Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Thiago Pitarch, Gelandang Muda Potensial Jebolan Akademi Real Madrid
ilustrasi jersey berlogo Real Madrid (pexels.com/SimonReza)
  • Thiago Pitarch, gelandang muda 18 tahun jebolan La Fabrica, mendapat debut starter bersama Real Madrid saat menghadapi Getafe di LaLiga 2025/2026 karena krisis pemain akibat cedera.
  • Pitarch lahir di Fuenlabrada, memiliki darah Maroko, dan meniti karier dari akademi Atletico Madrid, Getafe, serta Leganes sebelum bergabung dengan Real Madrid pada 2023.
  • Di bawah asuhan Alvaro Arbeloa di Real Madrid Castilla, performa Pitarch meningkat pesat dengan kontribusi gol dan assist serta gaya bermain mirip Xabi Alonso.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Real Madrid beberapa kali memanfaatkan talenta muda jebolan akademi La Fabrica untuk mengisi posisi yang ditinggalkan pemain utama akibat cedera. Seperti yang terjadi ketika Los Blancos kalah 0-1 dari Getafe pada pekan 26 LaLiga Spanyol 2025/2026 pada 2 Maret 2026. Pelatih interim Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memainkan gelandang muda berusia 18 tahun, Thiago Pitarch, sebagai starter.

Keputusan tersebut tidak lepas dari krisis pemain yang tengah dialami Real Madrid, usai Jude Bellingham, Rodrygo Goes, dan Eduardo Camavinga, akibat cedera. Pitarch bermain selama 55 menit dalam laga ini. Meski tidak menciptakan gol dan assist, tetapi momen tersebut sangat penting bagi kelangsungan karier sang pemain.

Pitarch disebut-sebut punya potensi sebagai gelandang top Real Madrid dalam beberapa tahun ke depan. Lantas, seberapa besar potensi Pitarch? Berikut profil lengkapnya.

1. Sempat masuk akademi Atletico Madrid, Getafe, dan Leganes sebelum bergabung dengan Real Madrid

Thiago Pitarch Pinar lahir di Fuenlabrada, Spanyol, pada 3 Agustus 2007. Ia memiliki keturunan Maroko dari garis keturunan kakeknya yang lahir di Al Hoceima. Maka dari itu, Pitarch memiliki dua pilihan tim nasional untuk karier internasional, yaitu Spanyol dan Maroko.

Pitarch memulai perjalanan karier sebagai pesepak bola ketika masuk akademi Atletico Madrid kala berusia 6 tahun. Ia bertahan hingga usianya memasuki 11 tahun. Pitarch kemudian pindah ke akademi Getafe dan bertahan selama 4 tahun. Pitarch lalu membelot ke klub tetangga dan rival Getafe, CD Leganes, saat berusia 15 tahun. Ia akhirnya direkrut Real Madrid dan masuk akademi La Fabrica pada 2023.

2. Permainannya berkembang pesat selama dilatih Alvaro Arbeloa di Real Madrid Castilla

Thiago Pitarch mengawali kiprahnya bersama Real Madrid U-19 kala tampil dalam dua pertandingan UEFA Youth League 2024/2025. Performanya kemudian mengalami peningkatan ketika bermain untuk Real Madrid Castilla asuhan Alvaro Arbeloa. Pitarch mencetak 1 gol dan 2 assist dalam 16 laga di semua kompetisi per 5 Maret 2026.

Ia merupakan tipe gelandang yang memiliki karakter permainan mirip dengan eks pemain dan pelatih Real Madrid, Xabi Alonso. Pitarch dapat bermain sebagai gelandang sentral klasik yang beroperasi di area belakang dan tengah. Selain itu, ia memiliki kemampuan bermain melebar sebagai playmaker dengan visi permainan dan kecerdasannya dalam membaca situasi pertandingan.

3. Menciptakan rekor kala debut di LaLiga bersama Real Madrid

Thiago Pitarch pertama kali bermain untuk tim utama Real Madrid kala menang 1-0 atas Benfica pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026 pada 17 Februari 2026. Ia kala itu masuk menggantikan Eduardo Camavinga saat laga memasuki injury time babak kedua. Pitarch kembali dimainkan sebagai pemain pengganti saat Real Madrid menang 2-1 atas Benfica pada leg kedua playoff 16 besar UCL 2025/2026.

Ia mendapat kesempatan tampil sebagai starter kala Real Madrid menjamu Getafe di Santiago Bernabeu pada 2 Maret 2026. Sayangnya, Los Blancos kalah 0-1 dari Getafe di laga ini. Pitarch sendiri bermain selama 55 menit sebelum digantikan Rodrygo Goes pada menit ke-55.

Pelatih interim Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menjelaskan keputusannya memainkan Pitarch sejak menit pertama dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, sang pemain memiliki kualitas dari segi karakter yang selalu meminta bola, mampu keluar dari tekanan, dan tampil percaya diri dalam dua laga UCL. Pitarch sendiri merasa sangat senang bisa debut untuk tim utama Real Madrid di Santiago Bernabeu. Menurut pemain berusia 18 tahun itu, kerja kerasnya di akademi membuahkan hasil dan mimpinya bermain untuk Real Madrid terwujud.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team