Yamal dan Nico Williams siap menjadi tumpuan La Furia Roja.

Dalam beberapa tahun mendatang, tren positif ini berpotensi berlanjut. Klub-klub Spanyol akan mulai kembali menunjukkan kekuatannya di turnamen Eropa. Sementara di level internasional, Timnas Spanyol bersiap membuktikan diri di Piala Dunia 2026 mendatang. Akankah sepak bola Spanyol kembali menunjukkan dominasinya? Menarik dinantikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team