Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Laptop 2 in 1 Cepat Rusak
ilustasi laptop 2 in 1 Windows (unsplash.com/Windows)

Intinya sih...

  • Laptop 2 in 1 dirancang fleksibel sebagai laptop dan tablet dengan engsel serta layar sentuh yang diuji ketahanannya, meski tetap berisiko lebih cepat aus jika digunakan tanpa perawatan tepat.

  • Bagian paling rentan rusak adalah engsel, layar sentuh, dan konektor keyboard detachable, tetapi produsen sudah meningkatkan material agar ketahanan laptop lipat tetap terjamin untuk pemakaian jangka panjang.

  • Untuk menjaga daya tahan laptop hybrid, pengguna disarankan memakai dua tangan saat melipat, menggunakan pelindung layar, menjaga suhu pemakaian, serta memilih seri sesuai kebutuhan produktivitas ringan atau menengah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang penasaran, "Apakah laptop 2 in 1 cepat rusak atau justru tahan lama digunakan sehari-hari?" Pertanyaan ini wajar muncul, mengingat desain laptop hybrid atau convertible menggabungkan fungsi laptop sekaligus tablet.

Dengan bodi yang ramping, engsel fleksibel, dan layar sentuh, sebagian orang khawatir daya tahannya tidak sekuat laptop konvensional. Untuk mengetahui lebih lanjut, IDN Times akan membahas tuntas sepuluh pertanyaan seputar laptop 2 in 1 mulai dari definisi, potensi kerusakan, hingga tips agar lebih awet. Simak, yuk!

1. Apa yang dimaksud laptop 2 in 1?

laptop 2 in 1 dapat menghemat biaya kamu (unsplash.com/Joshua Huerzeler)

Laptop 2 in 1 adalah perangkat hybrid yang bisa digunakan sebagai laptop sekaligus tablet. Secara umum, ada dua jenisnya, yaitu model convertible yang layarnya dapat diputar hingga 360 derajat dan model detachable yang layarnya bisa dilepas dari keyboard. Dengan desain fleksibel, laptop 2 in 1 menawarkan kenyamanan untuk bekerja, menonton, hingga menggambar.

Melansir Acer Indonesia, laptop 2 in 1 biasanya dibekali layar sentuh dan stylus pen. Ukurannya juga ringkas, sehingga mudah dibawa ke mana saja. Laptop lipat ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas tinggi tanpa harus membawa dua perangkat terpisah.

2. Apakah laptop 2 in 1 lebih cepat rusak dibanding laptop biasa?

Pertanyaan mengenai apakah laptop 2 in 1 lebih cepat rusak sering muncul karena desainnya yang unik. Pada dasarnya, laptop hybrid dirancang dengan engsel khusus yang bisa diputar berkali-kali. Produsen laptop seperti HP menjelaskan bahwa engsel laptop convertible telah diuji hingga ribuan kali lipatan untuk memastikan ketahanan.

Namun, bila dibandingkan laptop konvensional, laptop 2 in 1 memang memiliki lebih banyak komponen bergerak terutama pada engsel dan layar sentuh. Hal ini bisa menjadi salah satu kekurangan laptop 2 in 1. Sebab, penggunaan yang terlalu kasar atau sering berpotensi mempercepat ausnya engsel.

Dilansir HP Tech Takes, meski diuji untuk daya tahan, umur pakai tetap sangat bergantung pada cara pemakaian pengguna. Jadi, pengguna bisa lebih berhati-hati saat menggunakan laptop hybrid.

3. Apa bagian paling rentan rusak dari laptop 2 in 1?

Bagian yang paling rentan pada laptop hybrid adalah engsel lipat dan layar sentuh. Karena laptop jenis ini mengandalkan pergerakan engsel setiap kali digunakan dalam mode tablet maupun laptop, komponen tersebut menanggung beban paling besar. Jika engsel digunakan terlalu sering dengan tekanan berlebih, risiko longgar atau patah bisa meningkat.

Selain itu, layar sentuh menjadi titik rawan. Menukil HP, sensitivitas panel sentuh dapat berkurang seiring waktu khususnya bila sering ditekan terlalu keras atau terkena goresan.

Di sisi lain, keyboard detachable pada model tertentu juga rawan bermasalah jika konektor sering dilepas-pasang. Hal ini membuat banyak orang berasumsi bahwa laptop 2 in 1 cepat rusak. Meski begitu, produsen telah meningkatkan kualitas material agar ketahanan laptop lipat tetap terjamin untuk pemakaian jangka panjang.

