Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Spirit 2010 Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Penyerang Spanyol bernomor punggung 21, Mikel Oyarzabal, merayakan gol pertama timnya selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 15 Juli 2026. (AFP/Franck Fife)
  • Luis de la Fuente menegaskan kemenangan Spanyol atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 dipengaruhi semangat generasi emas 2010 yang kembali menginspirasi mental juara timnya.
  • Spanyol tampil dominan secara taktik dan mental, membuat De la Fuente merasa timnya sulit dikalahkan berkat komitmen, solidaritas, serta improvisasi pemain di lapangan.
  • Menjelang final, De la Fuente menyatakan Spanyol siap menghadapi siapa pun antara Inggris atau Argentina tanpa memilih lawan favorit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menyatakan kemenangan timnya atas Prancis di Dallas Stadium dalam semifinal Piala Dunia 2026, Rabu dini hari WIB (15/7/2026), tak cuma disebabkan oleh aspek teknis. Secara mentalitas, dijelaskan De la Fuente, Spanyol memiliki dorongan untuk menjadi juara dan meniru apa yang sudah ditunjukkan seniornya pada masa lalu.

De la Fuente menjelaskan, spirit ketika Spanyol dijejali generasi emas dengan juara dalam tiga turnamen mayor beruntun, Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012, coba dibawa oleh para pemainnya sekarang. Dengan kesuksesan yang telah ditunjukkan para seniornya, ditegaskan De la Fuente, para pemain jadi lebih termotivasi.

"Kami telah menangkap spirit 2010. Karakter dalam tim ini menjadi bukti, fakta jika mereka yang tak bermain tetap berlatih setelah laga. Ini adalah proses yang kami rencanakan agar bisa mencapai momen ini dalam bentuk terbaik," ujar De la Fuente, dilansir BBC Sport.

1. Merasa tak terkalahkan

Bek Spanyol bernomor punggung 12, Pedro Porro, merayakan gol kedua timnya selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 14 Juli 2026. (AFP/Franck Fife)

Performa Spanyol saat menghadapi Prancis, diakui De la Fuente, menjadi salah satu yang terbaik sepanjang Piala Dunia 2026. Bahkan, pria 65 tahun itu mulai merasa La Furia Roja sulit dikalahkan dan merupakan tim terbaik di dunia saat ini.

"Kami merasa tak bisa dikalahkan, unggul. Pemain layak dengan apa yang diraihnya, karena dari hari ke hari, menunjukkan komitmen, kerelaan, solidaritas, dan talentanya," kata De la Fuente.

2. Taktik menarik, bikin asyik

Spanyol menang secara taktik dalam duel melawan Prancis. Menurut De la Fuente, menyenangkan ketika para pemainnya bisa menjalankan instruksi dengan baik dan berimprovisasi di atas lapangan.

"Mengasyikkan saat menonton mereka bermain. Hari ini luar biasa. Apa yang terlihat sulit, tim ini bisa membuatnya menjadi mudah," ujar De la Fuente.

3. Gak mau pilih-pilih lawan

Bek Spanyol, Pau Cubarsi, saat berduel memperebutkan bola dengan Kylian Mbappe (AFP / Franck Fife)

Spanyol kini tinggal menunggu lawan di final. Ada Inggris atau Argentina yang masih beradu kuat demi mendapatkan tiket ke partai puncak. De la Fuente enggan pilih-pilih tim mana yang jadi lawan Spanyol di final nanti.

"Sekarang, kami tak punya favorit untuk lawan siapa. Karakter mereka berbeda. Tapi, saya tertarik melawan Argentina karena dekat dengan Lionel Scaloni. Di sisi lain, saya juga suka Inggris. Kami siap menyambut mereka dengan tangan terbuka," kata De la Fuente.

Curated For You

Editorial Team

Related Article