Di tengah tekanan ekonomi dan harga yang makin sensitif, konsumen smartphone justru bergerak menjauhi “yang paling murah” menuju konsep “smart value” yang lebih kompleks. Data NIQ Consumer Life 2025 menunjukkan sekitar 6 dari 10 konsumen global kini menempatkan value for money sebagai faktor terpenting dalam menilai sebuah brand, mengungguli sekadar tampilan stylish atau harga serendah mungkin.
Dalam konteks pasar smartphone, pergeseran ini tercermin pada meningkatnya kontribusi segmen mid–high dan premium, ketika pengguna rela naik kelas asalkan mendapatkan kombinasi kualitas, daya tahan, dan fitur yang benar-benar terasa manfaatnya dalam pemakaian sehari-hari.
