Carlos Queiroz menahbiskan dirinya sebagai salah satu pelatih paling berpengalaman sepanjang sejarah Piala Dunia pada 2026. Edisi kali ini menjadi kelima kalinya bagi sosok berpaspor Portugal tersebut menjadi juru taktik di turnamen akbar tersebut. Meski demikian, kiprahnya di pinggir lapangan belum pernah berbuah gelar juara.
Sepak Terjang Carlos Queiroz sebagai Pelatih dalam 5 Edisi Piala Dunia

1. Bersama Carlos Queiroz, Portugal terhenti pada babak 16 besar pada 2010
Carlos Queiroz pertama kali mengawal sebuah tim di Piala Dunia pada 2010. Kala itu, ia mendapat kepercayaan untuk menangani negaranya sendiri, Portugal. Sayangnya, skuad yang diisi Cristiano Ronaldo dan kolega hanya mampu melangkah hingga babak 16 besar.
Portugal lolos ke fase gugur sebagai runner-up grup G dengan torehan lima poin yang didapat dari hasil kemenangan 7-0 atas Korea Utara serta keimbangan dengan Brasil dan Pantai Gading. Namun, langkah tim besutan Queiroz dihentikan Spanyol pada babak 16 besar dengan skor tipis 0-1. David Villa menjadi sosok yang mengubur mimpi Portugal dengan golnya pada menit 63.
2. Carlos Queiroz gagal membawa Iran melaju ke fase gugur pada 2014
Carlos Queiroz kembali hadir di Piala Dunia 2014. Kali ini, ia berhasil membawa Iran lolos ke putaran final. Namun, Team Melli, julukan Timnas Iran, gagal lolos ke fase gugur.
Tim besutan Queiroz berhasil menahan imbang Nigeria tanpa gol pada laga pertama. Pada laga berikutnya, mereka gagal meraih poin dengan kalah tipis 0-1 dari Argentina lewat gol tunggal Lionel Messi pada injury time babak kedua. Kiprah pasukan Queiroz ditutup dengan takluk 1-3 dari Bosnia-Herzegovina.
3. Carlos Queiroz dan Iran hanya finis di peringkat ketiga grup B pada 2018
Meski gagal membawa Iran lolos dari fase grup di Piala Dunia 2014, Carlos Queiroz tetap dipercaya untuk menangani tim. Kepercayaan tersebut dijawab dengan kembali membawa Team Melli melaju ke putaran final edisi berikutnya (2018). Namun lagi-lagi sang juru taktik gagal membawa anak asuhnya menembus fase gugur.
Iran memulai kiprah mereka dengan kemenangan tipis 1-0 atas Maroko lewat gol tunggal Aziz Bouhaddouz yang tercipta pada injury time babak kedua. Team Melli gagal meraih poin pada laga kedua dengan kalah tipis 0-1 dari Spanyol. Hasil imbang 1-1 dengan Portugal pada laga ketiga lantas membuat mereka finis di peringkat ketiga grup B.
4. Carlos Queiroz kembali gagal membawa Iran lolos dari fase grup pada 2022
Kebersamaan Carlos Queiroz dan Iran sempat terhenti pada 2019. Namun, ia kembali dipercaya sebagai juru taktik sebelum tim bersaing di Piala Dunia 2022. Untuk ketiga kalinya bersama Queiroz, Iran gagal lolos dari fase grup.
Kali ini, Iran melewati laga pertama dengan kekalahan telak 2-6 dari Inggris. Mereka berhasil bangkit dengan melibas Wales 2-0 pada laga kedua. Kekalahan tipis 0-1 dari Amerika Serikat pada laga ketiga lantas membuat mereka harus puas finis di peringkat ketiga grup B, di bawah Inggris dan Amerika Serikat yang lolos ke fase gugur.
5. Sebagai juru taktik Ghana, Carlos Queiroz membawa timnya melangkah hingga babak 32 besar pada 2026
Carlos Queiroz mendapat kepercayaan sebagai pelatih Ghana mulai April 2026. Ia hanya memiliki satu laga persahabatan sebelum mengawal timnya bersaing di Piala Dunia 2026. Sayangnya, dengan persiapan minim bersama sang juru taktik, langkah Ghana terhenti pada babak 32 besar.
Ghana berhasil melaju ke fase gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Mereka mengumpulkan empat poin dari kemenangan atas Panama dan keimbangan dengan Inggris. Kolombia menjadi tim yang mengubur mimpi tim besutan Queiroz. Gol tunggal Jhon Arias menjadi penentu kemenangan di Geha Field at Arrowhead Stadium.
Carlos Queiroz memiliki rekam jejak panjang di Piala Dunia. Sayangnya, pencapaian terbaiknya sebagai pelatih hanya sampai babak 16 besar. Situasi tersebut menegaskan ketatnya persaingan di turnamen 4 tahunan tersebut.