LG Electronics memperkenalkan robot rumah bertenaga AI terbarunya, LG CLOiD, di CES 2026 (youtube.com/LG Global)
Perjalanan Ballie sejak awal jauh dari kata mulus. Robot berbentuk bola berwarna kuning ini pertama kali diperkenalkan di CES 2020. Kemudian, beberapa kali muncul kembali secara sporadis melalui pembaruan kemampuan. Dalam enam tahun terakhir, Ballie kerap hadir dan menghilang. Pada CES 2024 dan 2025, Samsung masih menampilkan demonstrasi terbatas, mencakup proyeksi video ke dinding, pemantauan kondisi rumah, dan interaksi berbasis suara. Kemitraan dengan Google untuk mengintegrasikan Gemini AI bahkan sempat menumbuhkan harapan bahwa Ballie akan resmi meluncur pada 2025.
Sampai akhirnya, harapan tersebut kembali tertunda. Ketidakhadiran Ballie di CES 2026 memperkuat kesan bahwa Samsung belum sepenuhnya siap membawa robot rumah serba bisa ini ke pasar massal. Tantangan teknis, biaya pengembangan, dan tingginya ekspektasi konsumen tampaknya menjadi faktor yang masih membayangi langkah komersialisasinya.
Situasi ini semakin kontras ketika sejumlah pesaing justru tampil memukau dengan memperkenalkan robot-robot baru di CES 2026, salah satunya LG. Perbedaan ini menegaskan strategi Samsung yang lebih berhati-hati. Alih-alih terburu-buru merilis produk eksperimental, perusahaan tampaknya memilih menahan langkah hingga teknologi yang dikembangkan benar-benar matang dan siap diterima pasar.
Pada akhirnya, menghilangnya Ballie dari panggung CES 2026 bukan sekadar cerita tentang satu produk yang tertunda. Fenomena ini mencerminkan tantangan lebih luas dalam industri robot rumah, di mana ambisi besar harus berhadapan dengan kompleksitas teknologi dan realitas pasar. Meski tak lagi tampil di depan publik, Ballie tetap meninggalkan pengaruh dalam arah pengembangan teknologi Samsung ke depan.