Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa HP Jadi Lemot setelah Update Software?
ilustrasi HP (unsplash.com/Azamat E)
  • Update software bisa bikin HP lemot sementara karena sistem dan aplikasi baru masih beradaptasi, melakukan kalibrasi ulang, serta menyesuaikan diri dengan framework versi terbaru.
  • Performa HP lama bisa menurun setelah update karena hardware kuno dipaksa bekerja lebih keras, menyebabkan panas berlebih dan kinerja melambat dibanding perangkat baru.
  • Untuk mencegah lemot, pengguna disarankan memastikan baterai cukup, koneksi stabil, ruang penyimpanan lega, serta melakukan update di tempat bersuhu dingin agar terhindar dari overheat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Salah satu cara terbaik untuk mengoptimalkan fungsi HP atau smartphone adanya dengan melakukan update software. Peningkatan performa, pembaruan versi sistem operasi (OS), penambahan fitur, hingga bug fixing bisa didapatkan berkat update software. Namun, terkadang ada masalah setelah melakukan update software seperti HP yang jadi lebih lemot.

Kenapa HP jadi lemot setelah update software dipengaruhi oleh banyak hal, seperti sistem yang belum optimal, terjadi overheat, hingga hardware yang belum beradaptasi. Semua hal tersebut sebenarnya akan kembali normal setelah beberapa saat. Walau begitu, HP yang lemot menjadi masalah tersendiri. Mari ulik berbagai faktor yang bikin HP lemot setelah update software agar kekhawatiran kamu berkurang!

1. HP masih beradaptasi dengan software yang baru

ilustrasi HP (unsplash.com/Adrien)

Saat pertama kali melakukan update software, perangkat akan dipasang sistem dan berbagai aplikasi baru. Karena itu, perangkat masih mencoba untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan sistem baru tersebut. Dilansir iMobile Denver, HP akan melakukan kalibrasi ulang untuk menyesuaikan diri dengan framework atau sistem yang baru. Penyesuaian ini terjadi pada semua HP, entah itu model lama atau baru. Tergantung HP, penyesuaian akan memakan waktu yang berbeda, seperti beberapa jam hingga hari.

2. Hardware sudah terlalu kuno

ilustrasi HP (unsplash.com/Andrey Matveev)

Performa hardware dari HP model baru dan lama memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Model yang lebih lama umumnya dibekali hardware kuno atau lawas. Karena itu, saat melakukan update software hardware lawas di HP lama akan sedikit mengalami masalah. Dikutip TPK Wireless, update software sering memaksa hardware kuno bekerja hingga kemampuan maksimalnya. Hal tersebut membuat HP menjadi lemot, melambat, hingga meningkatkan suhu. Jika hal tersebut terjadi ada baiknya bagi kamu untuk membeli HP baru.

3. Terjadi overheat

ilustrasi HP (unsplash.com/Warre Van de Wouwer)

Salah satu masalah yang sering terjadi setelah update software adalah panas berlebih atau overheat. Di beberapa komunitas seperti forum resmi Samsung dan SONY, ada beberapa pengguna yang mengeluhkan masalah overheat setelah melakukan update software. Overheat tak hanya meningkatkan suhu HP sehingga tak nyaman digunakan. Jika overheat tak diatasi maka HP akan jadi lemot, bahkan bisa mati dengan sendirinya. Untuk mencegah hal tersebut kamu harus melakukan update di tempat dingin dan sebisa mungkin gunakan jaringan WiFi yang stabil.

4. Cara mencegah lemot setelah update

ilustrasi HP (unsplash.com/Amanz)

Update software merupakan hal yang cukup penting bagi pengguna smartphone. Jadi, kamu harus melakukannya secara rutin. Agar terhindar dari HP yang jadi lemot, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebelum melakukan update software. Pertama, pastikan baterai HP berada di atas 70 persen agar perangkat tetap berjalan optimal selama proses instalasi.

Lakukan update dengan jaringan internet yang stabil dan tidak terputus. Kamu juga harus memastikan kalau masih ada ruang yang kosong di penyimpanan. HP juga harus ditaruh di tempat yang dingin atau suhu ruangan agar terhindar dari overheat. Jangan sekali-kali melakukan update software di luar ruangan atau di bawah sinar matahari terik jika tak ingin terjadi masalah.

5. Beberapa jenis update software di HP

ilustrasi HP (unsplash.com/Andrey Matveev)

Update software tak hanya terdiri atas satu jenis saja. Dilansir Android Authority, secara umum terdapat dua jenis update software di HP, yaitu update OS atau security patch (pembaruan keamanan). Update OS menandakan pembaruan versi Android atau iOS. Contohnya, update OS dari Android 15 ke 16. Di sisi lain, security patch menandakan pembaruan keamanan hingga privasi.

Selain dua itu ada juga beberapa update minor yang bertujuan untuk memperbaiki masalah sistem. Ukuran file bisa berbeda tergantung jenis update. Untuk update OS biasanya ukuran file bisa mencapai beberapa gigabyte dan security patch umumnya hanya ratusan megabyte. Update OS juga hanya dilakukan setahun sekali. Sementara itu, security patch bisa berlangsung sebulan atau dua bulan sekali.

Informasi terkait kenapa HP jadi lemot setelah update software bisa menjadi acuan bagi kamu agar beragam potensi kendala bisa dicegah. Tiap merek HP memiliki cara update software yang berbeda. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memahami dan mengetahui seluk-peluk tiap merek secara detail.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team