4. Apakah engsel laptop 2 in 1 mudah longgar?

ilustrasi laptop 2 in 1 (unsplash.com/Microsoft 365)

Banyak orang khawatir bahwa engsel laptop 2 in 1 mudah longgar karena fungsinya yang harus dilipat berkali-kali. Faktanya, produsen besar seperti HP dan Acer telah mendesain engsel khusus dengan uji ketahanan ribuan kali lipatan. Dilansir HP Tech Takes, mekanisme ini memang dibuat agar tetap kokoh meski digunakan setiap hari.

Kendati demikian, risiko longgar tetap ada bila laptop sering dibuka dengan satu tangan, dilipat secara kasar, atau digunakan dalam posisi ekstrem. Hal ini berkaitan dengan ketahanan laptop lipat yang sangat bergantung pada cara pemakaian.

5. Apakah layar sentuh laptop 2 in 1 cepat bermasalah?

Pertanyaan berikutnya adalah apakah layar sentuh laptop 2 in 1 cepat bermasalah. Sebagai komponen utama, layar sentuh memang bekerja lebih intensif dibanding layar biasa karena terus menerima input jari atau stylus. Menukil Acer Indonesia, panel layar sentuh modern sudah menggunakan teknologi tempered glass dengan lapisan anti-gores agar lebih tahan lama.

Namun, beberapa masalah tetap bisa muncul, seperti sensitivitas yang menurun atau adanya dead pixel. Risiko ini biasanya terjadi akibat tekanan terlalu keras, terjatuh, atau tidak menggunakan pelindung layar.

Karena itu, daya tahan laptop hybrid pada bagian layar sangat dipengaruhi oleh cara pengguna merawat perangkat. Jika dijaga dengan baik, umur layar bisa sama panjangnya dengan laptop biasa.

6. Bagaimana cara merawat laptop 2 in 1 agar awet?

Untuk menjaga ketahanan laptop lipat, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu terapkan. Berikut tipsnya:

  • Selalu gunakan dua tangan saat membuka dan menutup layar agar beban pada engsel merata.

  • Pasang pelindung layar atau gunakan stylus bawaan agar panel sentuh tidak cepat tergores.

  • Biasakan menyimpan laptop di tas khusus dengan bantalan untuk mengurangi risiko benturan.

  • Jangan lupa rutin membersihkan layar dan keyboard detachable dengan kain microfiber.

  • Gunakan laptop di suhu normal karena panas berlebih dapat memengaruhi daya tahan laptop hybrid secara keseluruhan.

7. Apakah laptop 2 in 1 cocok untuk pelajar atau pekerja kantoran?

Banyak pelajar dan pekerja kantoran mempertimbangkan laptop hybrid karena fleksibilitasnya. Laptop ini memungkinkan pengguna mengetik dengan keyboard saat menulis laporan, lalu beralih ke mode tablet untuk presentasi atau membaca. Menukil Acer, fungsi ganda inilah yang membuat laptop 2 in 1 sangat praktis untuk mobilitas tinggi.

Namun, ada juga kekurangan laptop 2 in 1 yang perlu dipertimbangkan, seperti harga lebih mahal dan spesifikasi hardware yang kadang terbatas dibanding laptop gaming atau workstation. Untuk kebutuhan produktivitas harian, laptop lipat ini tetap ideal, apalagi jika kamu membutuhkan perangkat ringan dan serbaguna.

Walaupun ada kekhawatiran bahwa laptop 2 in 1 cepat rusak, perangkat ini bisa jadi pilihan tepat bagi pelajar maupun pekerja kantoran. Jangan lupa selalu rawat laptop dengan benar.

8. Apakah baterai laptop 2 in 1 lebih cepat habis?

ilustrasi charger laptop (unsplash.com/Homemade Media)

Salah satu pertanyaan yang sering muncul juga adalah apakah baterai laptop 2 in 1 lebih cepat habis dibanding laptop biasa. Hal ini mengingat laptop hybrid memiliki layar sentuh yang selalu aktif dan terkadang digunakan bersama stylus. Melansir HP, produsen sudah membekali laptop convertible dengan teknologi baterai hemat daya serta prosesor efisien untuk menjaga ketahanan.

