Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
MediaTek Helio G81 Ultra
MediaTek Helio G81 Ultra (mi.co.id)

Intinya sih...

  • Helio G91 (274.560 poin) MediaTek Helio G91 adalah chipset octa-core yang diperkenalkan pada 3 Juni 2024 dan diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 12 nm dari TSMC.

  • Unisoc Tiger T618 (281.958 poin) Unisoc Tiger T618 resmi diperkenalkan pada 28 Agustus 2019. Chipset ini diproduksi menggunakan proses fabrikasi 12 nanometer oleh TSMC dan mengusung arsitektur ARMv8.2-A serta delapan inti.

  • Kirin 960 (289.944 poin) Di kisaran skor 289 ribuan, Kirin 960 menempati posisi unik di antara chipset lain karena merupakan yang paling lawas sekaligus satu-satunya yang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

MediaTek Helio G81 Ultra merupakan chipset CPU octa-core yang menggabungkan dua core Cortex-A75 dan enam core Cortex-A55. Untuk kebutuhan grafis, chipset ini mengandalkan GPU Arm Mali-G52 MP2. Melalui spesifikasi ini, aktivitas seperti gaming maupun multitasking dapat berjalan lancar terutama pada refresh rate tinggi,. Chipset ini kembali digunakan pada Redmi 15C yang sedianya bakal hadir di Indonesia pada 25 Agustus 2025.

Namun, kemunculan Helio G81 Ultra lantas mendapat rival yang tidak bisa dianggap remeh. Chipset yang menyentuh skor AnTuTu v10 sebesar 278.312 poin ini harus berhadapan dengan chipset lain yang memiliki performa setara. Skor tersebut memang bukan yang terbaik untuk pengalaman gaming tingkat lanjut, tapi cukup untuk yang ringan saja.

Sebagai informasi, Helio G81 Ultra memiliki single-core 421 dan multi-core 1.387 berdasarkan pengujian sintetis versi GeekBench 6. Lalu, chipset apa saja yang memiliki performa setara Helio G81 Ultra? Untuk mengetahuinya, kamu bisa cek detail chipset penantangnya berikut!

1. Helio G91 (274.560 poin)

MediaTek Helio G91 Ultra (mi.co.id)

MediaTek Helio G91 adalah chipset octa-core yang diperkenalkan pada 3 Juni 2024 dan diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 12 nm dari TSMC. Chipset ini mengusung arsitektur ARMv8.2-A. Komposisi ini terdiri dari dua core Cortex-A75 berkecepatan 2,0 GHz dan enam core Cortex-A55 1,8 GHz sehingga mampu menangani tugas harian hingga gaming ringan secara efisien. TDP (sustained power limit) Helio G91 sekitar 5 W sehingga mendukung performa stabil tanpa panas berlebihan. Beberapa smartphone yang menggunakan chipset ini antara lain Redmi 13 4G, TECNO SPARK 30, dan POCO M6.

Di sektor grafis, Helio G91 dibekali GPU Mali-G52 MP2 generasi Bifrost frekuensi 1.000 MHz, dua pipelines, 24 shading units, dan total 48 shader yang menghasilkan performa grafis memadai untuk tampilan visual menengah hingga tinggi. GPU ini mendukung Vulkan 1.3 dan OpenCL 2.0 yang memiliki kemampuan mencapai 96 gigaflops. Chipset ini juga memiliki Neural Processing Unit (NPU) MediaTek APU yang meningkatkan performa AI pada fitur fotografi, pengenalan wajah, serta optimasi aplikasi berbasis AI.

Helio G91 mendukung RAM LPDDR4X frekuensi 1.800 MHz, bandwidth maksimal 14,4 Gbit/s, dan kapasitas hingga 8 GB. Penyimpanan kompatibel eMMC 5.1 dan UFS 2.1. Di sektor multimedia, chipset ini mampu menampilkan layar resolusi hingga 2520 x 1080 piksel sehingga mendukung kamera tunggal hingga 108 MP atau dual camera 16 MP. Perekaman video mencapai 2K pada 30 FPS, sedangkan pemutaran video mendukung 2K 30 FPS dan 1080p 60 FPS, codec H.264, H.265, dan VP9.

Untuk konektivitas, Helio G91 mendukung LTE Cat. 7 kecepatan unduh hingga 300 Mbps dan unggah hingga 100 Mbps, Wi-Fi 5, Bluetooth 5.4, serta sistem navigasi GPS, GLONASS, Beidou, dan Galileo. Chipset ini tidak mendukung 5G. Dalam pengujian benchmark AnTuTu v10, Helio G91 mencatat skor 274.560 poin. Sementara GeekBench 6 mencatat skor 405 untuk single-core dan 1.407 untuk multi-core. Hasil ini menunjukkan performa multi-core Helio G91 setara Helio G92 Max. Kalau disandingkan berdasarkan hasil AnTuTu v10, selisihnya terpaut sekitar 3.700 poin lebih tinggi dibanding Helio G81 Ultra.

