Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Komparasi Googlebook vs Laptop Windows, Apa Saja Perbedaannya?
Googlebook (blog.google)
  • Google memperkenalkan Googlebook dengan Alumunium OS berfokus pada AI dan integrasi Gemini, berbeda dari Windows yang tetap unggul dalam ekosistem luas serta dukungan aplikasi dan gaming.
  • Desain Googlebook menonjol lewat fitur Glowbar LED pelangi yang fungsional, sementara laptop Windows hadir dalam berbagai bentuk seperti ultrathin, convertible, hingga gaming tebal.
  • Googlebook difokuskan untuk kemudahan penggunaan dengan integrasi AI tinggi tanpa menargetkan performa ekstrem, sedangkan laptop Windows menawarkan fleksibilitas fungsi dan rentang harga lebih luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada 12 Mei 2026 Google memperkenalkan lini laptop terbarunya, yaitu Googlebook. Laptop tersebut akan menjadi penerus dari Pixelbook dan Chromebook yang sudah mengudara terlebih dahulu selama beberapa tahun. Selain itu, Googlebook juga sangat berbeda dengan laptop Windows, entah dari desain hingga sistem operasi (OS).

Berdasarkan bocoran dari Google, Googlebook akan menggunakan OS terbaru, pakai desain yang mencolok, dan tak secara langsung bersaing dengan laptop Windows. Penasaran apa saja perbedaan Googlebook vs laptop Windows? Yuk, bahas!

1. Perbedaan OS Googlebook dan laptop Windows

ilustrasi laptop (unsplash.com/JC Mariano)

Penggunaan OS merupakan perbedaan paling mencolok yang dimiliki kedua laptop tersebut. Dilansir Mashable, Googlebook dikabarkan akan menggunakan OS terbaru besutan Google, yaitu Alumunium OS yang berfokus pada AI dan integrasi Gemini. Alumunium OS nantinya juga bisa menginstal aplikasi Android, mirip dengan ChromeOS. Antarmukanya juga mirip dengan tampilan Android.

Seperti namanya, laptop Windows menggunakan OS Windows, entah itu Windows 8, 10, atau 11. Beberapa kelebihan Windows adalah antarmukanya yang mudah dimengerti, sangat optimal untuk gaming, punya ekosistem yang matang, dan memiliki banyak aplikasi yang bisa diinstal dari berbagai sumber. Perbedaan OS dari kedua laptop tersebut akan memberikan pengalaman penggunaan yang unik.

2. Perbedaan performa Googlebook dan laptop Windows

Googlebook (blog.google)

Belom ada informasi resmi terkait spesifikasi atau performa dari Googlebook. Jadi, kita masih belum bisa tahu bagaimana Googlebook akan menjalankan game, membuka aplikasi, atau melakukan rendering. Namun, laman CNET menjelaskan kalau nantinya Googlebook akan mendukung beberapa processor berbasis ARM atau x86 seperti processor buatan Qualcomm, Intel, atau MediaTek.

Laptop Windows sudah terkenal akan performanya yang cukup andal di berbagai situasi. Laptop Windows juga bisa menggunakan berbagai processor, khususnya Intel, Snapdragon, dan AMD. Laptop Rp5 jutaan sekalipun sudah bisa menjalankan game ringan dan mengedit video 1080p. Untuk laptop belasan hingga puluhan juta, kamu bisa memainkan game AAA hingga rendering video 4K.

3. Perbedaan desain Googlebook dan laptop Windows

ilustrasi laptop (commons.wikimedia.org/www.Pixel.la Free Stock Photos)

Dilansir SamMobile, Googlebook memiliki satu estetika desain yang unik, yaitu lampu LED memanjang bernama Glowbar. LED tersebut berada di bagian luar laptop dan punya warna pelangi. Glowbar tak cuma hadir sebagai estetika desain semata, tapi memiliki fungsional. Belum ada konfirmasi terkait kegunaan konkritnya, tapi kemungkinan Glowbar bisa digunakan sebagai LED notifikasi atau indikator baterai.

Selain Glowbar, Googlebook nampaknya mirip dengan laptop pada umumnya dengan desain clam shell. Di sisi lain, desain laptop Windows jauh lebih bervariasi. Ada laptop Windows dengan desain clam shell yang mainstream. Ada juga laptop Windows super tipis dengan bobot di bawah 2 kilogram. Ada juga laptop gaming yang tebal dan laptop convertible yang layarnya bisa ditekuk hingga dicopot.

4. Perbedaan fungsi Googlebook dan laptop Windows

Googlebook (blog.google)

Laptop Windows adalah perangkat serbaguna yang bisa memenuhi berbagai kebutuhan pengguna. Tiap laptop dibuat, dirancang, dan disesuaikan dengan spesifik. Ada laptop bisnis yang mengedepankan baterai tahan lama dan keamanan tinggi. Laptop gaming difungsikan sebagai perangkat gaming dengan performa tinggi. Laptop kantor biasanya tipis dan berfungsi sebagai perangkat untuk mengolah data.

Berdasarkan informasi di blog resmi Google, Googlebook tidak ditunjukan sebagai perangkat dengan performa atau fleksibilitas tinggi. Fungsi utama Googlebook adalah untuk memudahkan penggunaan. Karena itu, Googlebook memiliki integrasi AI yang baik agar pengguna bisa mengedit foto, membuka file, menulis email, hingga melakukan kustomisasi dengan lebih mudah.

5. Perbedaan harga Googlebook dan laptop Windows

ilustrasi laptop (commons.wikimedia.org/Kevin Boey)

Laptop Windows dijual dengan harga yang beragam. Laptop entry level dengan processor seperti Intel Celeron, Intel Core i3, atau Ryzen 3 harganya mulai Rp4 juta--5 jutaan. Laptop mid-range dengan processor Intel Core i5 atau Ryzen 5 dibanderol sekitar Rp8 juta--15 jutaan. Ada juga laptop kelas atas yang pakai Intel Core Ultra atau Ryzen AI dengan harga mencapai puluhan jutaan.

Google sendiri belum memberi bocoran terkait harga resmi Googlebook. Jika menilik produk sebelumnya, Chromebook, bisa saja Googlebook dijual dengan harga yang cukup terjangkau seperti 500 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp8 jutaan. Hal tersebut selaras dengan hadirnya MacBook Neo, yaitu laptop murah dari Apple yang harga terendahnya ada di angka 599 dolar AS atau sekitar Rp10 jutaan.

Perbandingan Googlebook vs. laptop Windows tersebut membuktikan bahwa keduanya merupakan perangkat yang benar-benar berbeda. Walau sama-sama "laptop", tapi Googlebook tak mencoba meniru semua hal yang ada di laptop Windows. Sebaliknya, Googlebook membawa fitur, desain, dan identitas tersendiri yang membuatnya nampak menarik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team