Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Statistik Atletico Madrid vs Barcelona: Ketajaman Blaugrana Diuji
Pemain Barcelona, Lamine Yamal dan Ferran Torres, merayakan gol. (AFP/Josep Lago)
  • Barcelona wajib menang selisih tiga gol di markas Atletico Madrid untuk lolos ke semifinal Liga Champions 2025/26.
  • Meski mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, Barcelona gagal mencetak gol akibat ketangguhan kiper Juan Musso.
  • Kartu merah Pau Cubarsi di leg pertama membuat permainan Barcelona kacau dan berujung dua gol kebobolan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Duel hidup-mati menanti Barcelona di markas Atletico Madrid, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Blaugrana wajib menang dengan selisih tiga gol jika ingin melaju ke semifinal Liga Champions musim 2025/26.

Kekalahan Barcelona di leg pertama sebenarnya menyisakan tanda tanya besar. Jika membedah statistiknya, hasil tersebut terasa miris karena pasukan Hansi Flick mampu mengurung Los Rojiblancos sepanjang laga, namun dihukum karena ompong di lini depan.

1. Dominasi Barcelona yang tak berujung

Pada leg pertama, Barcelona mencatat penguasaan bola mencapai 56 persen. Mereka melepaskan 605 percobaan umpan dengan tingkat akurasi 91 persen, jauh mengungguli Atletico yang hanya mencatat 87 persen dari 438 umpan.

Pola permainan tiki-taka modern yang diterapkan El Barca sukses mengurung Atletico di setengah lapangan dengan total 60 serangan. Berbanding terbalik dengan skuad asuhan Diego Simeone yang bermain pragmatis, dengan hanya melancarkan 20 serangan balasan.

Namun, dominasi Barcelona menjadi tak berujung. Mereka kelimpungan dalam membongkar struktur pertahanan berlapis Atletico. Dari 20 penetrasi ke sepertiga akhir lawan, selalu mentok saat memasuki area penalti.

2. Lepaskan 19 tembakan, tak ada yang masuk

Karena harus menang dengan margin tiga gol, Barcelona wajib tampil lebih tajam dari leg pertama. Sebab, pada laga tersebut, mereka hanya melepaskan tujuh tembakan tepat sasaran dari 19 percobaan ke gawang dan tak ada satu pun yang berbuah menjadi gol.

Kegagalan ini tak lepas dari penampilan impresif Juan Musso di bawah mistar Los Rojiblancos yang melakukan tujuh penyelamatan. Di sisi lain, Lamine Yamal dan kawan-kawan juga dituntut untuk lebih disiplin untuk meredam efektivitas Atletico yang berhasil mencetak dua gol dari lima total tembakan.

3. Awas, jangan sampai terpancing emosi lagi!

Aspek yang tak kalah penting untuk dijaga Barcelona adalah menjaga emosi. Kekalahan mereka tak lepas dari kartu merah yang diterima Pau Cubarsi pada menit 44.

Berawal dari situ, permainan Blaugrana menjadi tak stabil. Mereka bahkan kebobolan dua gol setelah bermain dengan 10 orang.

Editorial Team