Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lenovo Legion Pro Rollable yang bisa direntangkan sampai 24 inci
Lenovo Legion Pro Rollable yang bisa direntangkan sampai 24 inci (news.lenovo.com)

Pernah membayangkan sebuah laptop dengan layar yang bisa digulung? Lenovo kini berhasil mewujudkan konsep tersebut. Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat, Lenovo memamerkan sebuah laptop bernama Legion Pro Rollable.

Sesuai namanya, Legion Pro Rollable merupakan laptop gaming yang mengusung layar OLED fleksibel berukuran dasar 16 inci. Layar ini dapat diperluas secara horizontal melalui mekanisme rollable screen, sehingga memungkinkan diagonal layar membesar hingga 24 inci. Saat tidak dibutuhkan, panel layar dapat digulung kembali agar laptop tetap ringkas saat dilipat. Selain ukuran maksimum tersebut, Lenovo juga menyediakan opsi ukuran 21,5 inci yang mana pengguna dapat menyesuaikan tampilan layar sesuai kebutuhan. Lantas, keunggulan apa saja yang ditawarkan Legion Pro Rollable? Simak ulasan berikut.

1. Lenovo Legion Pro Rollable dibangun dari basis Legion Pro 7i

NVIDIA® GeForce RTX™ 5090 (nvidia.com)

Lenovo Legion Pro Rollable dibangun di atas fondasi Legion Pro 7i yang menyajikan spesifikasi kelas atas. Laptop ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop dari lini RTX 50 Series. Berbasis arsitektur NVIDIA Blackwell, GPU ini menghadirkan lompatan besar dalam performa grafis sekaligus membuka kemampuan baru bagi gamer dan kreator berkat dukungan komputasi AI dalam skala masif.

Kehadiran teknologi NVIDIA DLSS 4 memungkinkan peningkatan performa secara signifikan sekaligus menghadirkan kualitas visual yang lebih tajam dan stabil. RTX 50 Series juga mendukung proses pembuatan konten berkecepatan tinggi dan fitur NVIDIA Studio, yang dirancang untuk memaksimalkan alur kerja kreatif di satu perangkat. Tak hanya mengandalkan kekuatan GPU, Legion Pro Rollable juga dibekali Lenovo AI Engine+ yang ditenagai Lenovo LA Core (LA1 + LA3).

Sistem ini mampu melakukan deteksi skenario secara real-time untuk mengatur distribusi sumber daya secara cerdas, meningkatkan FPS, dan menjaga performa tetap optimal. Fitur Smart FPS secara dinamis menyesuaikan pengaturan agar gameplay tetap mulus dan stabil, bahkan dalam situasi kompetitif yang menuntut performa tinggi. Selain itu, tuning CPU dan GPU berbasis AI turut mendorong peningkatan FPS, menjadikan perangkat ini siap untuk kebutuhan gaming kompetitif.

2. Legion Pro Rollable memiliki tiga mode tampilan

Lenovo Legion Pro Rollable 16 inci dalam Focus Mode (news.lenovo.com)

Secara fungsional, Legion Pro Rollable dirancang memiliki tiga mode tampilan yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan latihan esports. Pertama, Focus Mode menampilkan layar berukuran 16 inci yang ideal untuk melatih presisi, kontrol mekanik, dan refleks. Saat membutuhkan ruang pandang lebih luas, Tactical Mode memungkinkan layar diperluas hingga 21,5 inci untuk menunjang latihan kesadaran periferal dan koordinasi tim. Sementara itu, Arena Mode menghadirkan layar terbentang penuh hingga 24 inci, mendekati standar monitor yang umum digunakan dalam kompetisi esports profesional.

Ketiga mode tersebut dimungkinkan berkat penggunaan Lenovo PureSight OLED Gaming Display bermekanisme gulung horizontal berbasis dual-motor dan sistem ketegangan khusus. Rancangan ini memastikan proses ekspansi dan kontraksi layar berlangsung mulus, stabil, minim getaran, dan rendah kebisingan. Lenovo juga mengaplikasikan material rendah gesekan pada area tertentu guna melindungi panel OLED dari abrasi, sehingga layar tetap aman dan terjaga meski digunakan berulang kali dalam siklus penggulungan.

3. Lenovo Legion Pro Rollable ditujukan bagi atlet esports yang membutuhkan perangkat latihan dan mudah dibawa bepergian

Lenovo Legion Go (news.lenovo.com)

Legion Pro Rollable dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan atlet esports profesional yang memerlukan perangkat latihan berperforma tinggi, tetapi tetap praktis untuk dibawa bepergian. Dalam ajang kompetisi, para atlet umumnya bertanding menggunakan monitor berukuran 24 inci atau lebih demi mendapatkan bidang pandang optimal. Kebutuhan tersebut sulit dipenuhi oleh laptop konvensional yang terikat pada ukuran layar tetap. Melalui konsep layar fleksibel, Lenovo berupaya menghadirkan pengalaman latihan berskala kompetisi dalam perangkat yang tetap portabel.

Mengacu pada informasi resmi Lenovo, layar Legion Pro Rollable mengandalkan mekanisme motor ganda berbasis gaya tarik (tension) yang memungkinkan panel display mengembang dan menyusut kembali secara halus. Rancangan ini diklaim mampu meminimalkan suara dan getaran selama proses penggulungan, sekaligus menjaga kestabilan dan ketegangan panel layar. Pendekatan tersebut dirancang agar perubahan ukuran layar tetap nyaman digunakan dalam berbagai skenario latihan tanpa mengganggu fokus pengguna.

Selain memamerkan Legion Pro Rollable, Lenovo juga memperkenalkan sejumlah perangkat gaming lain di lini Legion. Salah satunya adalah Legion Go berbasis SteamOS, handheld gaming paling bertenaga dari Lenovo yang mengombinasikan kekuatan hardware Legion Go dengan fleksibilitas dan akses gim dari ekosistem SteamOS. Lenovo juga menghadirkan Legion 7a, yang ditenagai prosesor terbaru AMD Ryzen AI 400 Series dan GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series, menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat serbaguna untuk aplikasi STEM, streaming, hingga gim kelas AAA.

Meski menawarkan konsep yang terbilang unik, Lenovo menegaskan bahwa Legion Pro Rollable masih berstatus proof of concept. Artinya, masih belum ada kepastian apakah perangkat ini akan diproduksi secara massal dan dipasarkan ke publik. Kendati demikian, kehadirannya menjadi indikasi kuat khususnya dalam menggabungkan fleksibilitas layar dan performa ekstrem untuk memenuhi kebutuhan gamer dan atlet esports di masa mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team