Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Logo Real Madrid
Ilustrasi logo Real Madrid. (pexels.com/simonreza)

Intinya sih...

  • Xabi Alonso resmi meninggalkan Real Madrid setelah kesepakatan dengan klub.

  • Alvaro Arbeloa dipromosikan sebagai pengganti Alonso di skuad utama Madrid.

  • Alonso mundur setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona dan situasi ruang ganti yang kurang kondusif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Xabi Alonso dan Real Madrid resmi berpisah pada Selasa (13/1/2025) dini hari WIB. Keduanya sepakat mengakhiri kerja sama yang berjalan selama tujuh bulan terakhir.

Manajemen Madrid mengumumkan hal tersebut lewat situs resminya. Los Blancos menyatakan perpisahan ini terjadi karena adanya kesepakatan antara kedua belah pihak.

"Real Madrid mengumumkan ada sebuah kesepakatan antara klub dan Alonso untuk mengakhiri kerja sama sebagai pelatih," begitu pernyataan resmi Madrid.

1. Alonso tetap dihormati

Madrid menegaskan Alonso tetap menjadi bagian dari legenda klub. Dia merupakan salah satu pemain dan pelatih kesayangan klub dan akan selalu dikenang jasanya untuk Madrid.

"Xabi selalu memberikan pengaruh dan kekaguman buat fans Madrid karena statusnya sebagai legenda hingga membawa nilai-nilai klub. Real Madrid adalah rumahnya. Kami berterima kasih kepadanya dan staf pelatih atas hasil kerja dan dedikasinya sepanjang waktu, berharap yang terbaik untuknya," lanjut pernyataan Madrid.

2. Arbeloa penggantinya

Tak butuh waktu lama, Madrid mengumumkan pelatih tim Castilla, Alvaro Arbeloa, dipromosikan ke skuad utama untuk mengisi pos Alonso. Tapi, belum jelas berapa lama durasi kontrak Arbeloa.

Namun, dilansir Football Espana, Arbeloa diduga akan menangani Madrid hingga akhir musim nanti dan baru dievaluasi kinerjanya pada masa pramusim 2026/27.

3. Gara-gara kalah dari Barcelona

Kekalahan 2-3 dari Barcelona dalam Piala Super Spanyol di Arab Saudi, Senin dini hari WIB (12/1/2026), menjadi penyebab Alonso mundur. Sejak awal, dia sudah sadar jika posisinya terancam andai kalah dari Barcelona.

Bukan hanya karena hasil, tapi situasi ruang ganti Madrid kurang kondusif lewat manajemen tim yang diterapkan Alonso. Banyak pemain yang tak suka dengan cara Alonso mengelola tim karena terlalu kaku.

Editorial Team