Jakarta, IDN Times - Tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022) kemarin menyita perhatian dunia tak terkecuali FIFA. Asosiasi sepak bola dunia itu berbela sungkawa dengan mengibarkan bendera setengah tiang di markasnya yang berlokasi di Zurich, Swiss.
Dalam insiden itu, korban jiwa yang jatuh memang begitu masif jumlahnya. Belum ada data resmi yang muncul dalam insiden ini, masih terjadi selisih terkait jumlah korban. Namun, setidaknya baik pemerintah pusat dan daerah mencatat lebih dari 100 jiwa melayang akibat insiden ini dan masuk dalam tragedi sepak bola terburuk di dunia.
