Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

OpenAI Uji Coba Iklan di ChatGPT untuk Tingkatkan Pendapatan

ilustrasi OpenAI (unsplash.com/Andrew Neel)
ilustrasi OpenAI (unsplash.com/Andrew Neel)
Intinya sih...
  • Uji coba penayangan iklan bagi pengguna dewasa di AS yang menggunakan versi gratis serta paket Go berbiaya lebih rendah.
  • Iklan akan muncul secara terpisah di bagian bawah jawaban chatbot ketika ada produk atau layanan bersponsor yang relevan dengan konteks percakapan pengguna.
  • Perusahaan menghadapi kebutuhan pendanaan besar untuk mendukung pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - OpenAI mengumumkan akan mulai menampilkan iklan di layanan ChatGPT bagi sebagian pengguna di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan ke depan. Kebijakan ini merupakan langkah baru perusahaan untuk memperkuat sumber pendapatan dari chatbot populernya.

Program uji coba ini akan diterapkan pada pengguna paket gratis dan paket berbiaya rendah, sementara pelanggan berbayar pada tingkat lebih tinggi akan tetap terbebas dari iklan. OpenAI menegaskan bahwa penayangan iklan tidak akan memengaruhi kualitas atau objektivitas jawaban ChatGPT, dan data percakapan pengguna tidak akan dibagikan kepada pengiklan.

1. OpenAI akan tampilkan iklan di ChatGPT versi gratis di AS

ilustrasi logo OpenAI (unsplash.com/Mariia Shalabaieva)
ilustrasi logo OpenAI (unsplash.com/Mariia Shalabaieva)

OpenAI mengumumkan rencana uji coba penayangan iklan di layanan ChatGPT bagi pengguna dewasa di AS yang menggunakan versi gratis serta paket Go berbiaya lebih rendah. Uji coba ini akan dimulai dalam beberapa pekan mendatang.

Menurut penjelasan perusahaan, iklan akan muncul secara terpisah di bagian bawah jawaban chatbot ketika ada produk atau layanan bersponsor yang relevan dengan konteks percakapan pengguna. OpenAI menegaskan bahwa uji coba ini tidak akan memengaruhi akurasi atau objektivitas jawaban ChatGPT.

Perusahaan juga memastikan bahwa paket berbayar di tingkat lebih tinggi, seperti ChatGPT Plus, Pro, Business, dan Enterprise, tidak akan menampilkan iklan selama masa uji coba. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga pengalaman bebas iklan bagi pelanggan berbayar sekaligus membuka sumber pendapatan baru dari basis pengguna gratis yang sangat besar.

OpenAI menyebut pengguna akan memiliki kendali atas iklan yang muncul, termasuk melihat alasan penayangan, menutup iklan, serta memberikan umpan balik agar sistem dapat ditingkatkan di masa mendatang.

2. OpenAI pertimbangkan iklan sebagai sumber pendapatan baru

ilustrasi logo OpenAI
ilustrasi logo OpenAI (unsplash.com/Levart_Photographer)

OpenAI tengah menghadapi kebutuhan pendanaan besar untuk mendukung pengembangan teknologi kecerdasan buatan, termasuk investasi pada pusat data dan infrastruktur komputasi berskala masif. Analis memperkirakan perusahaan tersebut berencana mengalokasikan lebih dari 1 triliun dolar AS (Rp16,9 kuadriliun) hingga tahun 2030 untuk pembangunan infrastruktur AI dan teknologi semikonduktor, meski rincian sumber pembiayaannya belum diungkap secara resmi.

Selama ini, OpenAI mengandalkan pendapatan dari langganan berbayar dan produk untuk perusahaan. Namun, model bisnis itu dinilai belum cukup untuk memenuhi komitmen investasi jangka panjang. Dengan jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT yang mencapai sekitar 800 juta, perusahaan menilai iklan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan jika dikelola secara hati-hati.

Analis menyebut penayangan iklan dapat membuka aliran pendapatan baru bagi OpenAI, meski langkah ini mungkin menimbulkan keberatan dari sebagian pengguna.

“Bisnis langganan dan layanan perusahaan kami sudah berkembang dengan baik, dan kami percaya pada model pendapatan yang beragam, di mana iklan dapat berperan dalam membuat kecerdasan buatan lebih mudah diakses oleh semua orang,”​ menurut pernyataan OpenAI, dilansir Fox Business.

3. Pengamat nilai iklan di ChatGPT berisiko ganggu kepercayaan pengguna

ilustrasi openai (dok. OpenAI)
ilustrasi openai (dok. OpenAI)

Sejumlah pengamat menilai kebijakan OpenAI untuk menampilkan iklan di ChatGPT berpotensi mengganggu kepercayaan pengguna, terutama bagi mereka yang menggunakan chatbot tersebut sebagai pendamping atau penasihat dalam pengambilan keputusan.

Direktur AI Governance Lab di Center for Democracy & Technology, Rumman Chowdhury Bogen, mengatakan bahwa langkah ini memiliki risiko besar karena alat seperti ChatGPT sangat bergantung pada kepercayaan pengguna.

“Ada banyak hal yang dipertaruhkan ketika alat itu berusaha memanfaatkan kepercayaan pengguna untuk menjual produk pengiklan,” ujarnya, dikutip 1News.

Selain itu, analis pasar memperingatkan bahwa iklan terasa terlalu komersial atau mengganggu pengalaman penggunaan, sebagian pengguna mungkin akan beralih ke layanan pesaing seperti Gemini milik Google atau chatbot lain yang mengusung konsep bebas iklan. Langkah OpenAI ini juga diperkirakan akan mendorong perusahaan pesaing untuk bersikap lebih transparan dalam menjelaskan strategi monetisasi mereka.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, OpenAI menegaskan bahwa percakapan pengguna tidak akan dibagikan kepada pengiklan, dan keberadaan iklan tidak akan memengaruhi keluaran yang dihasilkan ChatGPT.

“Kami akan mengumpulkan masukan dan terus menyempurnakan cara penayangan iklan, tetapi komitmen kami untuk mengutamakan pengguna dan menjaga kepercayaan tetap tidak berubah,” menurut pernyataan OpenAI.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Uni Eropa Sepakati Perjanjian Dagang Bebas dengan Negara Mercosur

18 Jan 2026, 12:05 WIBBusiness