Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sindiran Halus, Tanda Presiden Federasi Iran Dideportasi saat Kongres FIFA
Bendera Iran (unsplash.com/akbarnemati)

  • Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, tertahan di Bandara Toronto meski memiliki visa valid dan diperiksa intensif oleh imigrasi Kanada terkait dugaan afiliasi dengan IRGC.
  • Setelah pemeriksaan dan percakapan singkat dengan petugas imigrasi, Taj memilih kembali ke Istanbul tanpa deportasi resmi namun menganggapnya sebagai bentuk deportasi halus.
  • Meskipun gagal hadir di Kongres FIFA di Kanada, Iran tetap dijadwalkan bertemu FIFA di Zurich sebelum 20 Mei atas undangan Sekjen FIFA Mattias Grafstorm.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Federasi Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengalami kejadian tidak menyenangkan saat akan menghadiri Kongres FIFA di Kanada. Dia mengalami insiden deportasi secara halus.

Kongres FIFA berlangsung di Vancouver, Kanada, pada Kamis (30/4/2026) lalu. Iran sebenarnya sudah siap datang, tetapi malah tak bisa masuk wilayah Kanada usai imigrasi Toronto menolak masuknya Taj.

1. Visa yang valid tak membantu

Taj, yang sebenarnya sudah berbekal visa valid, tertahan dua jam di Toronto Pearson International Airport. Saat itu, dia diperiksa oleh pihak imigrasi dan berwajib lainnya. Taj ditanya berbagai hal, termasuk apakah terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Di Kanada, mereka bertanya kepada kami, 'Apakah kalian anggota Korps Pengawal Revolusi Islam?' Kami menjawab, 'Di Iran, 90 juta dari kami adalah anggota IRGC,'" kata Taj, dilansir ESPN FC.

2. Langsung memutuskan balik kanan ke Istanbul

Mendengar jawaban Taj, petugas imigrasi di Kanada sempat berbisik-bisik sebentar, lalu berkata, "Terserah kalian". Mereka tidak mendeportasi Taj, tetapi Taj, yang sadar akan adanya deportasi halus, langsung balik kanan.

"Saya dan rombongan pun memutuskan untuk langsung kembali ke Istanbul. Mereka (petugas imigrasi Kanada) tidak secara resmi mendeportasi kami, tetapi kenyataannya memang seperti itu," kata Taj.

3. Iran tetap akan jumpa FIFA

Usai gagal hadir di Kongres FIFA, Iran tetap dijadwalkan akan jumpa FIFA. Dikabarkan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) FIFA, Mattias Grafstorm mengundang perwakilan Iran ke Zurich.

"Kami tetap akan bertemu FIFA. Posisi Iran sekarang adalah akan segera mengadakan pertemuan dengan mereka, paling telat sampai 20 Mei," kata Taj.

Editorial Team