Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Perbedaan MacBook Air M1 vs M5, Mana yang Paling Pas buat Kamu?
MacBook Air M1 (pexels.com/GuilhermePedrosa)
  • MacBook Air M5 hadir dengan desain bodi datar, bezel lebih tipis, serta pilihan ukuran 13,6 dan 15 inci yang membuat tampilannya lebih modern dibandingkan M1.
  • Seri M5 menawarkan peningkatan signifikan pada RAM dan SSD dasar, kembalinya port MagSafe, serta performa jauh lebih cepat untuk tugas berat seperti editing video atau komputasi AI.
  • M1 tetap relevan untuk kebutuhan ringan dengan harga bekas terjangkau, sementara M5 menjadi opsi investasi jangka panjang berkat spesifikasi tinggi meski dibanderol sekitar Rp20 jutaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jarak 6 tahun antara perilisan MacBook Air M1 dan MacBook Air M5 tentu membuat banyak orang penasaran dan menyimpan banyak tanya. Apple membawa lompatan teknologi yang sangat masif pada cip generasi terbarunya ini. Kamu mungkin mulai bimbang apakah laptop M1 lama kamu sudah waktunya diganti dengan seri M5 yang punya desain dan performa jauh lebih segar.

Di atas kertas, seri M5 menawarkan upgrade luar biasa mulai dari kapasitas RAM dasar yang lebih lega hingga kembalinya port MagSafe. Meski begitu, performa M1 ternyata masih sangat relevan untuk tugas harian dengan harga yang kini jauh lebih terjangkau. Mari bedah langsung perbedaan kedua laptop ini agar kamu bisa menentukan pilihan yang paling tepat sasaran, yuk!

1. Desain bodi dan bezel layar Air M5 yang lebih modern

MacBook Air M5 (pexels.com/KobyBestrzynski)

MacBook Air M1 hadir dengan desain bodi meruncing yang ikonik namun memiliki bingkai layar cukup tebal. Sebaliknya, MacBook Air M5 tampil lebih modern dengan bodi rata yang sangat tipis dan bezel layar jauh lebih tipis berkat kehadiran poni kamera. Pilihan ukurannya pun bertambah karena M5 kini tersedia dalam varian 13,6 inci dan 15 inci.

2. Kapasitas RAM dan SSD dasar yang makin lega

MacBook Air M5 (pexels.com/MTTVS)

Versi paling murah dari M1 hanya dibekali RAM 8GB dan penyimpanan SSD 256GB. Kapasitas ini sering kali terasa kurang untuk standar aplikasi masa kini. Di sisi lain, Apple memberikan peningkatan nilai yang luar biasa pada seri M5 karena varian dasarnya langsung dimulai dari RAM 16GB dan SSD 512GB tanpa menuntut biaya tambahan.

3. Ketersediaan port charging yang lebih fleksibel

ilustrasi magsafe di MacBook (unsplash.com/dlxmedia.hu)

Keterbatasan port menjadi salah satu kelemahan utama M1 karena kamu hanya mendapat dua port USB-C di sisi kiri untuk semua urusan. Masalah ini diselesaikan dengan manis oleh M5 melalui kembalinya port MagSafe khusus untuk mengisi daya. Kehadiran MagSafe membuat port USB-C kamu tetap bebas dipakai untuk menyambungkan monitor atau hardisk eksternal.

4. Performa komputasi kasual melawan tugas berat

Macbook Air M1 (unsplash.com/DanielRomero)

Jika kamu sekadar butuh laptop untuk mengetik dokumen atau browsing internet, performa M1 masih sangat mulus dan relevan digunakan hingga saat ini. Namun, untuk beban kerja kelas berat seperti edit video 4K, coding, dan tugas komputasi AI, cip M5 memiliki performa ngebut yang lompatannya nyaris menyamai seri Pro.

5. Kualitas webcam yang lebih jernih untuk urusan meeting

MacBook Air M5 (unsplash.com/Swello)

Kamera bawaan M1 masih beresolusi 720p yang sering kali menghasilkan gambar kurang tajam di kondisi minim cahaya. M5 memperbaiki sektor ini dengan menanamkan kamera beresolusi 1080p yang jauh lebih jernih. Peningkatan ini pastinya sangat berguna untuk menjaga citra profesional kamu saat melakukan video meeting bersama klien atau tim kerja.

6. Pertimbangan harga dan nilai investasi jangka panjang

MacBook Air M1 (unsplash.com/ThaiNguyen)

Harga M1 saat ini sudah turun sangat drastis sehingga cocok untuk kamu yang memiliki budget ketat. Kamu bisa dapatkan unit bekas Air M1 di angka Rp6-9 jutaan. Meski begitu, dengan spesifikasi dasar memori dan penyimpanan yang sudah dilipatgandakan, M5 dianggap memiliki penawaran harga yang sangat kompetitif untuk kamu jadikan investasi laptop andalan yang awet hingga bertahun-tahun ke depan. Air M5 sendiri harga barunya dibanderol sekitar Rp20 jutaan di toko resmi.

7. Kesamaan daya tahan baterai dan desain tanpa kipas

Macbook Air M1 (unsplash.com/LumiW)

Walau terpisah 6 tahun lamanya, kedua generasi laptop ini sama-sama mempertahankan desain fanless alias tanpa kipas pendingin sehingga sangat sunyi saat dipakai. Efisiensi daya khas Apple Silicon juga membuat baterai kedua perangkat ini sama-sama sangat awet untuk menemani kamu beraktivitas seharian penuh tanpa perlu repot mencari colokan listrik. Tapi karena Air M1 sudah tidak diproduksi lagi, pastikan kamu dapat unit bekas yang masih bagus.

8. Kekurangan angka refresh rate pada layar seri M5

MacBook Air M5 (pexels.com/KobyBestrzynski)

Di balik semua lompatan teknologi yang dibawanya, layar M5 masih tertahan di angka refresh rate 60Hz. Hal ini mungkin terasa kurang mulus di mata jika kamu sudah terbiasa bekerja dengan menyambungkan laptop ke monitor eksternal yang mendukung angka refresh rate 120Hz.

Memutuskan meminang MacBook Air M1 atau MacBook Air M5 sepenuhnya bergantung pada skala prioritas dan jenis pekerjaan kamu. Jika rutinitas harian kamu lebih banyak berkutat pada penyusunan dokumen atau sekadar browsing ringan, pesona harga terjangkau dari M1 masih sangat sulit untuk diabaikan. Sebaliknya, pekerjaan lebih berat bisa dilibas oleh si M5, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team