Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sepak bola Afrika
ilustrasi sepak bola Afrika (pexels.com/Earth Photart)

Intinya sih...

  • Tunisia dan Benin lolos dari fase grup Piala Afrika 2019 dengan tiga hasil imbang

  • Mesir selalu bermain imbang 2-2 dalam tiga laga fase grup Piala Afrika 2023

  • Mali dan Tanzania melaju ke babak 16 besar Piala Afrika 2025 meski tidak menang sama sekali di fase grup

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Piala Afrika 2025 telah menyelesaikan fase grup. Sebanyak 16 dari 24 peserta berhasil melaju dari grupnya masing-masing ke fase knockout. Nigeria dan Aljazair paling sempurna karena sukses memenangi tiga laga fase grup. Sebaliknya, ada pula yang sukses melaju meski tidak sekali pun menang, yaitu Mali dan Tanzania.

Keberhasilan Mali dan Tanzania terbilang unik, tetapi sebenarnya bukan hal baru. Sejak dulu memang ada beberapa peserta Piala Afrika yang pernah lolos dari fase grup tanpa kemenangan. Per 2025, inilah enam negara terakhir yang melakukannya.

1. Tunisia mencapai semifinal Piala Afrika 2019 meski tidak menang pada fase grup

Di Piala Afrika 2019, ada dua tim yang lolos dari fase grup meski tidak menang. Salah satunya Tunisia, yang tergabung di Grup E bersama Angola, Mali, dan Mauritania. Tunisia mengawali fase grup dengan skor 1-1 kontra Angola. Hasil serupa diraih Tunisia saat melawan Mali. Tunisia lalu bermain imbang tanpa gol dengan Angola pada matchday terakhir.

Tunisia pun hanya meraih 3 poin dalam 3 laga. Namun, mereka tetap lolos sebagai runner-up grup, mengungguli Angola dan Mauritania yang masing-masing hanya mendapat dua poin. Tunisia bahkan terus melaju hingga semifinal sebelum disingkirkan Senegal. Mereka juga kalah dari Nigeria dalam laga perebutan peringkat ketiga.

2. Benin juga lolos dari fase grup Piala Afrika 2019 dengan tiga hasil imbang

Benin juga hanya meraih tiga hasil seri di fase grup Piala Afrika 2019. Tergabung di Grup F, Benin bermain imbang 1-1 dengan Ghana pada matchday pembuka. Benin lalu hanya meraih skor kacamata saat berduel dengan Guinea-Bissau dan Kamerun. Dengan tiga poin, Benin finis di peringkat ketiga klasemen Grup F.

Beruntung, Benin tetap lolos ke fase knockout sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Mereka juga melewati babak 16 besar setelah mengandaskan Maroko via adu penalti. Langkah Benin baru terhenti oleh Senegal pada perempat final. Hingga akhir 2025, itu masih menjadi capaian terbaik Benin di Piala Afrika.

3. Mesir selalu bermain imbang 2-2 dalam tiga laga fase grup Piala Afrika 2023

Mesir adalah tim tersukses Piala Afrika dengan tujuh trofi juara. Namun, mereka juga pernah gagal meraih kemenangan pada fase grup. Itu terjadi pada edisi 2023 lalu. Saat itu, Mohamed Salah dan kolega sebenarnya tampil tajam di Grup B. Mereka mencetak masing-masing dua gol ke gawang Mozambik, Ghana, dan Cape Verde.

Meski demikian, pertahanan buruk membuat Mesir selalu tertahan 2-2 dalam ketiga laga. Mesir beruntung tetap bisa lolos sebagai runner-up grup karena Ghana dan Mozambik tapil lebih buruk. Namun, keberuntungan Mesir habis pada babak 16 besar. Mereka disingkirkan Republik Demokratik (RD) Kongo lewat adu penalti.

4. RD Kongo meraih tiga hasil imbang di Grup F Piala Afrika 2023

RD Kongo yang menyingkirkan Mesir di Piala Afrika 2023 sebenarnya juga nihil kemenangan di fase grup. Berada di Grup F, RD Kongo ditahan imbang Zambia, Maroko, dan Tanzania. Uniknya, seperti Mesir, RD Kongo juga menjadi runner-up grup. Mereka bertemu Mesir pada fase grup dan sukses melaju.

RD Kongo kemudian mengandaskan Guinea dengan skor 3-1 pada perempat final. Namun, tuan rumah Pantai Gading akhirnya menyingkirkan RD Kongo pada semifinal. Pada perebutan peringkat ketiga, RD Kongo sempat berjibaku dengan Afrika Selatan. Setelah laga ketat tanpa gol, Afrika Selatan keluar sebagai pemenang via adu penalti.

5. Mali nihil kemenangan di Grup A Piala Afrika 2025 tetapi menjadi runner-up

Capaian Mali di fase grup Piala Afrika 2025 serupa dengan empat negara di atas. Tergabung di Grup A, Mali ditahan imbang dalam tiga laga. Mereka gagal memenangi matchday pertama kontra Zambia karena lengah pada menit-menit akhir. Unggul duluan berkat gol Lassine Sinayoko, Mali kecolongan aksi Patson Daka pada menit 92.

Setelah itu, Mali bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Maroko dan ditahan Komoro 0-0. Beruntung, Mali tetap finis sebagai runner-up Grup A karena Komoro dan Zambia meraih hasil lebih buruk. Di babak 16 besar, Mali akan bersua Tunisia yang berstatus runner-up Grup C.

6. Tanzania lolos dari Grup C Piala Afrika 2025 dengan raihan dua poin

Tanzania malah lolos dari Grup C Piala Afrika 2025 meski hanya meraih dua poin. Mereka mengawali fase grup dengan kekalahan 1-2 dari Nigeria. Tanzania lalu tertahan 1-1 oleh Uganda pada laga kedua meski sempat unggul. Terakhir, Tanzania juga hanya bermain seri 1-1 dengan Tunisia.

Koleksi dua poin menempatkan Tanzania di peringkat ketiga klasemen Grup C. Namun, mereka tetap lolos ke babak 16 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Tanzania unggul dari Angola yang finis di peringkat ketiga Grup B. Meski memiliki poin dan selisih gol serupa, Tanzania melaju karena mencetak lebih banyak gol dari Angola.

Lolos dari fase grup tanpa kemenangan tak otomatis berarti enam tim di atas tak punya kualitas. Buktinya, Tunisia dan RD Kongo berhasil melaju hingga semifinal. Mali dan Tanzania pun tetap punya peluang berprestasi di Piala Afrika 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team