Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret ASUS ASUS Zenbook (kiri) dan Vivobook (kanan)
potret ASUS ASUS Zenbook (kiri) dan Vivobook (kanan) (asus.com)

ASUS Zenbook vs Vivobook selalu jadi perbincangan bagi pengguna yang sedang mencari laptop baru. Zenbook hadir dengan performa premium dan desain elegan, cocok untuk pekerja kreatif maupun profesional yang butuh laptop andal. Sementara itu, Vivobook menawarkan performa solid dengan harga lebih ramah, ideal untuk pelajar dan pengguna kasual.

Di artikel ini, kita bakal mengulas perbedaan kedua seri tersebut dari segi desain, performa, layar, dan harga, supaya kamu lebih mudah menentukan mana yang paling worth it di 2025. Penasaran? Yuk, simak ulasannya di bawah ini agar kamu bisa tahu apakah Zenbook atau Vivobook paling sesuai dengan kebutuhan dan bujetmu!

1. Desain dan build quality: Zenbook yang premium vs Vivobook yang kasual

potret ASUS ASUS Zenbook (kiri) dan Vivobook (kanan) (asus.com)

Dalam hal desain, perbedaan ASUS Zenbook dan Vivobook bukan sekadar soal tampilan. Zenbook hadir dengan sasis aluminium yang ringan, profil ultra-ramping, serta finishing mengilap yang membuatnya terlihat elegan. Laptop ini cocok untuk profesional maupun pelajar yang sering bepergian karena mudah dimasukkan ke dalam tas tanpa terasa berat. Tepian halus dan bodi logamnya bukan hanya menambah kesan premium, tapi juga meningkatkan daya tahan untuk penggunaan sehari-hari.

Sementara itu, Vivobook membawa gaya yang lebih muda dan dinamis dengan pilihan warna menarik serta material yang tetap terasa kokoh. Ukurannya memang sedikit lebih besar, tapi masih nyaman dipakai untuk aktivitas harian. Dari sisi layar, Zenbook lebih unggul berkat panel OLED yang mampu menampilkan warna akurat dan hitam pekat, ideal untuk menonton film atau mengedit foto. Sedangkan Vivobook umumnya memakai layar Full HD standar, yang sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari meski kualitasnya tidak setajam Zenbook.

Singkatnya, kalau kamu mencari portabilitas dengan tampilan premium, Zenbook jelas pilihan yang tepat. Namun, bila anggaran terbatas dan kamu lebih suka desain kasual dengan harga ramah di kantong, Vivobook bisa jadi solusi. Zenbook cocok untuk pengguna yang mengutamakan estetika dan kualitas visual kelas atas, sedangkan Vivobook lebih pas untuk kebutuhan fungsional sehari-hari tanpa bikin dompet jebol.

2. Performa dan baterai: Zenbook lebih kuat, Vivobook lebih efisien

potret laptop ASUS Zenbook (asus.com)

Soal performa, Zenbook jelas ditujukan untuk pengguna yang sering menangani tugas berat. Laptop ini dibekali prosesor Intel Core i5/i7 atau AMD Ryzen 7 yang dipadukan dengan sistem pendingin efisien. Hasilnya, multitasking berjalan mulus, mulai dari menyunting video, membuka banyak tab browser, hingga menjalankan aplikasi desain. Bahkan saat membuka puluhan tab sekaligus, performanya tetap stabil tanpa panas berlebihan.

Di sisi lain, Vivobook memang tidak sekuat Zenbook, tapi tetap tangguh untuk kebutuhan harian. Laptop ini pas untuk browsing, menulis laporan, menonton film, atau mengikuti kelas online. Dibekali prosesor Ryzen 5 atau Intel i5, performanya sudah cukup mumpuni untuk multitasking ringan, cocok bagi pelajar maupun pengguna harian yang butuh perangkat praktis dan serbaguna.

Untuk daya tahan baterai, Zenbook mampu bertahan 8–12 jam berkat komponen hemat daya dan baterai premium, sehingga aman dipakai seharian penuh. Sementara itu, Vivobook berada di kisaran 6–9 jam, cukup untuk aktivitas kampus atau kantor, meski terkadang perlu diisi ulang saat perjalanan panjang. Secara keseluruhan, Zenbook unggul untuk performa tinggi dan baterai awet, sedangkan Vivobook menawarkan keseimbangan yang cukup dengan harga lebih ramah di kantong.

3. Perbandingan harga dan fitur ASUS Zenbook vs Vivobook

potret laptop ASUS Vivobook Go (asus.com)

Harga memang sering jadi faktor penentu utama saat memilih laptop. ASUS Zenbook diposisikan sebagai laptop premium, dengan harga mulai dari sekitar Rp11 jutaan hingga lebih dari Rp24 jutaan untuk varian tertingginya. Harga ini sebanding dengan fitur yang dibawa, seperti bodi super ramping berbahan metal, prosesor kelas atas Intel Core atau AMD Ryzen terbaru, layar OLED beresolusi tinggi, port Thunderbolt untuk transfer data super cepat, serta sistem pendingin yang lebih canggih. Kalau kamu seorang kreator, pebisnis, atau profesional yang butuh performa konsisten dan tampilan mewah, Zenbook jelas jadi investasi yang sepadan.

Sebaliknya, ASUS Vivobook hadir dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong, mulai dari Rp6 jutaan saja. Meski lebih terjangkau, laptop ini tetap dibekali prosesor modern, penyimpanan SSD cepat, serta layar Full HD yang nyaman untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa model Vivobook terbaru bahkan sudah punya opsi layar OLED dan dukungan stylus, sehingga makin fleksibel untuk belajar, bekerja, maupun hiburan. Intinya, Zenbook unggul di sisi performa premium, sementara Vivobook lebih menonjol di sisi keterjangkauan harga dengan fitur yang tetap mumpuni. Tinggal kamu tentukan, lebih penting gaya premium atau hemat bujet tapi tetap andal?

Kesimpulan dari ulasan perbandingan ASUS Zenbook vs Vivobook, Zenbook rupanya cocok untuk profesional yang butuh performa tinggi, sementara Vivobook lebih pas untuk pelajar atau pengguna harian. Setelah melihat perbandingan keduanya, menurutmu seri mana yang paling worth it untuk memenuhi kebutuhanmu pada tahun 2025 ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team