Mengikuti tren teknologi terbaru memang bisa menguras kantong. iPad Air terbaru saja dibanderol mulai US$599 atau sekitar Rp10,3 juta, sementara iPad Pro terbaru bisa tembus US$1,499 atau sekitar Rp25 juta jika kamu memilih penyimpanan terbesar plus aksesori seperti Apple Pencil Pro atau Magic Keyboard. Jika ingin lebih hemat, membeli iPad bekas bisa jadi alternatif menarik. Kendati demikian, membeli iPad bekas tetap perlu kehati-hatian karena perangkat seperti ini memiliki lebih banyak potensi masalah, sehingga penting untuk benar-benar memahami kelebihan dan kekurangannya sebelum memutuskan beli. Berikut ulasan lengkapnya.
Kelebihan dan Kekurangan Beli iPad Bekas yang Perlu Diketahui

1. Menghemat pengeluaran
Alasan utama membeli iPad bekas tak lain adalah soal harga. Produk buatan Apple memang terkenal punya nilai awet, tapi justru itulah yang membuat iPad bekas tetap bisa ditawarkan dengan harga yang kompetitif dibanding produk serupa dari brand lain. Menariknya, kondisi ini bisa menguntungkan pembeli yang cerdas. Misalnya, iPad Air generasi ke-5 yang ditenagai chip M1 masih sangat mumpuni untuk aplikasi berat dan harganya setara iPad generasi terbaru yang justru menggunakan chip lebih lemah. Jika kebutuhanmu hanya sekadar untuk browsing, streaming film atau membaca ebook, iPad generasi ke-9 pun sudah lebih dari cukup dengan harga yang sangat terjangkau.
2. Kualitas terjamin jika langsung beli dari Apple atau toko resmi lainnya
Membeli iPad refurbished langsung dari Apple atau toko resmi lainnya jauh lebih aman dibanding membeli dari orang asing di marketplace seperti Facebook. Program refurbished dari Apple memastikan setiap iPad melewati proses rekondisi menyeluruh di mana komponen rusak, casing luar hingga baterai diganti sebelum dijual kembali. Selain itu, kamu juga tetap mendapat garansi satu tahun dan opsi AppleCare+ layaknya beli baru. Satu-satunya kekurangan dari membeli langsung dari Apple adalah harganya tidak akan semurah membeli dari orang lain.
3. Kesehatan baterai dan kondisi iPad secara keseluruhan
Baterai lithium-ion yang digunakan di iPad merupakan komponen yang memiliki usia pakai. Setiap kali diisi daya, kapasitasnya perlahan menurun dan iPad yang sudah digunakan beberapa tahun bisa mengalami penurunan daya baterai yang cukup signifikan meski secara fisik terlihat mulus. Masalahnya, iPad keluaran sebelum 2024 tidak punya fitur pemantau kesehatan baterai. Fitur ini baru hadir di iPad Air M2 dan iPad Pro M4, di mana pengguna bisa mengecek kapasitas maksimum, jumlah siklus pengisian hingga tanggal aktivasi. Selain soal baterai, kondisi fisik iPad bekas pun sulit diprediksi. Bisa saja ada dead pixel pada layar, goresan yang sengaja disembunyikan atau port charger yang mulai bermasalah.
4. Ketinggalan pembaruan sistem operasi
Apple memang dikenal rajin memberikan pembaruan sistem operasi untuk perangkatnya dalam jangka panjang, tapi dukungan itu tetap ada batasnya dan tidak sama untuk semua lini iPad. Secara umum, iPad Pro bisa menikmati pembaruan hingga sekitar delapan tahun, sementara iPad Air dan Mini sekitar tujuh tahun dan iPad biasa hanya enam tahun. Nah, jika kamu membeli iPad bekas yang sudah digunakan selama tiga atau empat tahun, besar kemungkinan sisa masa dukungannya tinggal dua hingga empat tahun lagi. Disamping itu, beberapa aplikasi pihak ketiga mungkin mulai tidak kompatibel dan fitur-fitur eksklusif seperti Apple Intelligence bisa saja tidak tersedia.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan dari membeli iPad bekas. Tetap tertarik membeli iPad bekas setelah membaca ulasan di atas?