Perlu diingat, penggunaan layar sentuh memang bisa sedikit lebih menguras baterai dibanding panel non-touch. Faktor lain seperti tingkat kecerahan layar, multitasking, dan aplikasi berat juga ikut memengaruhi. Jadi, daya tahan baterai laptop hybrid sangat tergantung pada pola pemakaian, bukan hanya jenis perangkatnya.

9. Apakah laptop 2 in 1 bisa dipakai untuk kerja berat seperti editing video?

Banyak orang bertanya apakah laptop 2 in 1 bisa dipakai untuk kerja berat seperti editing video. Secara umum, laptop hybrid dirancang untuk mobilitas dan produktivitas ringan hingga menengah, seperti mengetik, browsing, presentasi, atau desain grafis ringan.

Dilansir Acer Indonesia, beberapa model premium memang dilengkapi prosesor Intel Core i7 atau AMD Ryzen dengan RAM besar, sehingga cukup mumpuni untuk editing sederhana. Namun, jika kamu berencana melakukan rendering video beresolusi tinggi atau animasi 3D, laptop 2 in 1 bukan pilihan terbaik.

Kekurangan laptop 2 in 1 adalah desain tipis yang membatasi sistem pendingin, sehingga performa bisa menurun saat dipaksa kerja berat terlalu lama. Untuk pekerjaan intensif, laptop biasa lebih disarankan, sedangkan laptop lipat tetap cocok untuk kebutuhan fleksibel sehari-hari.

10. Apakah laptop 2 in 1 lebih lambat?

Pertanyaan terakhir yang sering diajukan adalah apakah laptop 2 in 1 lebih lambat daripada laptop konvensional. Pada dasarnya, kecepatan laptop ditentukan oleh spesifikasi hardware seperti prosesor, RAM, dan penyimpanan SSD. Menukil HP, laptop hybrid saat ini sudah dibekali komponen modern yang setara dengan laptop biasa, sehingga tidak selalu lebih lambat.

Namun, untuk menjaga bobot dan desain tipis, beberapa model 2 in 1 memang menggunakan prosesor hemat daya yang performanya lebih rendah dibanding prosesor high-performance. Hal ini membuatnya terasa lebih lambat ketika menjalankan aplikasi berat, tetapi tetap lancar untuk aktivitas produktivitas standar.

Jadi, anggapan bahwa laptop 2 in 1 cepat rusak atau selalu lemot tidak sepenuhnya benar. Semuanya kembali pada pilihan seri dan kebutuhan penggunaan.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa pertanyaan apakah laptop 2 in 1 cepat rusak sangat bergantung pada cara penggunaan dan perawatan. Laptop hybrid memang memiliki lebih banyak komponen bergerak seperti engsel dan layar sentuh, tetapi produsen telah melakukan pengujian ketahanan agar perangkat tetap awet. 

Jika digunakan dengan bijak dan dirawat dengan benar, ketahanan laptop lipat dapat setara dengan laptop konvensional. Untuk mengetahui ulasan lain seputar gadget, baca artikel menarik lainnya hanya di IDN Times!

FAQ lainnya seputar laptop 2 in 1

  1. Berapa umur rata-rata laptop 2 in 1?
    Umumnya, laptop 2 in 1 bisa bertahan 3 sampai 5 tahun sama seperti laptop biasa, tergantung kualitas komponen dan perawatan pengguna.

  2. Apakah laptop 2 in 1 bisa diperbaiki jika engselnya rusak?
    Ya, engsel bisa diperbaiki atau diganti. Namun, biayanya cukup mahal dibanding laptop biasa karena menggunakan mekanisme khusus.

  3. Apakah laptop 2 in 1 rawan overheat?
    Beberapa model tipis memang lebih cepat panas jika dipakai untuk kerja berat. Pendinginan tambahan dan pemakaian normal bisa membantu menjaga daya tahan laptop hybrid.

  4. Apakah keyboard detachable mudah rusak?
    Apabila sering dilepas pasang dengan kasar, konektornya bisa longgar. Perlu kehati-hatian agar tidak memperpendek umur pemakaian.

  5. Apakah laptop 2 in 1 cocok untuk gaming?
    Laptop 2 in 1 biasanya tidak dirancang untuk gaming berat. Cocoknya untuk game kasual atau ringan karena keterbatasan spesifikasi dan sistem pendingin.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melewati proses penyuntingan oleh tim content IDN Times.

Editorial Team