Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi earbuds
ilustrasi earbuds (pexels.com/ready made)

Intinya sih...

  • Chief Global Affairs Officer OpenAI, Chris Lehane, menyebut perangkat AI pertama mereka bakal menjadi prioritas tertinggi perusahaan pada 2026.

  • Rumor mengklaim Foxconn akan memproduksi earbuds open-style "SweetPea" dengan prosesor internal yang bertenaga untuk fitur berbasis AI.

  • SweetPea disebut bakal ditenagai prosesor khusus berbasis fabrikasi 2nm yang mampu menangani sebagian besar tugas AI secara lokal tanpa harus selalu terhubung ke cloud.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada 2025 lalu, OpenAI mengumumkan kerja sama dengan desainer legendaris iPhone, Jony Ive, untuk mengembangkan sebuah perangkat wearable berbasis AI. Perangkat misterius tersebut kembali menjadi sorotan setelah salah satu petinggi OpenAI mengonfirmasi kalau proyek ini masih berjalan sesuai rencana dan ditargetkan bakal diperkenalkan ke publik sebelum akhir tahun 2026. Konfirmasi tersebut disampaikan oleh Chief Global Affairs Officer OpenAI, Chris Lehane, saat berbicara dalam sebuah panel yang digelar Axios di ajang tahunan Davos, Swiss.

Sayangnya, sejauh ini pihak OpenAI belum mengungkap detail lebih jauh mengenai bentuk, fungsi, maupun kemampuan perangkat AI fisik pertama buatan mereka. Meski demikian, bocoran mengenai perangkat ini pun mulai bermunculan di media sosial. Salah satunya datang dari leaker Smart Pikachu yang menyebut kalau OpenAI dan Jony Ive kini tengah menyiapkan perangkat earbuds berbasis AI dengan kode nama internal "SweetPea". Untuk tahu perkembangan kabar terbaru dari earbuds AI buatan OpenAI ini, yuk, simak pembahasan di bawah ini!

1. Perangkat AI pertama OpenAI bakal jadi salah satu prioritas tertinggi perusahaan

ilustrasi logo OpenAI (unsplash.com/Andrew Neel)

Chief Global Affairs Officer OpenAI, Chris Lehane, menyebut kalau perangkat AI pertama mereka bakal menjadi salah satu prioritas tertinggi perusahaan pada 2026. Pernyataan ini disampaikan saat Lehane berbicara di acara Axios House Davos yang digelar bersamaan dengan World Economic Forum. Dalam kesempatan tersebut, Lehane juga mengungkap kalau OpenAI tengah mempersiapkan peluncuran perangkat ini pada paruh kedua 2026. Hal ini menandakan kalau proyek kolaborasi tersebut telah memasuki tahap yang cukup matang dan siap rilis.

Berdasarkan laporan Taiwan Economic Daily, OpenAI disebut-sebut kemungkinan bakal merilis perangkat AI tersebut pada September 2026. OpenAI dilaporkan bakal mematok target penjualan yang terbilang ambisius, yakni sekitar 40 hingga 50 juta unit dalam tahun pertama setelah perilisannya. Selain itu, perangkat ini juga dikabarkan akan diproduksi oleh Foxconn dengan fasilitas manufaktur yang berlokasi di Vietnam. Seperti yang sudah banyak diketahui, Foxconn merupakan raksasa manufaktur asal Taiwan yang selama ini dikenal sebagai mitra utama berbagai produk teknologi global.

2. Perangkat ini dikabarkan bakal hadir dalam bentuk earbuds open-style

ilustrasi earbuds (pexels.com/Markus Winkler)

Rumor yang bersumber dari seorang leaker bernama Smart Pikachu di media sosial X juga mengklaim kalau Foxconn bakal menjadi pihak manufaktur utama dalam pengembangan perangkat AI fisik pertama OpenAI ini. Menurut bocoran yang beredar, Foxconn saat ini tengah menggarap proyek earbuds rahasia dengan kode nama internal "SweetPea" untuk klien misterius yang disebut "Gum Drop". Perangkat ini dikabarkan bakal hadir dalam bentuk earbuds open-style lengkap dengan charging case dan dibekali prosesor internal yang cukup bertenaga untuk menjalankan berbagai fitur berbasis AI.

Lebih lanjut, leaker Smart Pikachu juga menyebut kalau desain earbuds AI ini bakal berbeda dari earbuds pada umumnya. Perangkat tersebut diklaim akan diposisikan tersembunyi di belakang telinga dengan bentuk yang lebih menyerupai alat bantu dengar ketimbang earbuds konvensional. Desain semacam ini diduga dipilih untuk meningkatkan kenyamanan pemakaian jangka panjang dan harapannya bisa mendukung integrasi fitur berbasis AI secara lebih optimal.

3. SweetPea disebut bakal ditenagai prosesor khusus berbasis fabrikasi 2nm

ilustrasi earbuds (unsplash.com/Daniel Romero)

Dilansir Gizmochina, perangkat ini disebut bakal ditenagai oleh prosesor khusus berbasis fabrikasi 2nm yang mampu menangani sebagian besar tugas AI secara lokal. Berkat pendekatan ini, SweetPea jadi gak perlu selalu mengirim perintah ke cloud karena setiap pemrosesan perintah suara hingga interaksi pengguna bisa dilakukan langsung di dalam perangkat. Rumor yang beredar juga menyebut kalau kemampuan tersebut bikin SweetPea jadi bisa mengambil alih berbagai fungsi dasar HP, di mana pengoperasian aplikasi dan layanan bisa dilakukan langsung melalui perintah suara.

Untuk mendukung fungsi tersebut, SweetPea dikabarkan bakal dibekali mikrofon dan kamera yang terus memantau lingkungan sekitar. Berkat kesadaran kontekstual yang selalu aktif ini, pengguna jadi gak perlu lagi mengucapkan kata pemicu seperti "hai" atau "halo" untuk memanggil asisten. AI di dalam perangkat justru bakal secara proaktif memberikan saran dan bantuan berdasarkan apa yang dilihat dan didengarnya. Kalau memang benar adanya, interaksi seperti ini tentu bakal terasa lebih menyatu dengan aktivitas sehari-hari.

Pada 2025 lalu OpenAI mendeklarasikan kolaborasinya dengan Jony Ive untuk mengembangkan perangkat fisik berbasis AI. Sebelumnya, OpenAI menutup rapat terkait proyek kerja sama ini sehingga bagaimana wujud dan fungsi dari perangkat tersebut masih misterius. Meski belum dikonfirmasi secara resmi, kini titik terang perilisan perangkat AI ini tampaknya mulai terlihat. Melihat berbagai rumor yang beredar, tampaknya OpenAI kali ini bakal menghadirkan SweetPea earbuds berbasis AI. Menarik untuk ditunggu, kira-kira bagaimana wujud dari earbuds AI ini, ya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team