Selama ini, MacBook identik dengan laptop premium yang harganya sulit dijangkau banyak orang. Namun, kini Apple tampaknya mulai mengubah strategi lewat kehadiran MacBook Neo. Laptop baru Apple ini langsung menarik perhatian karena dibuka dengan harga pre-order sekitar Rp10-12 jutaan, sesuatu yang cukup jarang terjadi di lini MacBook.
Dari rentang harga tersebut, MacBook Neo terlihat dirancang untuk mahasiswa maupun pengguna laptop Windows yang penasaran ingin pindah ke ekosistem Mac. Pasar laptop Rp10 jutaan sendiri merupakan salah satu segmen paling ramai di Indonesia. Selama ini, kategori tersebut dikuasai berbagai laptop Windows, seperti ASUS, acer, Lenovo, hingga MSI. Karena itu, kehadiran MacBook Neo bukan sekadar produk baru, melainkan jadi potensi ancaman untuk laptop Windows. Lantas, bisakah MacBook Neo dominasi pasar laptop kelas menengah saat ini?
