Apple mulai menunjukkan perubahan strategi dalam bisnis laptop mereka lewat kehadiran MacBook Neo. Selama ini MacBook dikenal sebagai perangkat premium yang identik bersama harga tinggi dan menyasar kalangan profesional. Namun, Apple kini justru mencoba menggaet kelompok usia muda serta segmen entry-level yang selama ini lebih banyak memakai laptop Windows atau Chromebook.
MacBook Neo menjadi laptop MacBook paling murah yang pernah diluncurkan Apple. Di Indonesia, produk ini hadir dalam dua pilihan penyimpanan, yaitu 256 GB seharga Rp10,7 juta dan 512 GB senilai Rp12,9 juta. Harga yang lebih rendah dibanding lini MacBook lain membuat perangkat tersebut mulai menarik perhatian pelajar, mahasiswa, hingga pengguna baru yang ingin masuk ke ekosistem Apple.
Langkah tersebut dinilai cukup berbeda karena Apple selama ini lebih identik bersama perangkat premium berharga tinggi. Kehadiran MacBook Neo juga dianggap sebagai upaya perusahaan memperluas basis pengguna Mac ke pasar yang lebih luas. Lalu, apa alasan Apple membidik pasar anak muda lewat MacBook Neo? Berikut penjelasannya.