2. Unisoc Tiger T618 (281.958 poin)

Unisoc Tiger T618 (facebook.com/UNISOC)

Unisoc Tiger T618 resmi diperkenalkan pada 28 Agustus 2019. Chipset ini diproduksi menggunakan proses fabrikasi 12 nanometer oleh TSMC dan mengusung arsitektur ARMv8.2-A serta delapan inti. Konfigurasi CPU terdiri dari 2 core Cortex-A75 berkecepatan 2.000 MHz dan 6 core Cortex-A55 pada 1.800 MHz. Spesifikasi ini sukses menghasilkan keseimbangan antara performa untuk tugas berat dan efisiensi daya. Dalam pengujian sintetis, Tiger T618 memperoleh skor AnTuTu v10 sebesar 281.958 poin. Sementara GeekBench 6 mencatat 469 poin untuk single-core dan 1.456 poin multi-core.

Pada aspek grafis, Tiger T618 menggunakan GPU Mali-G52 MP2 berbasis arsitektur Bifrost generasi kedua. GPU ini beroperasi pada frekuensi 850 MHz, memiliki 2 pipeline, masing-masing 24 shading unit sehingga total mencapai 48 shader. Kemampuan komputasi grafis mencapai 81,6 Gigaflops dan mendukung standar Vulkan 1.3 serta OpenCL 2.0 sehingga pengalaman gaming ringan hingga menengah yang lancar. Meski tidak memiliki AI accelerator (NPU), performa grafis tetap kompetitif di kelasnya.

Untuk memori dan multimedia, Tiger T618 mendukung LPDDR4X hingga 8 GB pada frekuensi 1.866 MHz, konfigurasi bus 2x16 bit. Penyimpanan menggunakan eMMC 5.1, chipset ini mampu menangani resolusi layar maksimum 2.400 x 1.080 piksel. Dukungan kamera mencapai 64 MP untuk single camera atau dual camera 16 MP, serta mampu merekam video 1K pada 60 FPS dan memutar video 1080p pada 60 FPS dengan codec H.264, H.265, VP9. Sistem audio kompatibel format populer seperti AAC, MP3, WAV, dan lainnya. Di sisi konektivitas, Tiger T618 mendukung jaringan 4G LTE Cat.7 yang mampu menyalurkan kecepatan unduh hingga 300 Mbps dan upload hingga 150 Mbps, meski belum mendukung 5G. Chipset ini dilengkapi Wi-Fi 5, Bluetooth 5.0, serta navigasi satelit melalui GPS, GLONASS, Beidou, dan Galileo.

3. Kirin 960 (289.944 poin)

chipset Kirin 960 (hisilicon.com)

Di kisaran skor 289 ribuan, Kirin 960 menempati posisi unik di antara chipset lain karena merupakan yang paling lawas sekaligus satu-satunya yang masuk kategori flagship. Chipset ini pernah digunakan pada Huawei Mate 9 dan HONOR 9. Hal ini membuat Kirin 960 jadi andalan di masanya dan performanya masih mengungguli Helio G81 Ultra. Dalam pengujian sintetis AnTuTu v10, Kirin 960 meraih skor 289.944. Sementara hasil GeekBench 6 mencatat 406 poin untuk single-core dan 1.380 poin untuk multi-core yang menandakan kemampuan Kirin 960 dapat kompetitif untuk tugas sehari-hari.

Dari sisi CPU, Kirin 960 hadir dengan 8 inti. Komposisi ini terbagi dalam empat inti Cortex-A73 berkecepatan 2,36 GHz dan empat inti Cortex-A53 berkecepatan 1,84 GHz. Chipset ini dibangun menggunakan proses manufaktur 16 nanometer oleh TSMC. Kirin 960 memiliki transistor sekitar 4 miliar dan TDP 5 W. Memori yang didukung berupa LPDDR4 1600 MHz dengan bandwidth maksimum 28,8 Gbit/s dan kapasitas hingga 4 GB. Spesifikasi ini cukup untuk menjalankan aplikasi modern dan multitasking ringan.

Di bagian grafis, Kirin 960 dibekali GPU Mali-G71 MP8 berbasis arsitektur Bifrost generasi pertama, memiliki 8 pipeline, 12 shading unit, dan total 96 shader. GPU ini berfrekuensi hingga 1.037 MHz dan mendukung Vulkan 1.3 serta OpenCL 2.0 sehingga menghasilkan performa grafis maksimal 199,1 GFLOPS. Chipset juga mendukung resolusi layar hingga 2560 x 1600, kamera hingga 2x 16 MP, serta kemampuan rekam dan putar video 4K pada 30FPS dilengkapi dukungan codec populer seperti H.264, H.265, VP8, dan VP9.

