Jhon Arias: Kolombia Bermimpi Lolos ke Final Piala Dunia 2026

- Jhon Arias membawa Kolombia menang 1-0 atas Ghana di babak 32 besar Piala Dunia 2026 lewat gol cepat menit ke-14, memastikan langkah ke babak 16 besar melawan Swiss.
- Arias menegaskan keyakinannya bahwa Kolombia punya kualitas dan mentalitas untuk mencapai final, mencerminkan optimisme tinggi skuad asuhan Nestor Lorenzo di turnamen ini.
- Kolombia berpeluang melampaui prestasi terbaiknya di Piala Dunia 2014 setelah tampil solid dengan tiga clean sheet dan performa lini belakang yang jadi kekuatan utama tim.
Jakarta, IDN Times - Penggawa Timnas Kolombia, Jhon Arias, mulai berani bermimpi tampil di final Piala Dunia 2026. Optimisme itu muncul usai Los Cafeteros meraih kemenangan tipis 1-0 atas Ghana pada laga babak 32 besar, Sabtu (4/7/2026) pagi WIB.
Kemenangan itu membuat Kolombia bersua Swiss dalam duel babak 16 besar Piala Dunia 2026 di BC Place Vancouver, Kamis (8/7) dini hari WIB.
Arias menegaskan timnya tidak ingin berhenti hanya sampai di sana. Ia percaya skuad asuhan Nestor Lorenzo memiliki kualitas untuk mencetak sejarah.
1. Arias jadi pahlawan kemenangan Kolombia di 32 besar
Pada babak 32 besar, Arias jadi pahlawan kemenangan Kolombia usai mencetak gol pada menit 14 dalam pertandingan yang berlangsung di Kansas. Gol tersebut tercipta berkat umpan matang dari Luis Suarez, yang masuk lebih cepat sebagai pemain pengganti.
Kemenangan atas Ghana menjadi kemenangan kedua Kolombia di fase gugur Piala Dunia sepanjang sejarah. Sebelumnya, mereka pernah menyingkirkan Uruguay pada babak 16 besar 12 tahun lalu.
Jika mampu melewati Swiss, Kolombia akan menghadapi pemenang duel Argentina kontra Mesir di babak perempat final Piala Dunia edisi kali ini.
2. Kolombia ingin melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026
Arias, yang sempat menjalani masa sulit bersama Wolverhampton Wanderers sebelum dijual ke Palmeiras musim ini, optimistis Kolombia mampu melangkah lebih jauh.
"Kami memiliki semua yang dibutuhkan untuk bermimpi, untuk percaya, dan mencapai final. Langkah pertama adalah bermimpi dan yakin bahwa itu mungkin," kata Arias, dikutip BEIN Sport.
Pernyataan tersebut mencerminkan kepercayaan diri tinggi yang kini mengiringi perjalanan Kolombia di turnamen terbesar sepak bola dunia itu.
3. Kolombia pengin lmpaui prestasi terbaik
Kolombia kini berpeluang menyamai, bahkan melampaui pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia. Pada edisi 2014, langkah mereka terhenti di babak perempat final setelah dikalahkan tuan rumah Brasil.
Performa lini belakang juga menjadi salah satu kekuatan utama Kolombia sepanjang turnamen kali ini. Mereka sukses mencatatkan tiga clean sheet, sebuah rekor baru bagi Kolombia di Piala Dunia.
Sebelumnya, mereka bermain imbang tanpa gol melawan Portugal untuk finis sebagai juara Grup K, sekaligus mengungguli tim asuhan Roberto Martinez. Kolombia juga menundukkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 1-0.
















