Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Smartphone Zaman Sekarang Memakai Baterai Tanam?

ilustrasi iPhone Air
ilustrasi iPhone Air (unsplash.com/@bunnystudio)
Intinya sih...
  • Desain lebih tipis dan ringkas
  • Struktur bodi perangkat jadi lebih kuat
  • Keamanan dan kualitas kontrol jadi lebih baik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekitar 10 tahun lalu, kamu masih bisa menemukan smartphone dengan baterai yang bisa dilepas. Namun, sekarang hampir semua smartphone menggunakan baterai tanam yang tidak bisa dilepas tanpa alat khusus. Perubahan ini sebenarnya merupakan bagian dari perkembangan teknologi. Baterai yang bisa dilepas dianggap sudah tidak relevan. Perkembangan ini berkaitan erat dengan desain serta kebutuhan teknologi masa kini.

Fitur smartphone modern menuntut desain lebih ringkas, kuat, dan efisien. Baterai tanam menjadi salah satu solusi untuk memenuhi tuntutan tersebut. Berbagai aspek mulai dari keamanan, daya tahan, hingga pengalaman pengguna ikut memengaruhi tren ini. Berikut sejumlah alasan kenapa smartphone zaman sekarang menggunakan baterai tanam.

1. Bertujuan agar desain lebih tipis dan ringkas

https://unsplash.com/id/foto/orang-yang-memegang-iphone-6-dengan-casing-iphone-biru-dan-merah-NEv65ZXjuLg
ilustrasi smartphone Android (unsplash.com/@duc154)

Produsen zaman sekarang lebih mengutamakan desain smartphone ramping dan minimalis. Baterai tanam memungkinkan produsen memaksimalkan ruang internal tanpa perlu mekanisme pengunci baterai. Ruang yang lebih efisien membuat bodi smartphone bisa dibuat lebih tipis dan presisi. Sebaliknya, kapasitas baterai yang besar membuatnya kurang efisien jika harus menggunakan sistem buka tutup backdoor.

Penggunaan baterai tanam juga memudahkan penempatan komponen lain seperti kamera, speaker, dan modul pendingin. Tata letak internal menjadi lebih fleksibel dan optimal. Hasil akhirnya adalah smartphone dengan tampilan premium dan ergonomi yang lebih baik.

2. Struktur bodi perangkat jadi lebih kuat

ilustrasi iPhone 13
ilustrasi iPhone 13 (unsplash.com/@scientist505)

Baterai tanam berkontribusi pada kekuatan struktur bodi smartphone. Rangka internal bisa dibuat lebih solid karena tidak perlu celah tambahan untuk baterai yang dapat dilepas. Sistem baterai tanam yang tidak mudah dilepas membantu mengurangi risiko komponen longgar saat smartphone terjatuh.

Jika menggunakan removable battery, maka ketahanan terhadap debu dan air akan lebih sulit dicapai. Sertifikasi tahan air seperti IP67 atau IP68 hampir mustahil diterapkan pada desain baterai lepas. Keunggulan ini membuat smartphone lebih awet untuk penggunaan jangka panjang.

3. Keamanan dan kualitas kontrol jadi lebih baik

ilustrasi iPhone 13
ilustrasi iPhone 13 (unsplash.com/@qpro_9)

Produsen dapat mengontrol kualitas baterai dengan lebih ketat melalui desain baterai tanam. Risiko penggunaan baterai palsu atau tidak standar bisa diminamilisir. Keamanan pengguna pun menjadi lebih terjaga dari potensi panas berlebih atau ledakan.

Sistem manajemen daya modern dirancang khusus sesuai karakter baterai bawaan. Optimalisasi ini membantu menjaga kestabilan arus dan suhu. Selain itu, umur baterai juga dapat diprediksi dan diatur lebih akurat oleh sistem.

4. Mendukung teknologi modern seperti fast charging

potret iPhone sedang diisi daya
potret iPhone sedang diisi daya (unsplash.com/@studioproper)

Removable battery punya banyak kekurangan, termasuk tidak adanya fitur pengisian daya modern. Teknologi fast charging membutuhkan desain baterai yang terintegrasi dengan sistem pengisian daya. Baterai tanam memungkinkan arus besar dialirkan secara stabil dan aman. Fitur seperti wireless charging juga lebih mudah diterapkan pada desain tertutup.

Berkat non-removable battery, Komponen tambahan seperti bypass charging dan manajemen suhu berbasis software bekerja lebih efektif. Sinkronisasi antara perangkat keras dan perangkat lunak menjadi lebih optimal. Pengalaman pengisian daya pun terasa lebih cepat dan konsisten.

5. Efisiensi produksi dan strategi industri

ilustrasi smartphone realme 15 Pro
ilustrasi smartphone realme 15 Pro (instagram.com/realmeindonesia)

Produksi massal smartphone lebih efisien menggunakan baterai tanam. Proses perakitan menjadi lebih sederhana dan terstandarisasi. Biaya produksi pun dapat ditekan tanpa mengurangi performa smartphone.

Hal ini juga berkaitan dengan siklus hidup sebuah smartphone. Pengguna cenderung mengganti smartphone setelah beberapa tahun penggunaan. Produsen kemudian menyediakan layanan penggantian baterai resmi sebagai solusi jangka panjang.

Fakta menariknya, salah satu produsen yang mempelopori penggunaan baterai tanam adalah Apple. Ya, Apple sudah menggunakan baterai tanam sejak iPhone generasi pertama meluncur pada 2007 silam. Baterai tanam pada smartphone hadir sebagai jawaban atas tuntutan desain, fitur, dan keamanan modern. Meski mengurangi fleksibilitas pengguna, cara ini menawarkan banyak keunggulan teknis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

XL Ultra 5G+ Dirilis, Kecepatan hingga 500 Mbps

02 Feb 2026, 07:05 WIBTech