Untuk konektivitas, Kirin 960 mendukung jaringan 4G LTE Cat. 12 berkecepatan unduh hingga 600 Mbps dan upload hingga 150 Mbps. Sayangnya, chipset ini tidak mendukung 5G. Fitur nirkabel lain meliputi Wi-Fi 5, Bluetooth 4.2, dan navigasi via GPS, GLONASS, Beidou, dan Galileo. Penyimpanan yang kompatibel mencakup eMMC 5.1 dan UFS 2.1, sehingga performa akses data tetap cepat. Meskipun sudah beberapa tahun sejak peluncurannya, Kirin 960 tetap menonjol sebagai chipset flagship lawas yang tangguh dan seimbang antara CPU, GPU, serta kemampuan multimedia.

4. Unisoc Tiger T616 (292.658 poin)

Motorola Moto G14 yang dibekali chipset Unisoc Tiger T616 (motorola.com.au)

Unisoc Tiger T616 adalah chipset octa-core yang diumumkan pada 1 Januari 2021 dan diproduksi menggunakan proses 12 nm oleh TSMC. Chipset ini mengusung arsitektur ARMv8.2-A dengan konfigurasi 2 core Cortex-A75 berkecepatan 2,0 GHz dan 6 core Cortex-A55 berkecepatan 1,8 GHz. Kombinasi ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara performa tinggi dan efisiensi daya sehingga cocok untuk penggunaan harian hingga multitasking ringan.

Dalam pengujian sintetis, Tiger T616 mencatat skor AnTuTu v10 sebesar 292.658. Di sisi lain, versi GeekBench 6 menunjukkan bahwa Tiger T6161 meraup 452 poin untuk single-core dan 1.503 poin untuk multi-core. Beberapa smartphone yang menggunakan chipset ini antara lain realme C35 dan Motorola Moto G14.

Di sisi grafis, Tiger T616 mengandalkan GPU Mali-G57 MP1 berbasis arsitektur Valhall generasi pertama berkecepatan hingga 750 MHz dan 32 unit shading. GPU ini mendukung Vulkan 1.3 dan OpenCL 2.0, menghasilkan performa grafis hingga 48 Gigaflops. Meski bukan untuk gaming berat, GPU ini cukup mampu menjalankan game kasual dan streaming video lancar. Kombinasi CPU dan GPU Tiger T616 membuat pengalaman visual tetap mulus, baik untuk penggunaan sehari-hari maupun multimedia ringan.

Untuk memori, Tiger T616 mendukung LPDDR4X hingga 1.866 MHz dengan bus 2x16 bit, kapasitas maksimal 12 GB. Di sektor multimedia, chipset ini kompatibel dengan penyimpanan eMMC 5.1 hingga UFS 2.2, layar beresolusi maksimal 2400 x 1080, serta kamera hingga 48 MP untuk single camera atau 16 MP untuk dual camera. Kemampuan video capture mencapai 1080p pada 60 FPS, sementara video playback juga mendukung 1080p 60 FPS memakai codec H.264 dan H.265. Format audio yang didukung cukup lengkap, termasuk MP3, AAC, WAV, AIFF, dan CAF.

Dari sisi konektivitas, Unisoc Tiger T616 mendukung jaringan 4G LTE Cat.7 yang memiliki kecepatan unduh hingga 300 Mbps dan unggah hingga 150 Mbps, tanpa dukungan 5G. Untuk koneksi nirkabel, chipset ini kompatibel dengan Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.0, serta mendukung navigasi GPS, GLONASS, Beidou, dan Galileo. Kombinasi ini menghadirkan konektivitas stabil dan responsif untuk aktivitas sehari-hari, seperti browsing, media sosial, dan navigasi.

Berdasarkan pengujian, terdapat perbedaan skor AnTuTu yang tidak terlalu signifikan. Beberapa chipset menunjukkan skor sedikit lebih tinggi, sementara yang lain hampir setara. Secara umum, performanya seimbang dan hanya unggul tipis. Misalnya, Helio G81 Ultra memiliki performa setara Helio G91. Adapun selisihnya kurang dari 2 persen.

Chipset lain seperti Unisoc Tiger T618, Kirin 960, dan Tiger T616 juga tergolong setara dengan mana perbedaan performa kurang dari 5 persen. Keempat chipset ini bisa menjadi pertimbangan saat memilih smartphone alternatif yang punya performa sebanding Helio G81 Ultra. Jadi, apakah di antara chipset-chipset ini ada yang menjadi idamanmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team