Selama lebih dari satu dekade, S Pen telah menjadi salah satu identitas paling kuat dari seri flagship Samsung, terutama sejak era Galaxy Note hingga berlanjut ke lini Ultra. S Pen menjadi simbol produktivitas berkat presisi tinggi, fleksibilitas penggunaan, dan fitur-fitur canggih yang mendukung berbagai kebutuhan. Tak sedikit pengguna yang menjadikannya sebagai alasan utama memilih perangkat flagship dibandingkan merek lain.
Namun, arah perkembangan terbaru justru memunculkan pertanyaan besar. Sejumlah perubahan yang dilakukan secara bertahap terkesan mengurangi kapabilitas S Pen. Mulai dari dihilangkannya fitur berbasis Bluetooth hingga absennya dukungan stylus pada perangkat lipat terbaru, semuanya memicu spekulasi bahwa perusahaan tengah mengevaluasi kembali peran S Pen ke depan. Berikut beberapa indikasi perubahan yang terjadi.
