Pihak keluarga kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, menangkap secercah harapan dalam proses pencarian. Mengutip IDN Times Sulsel, Selasa (20/1/2025), harapan itu muncul setelah smartwatch milik Farhan diklaim masih merekam aktivitas langkah kaki sejak pagi hingga malam di kawasan hutan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Berdasarkan informasi keluarga, HP Farhan masih terhubung langsung dengan smartwatch tersebut.
Meski pesawat yang ditumpangi Farhan telah dinyatakan jatuh pada Sabtu siang, 17 Januari 2026, data pada smartwatch justru menunjukkan jumlah langkah yang terus bertambah. Hingga saat ini, perangkat tersebut mencatat lebih dari 13 ribu langkah. Penambahan angka itu disebut terus terjadi hingga hari ketiga sejak Farhan berada di kawasan hutan sehingga keluarga berharap upaya pencarian dapat dilakukan secara lebih intensif.
Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan telah menindaklanjutinya dengan melakukan koordinasi dan evaluasi di lapangan. Hingga kini masih belum ditemukan bukti fisik yang dapat memastikan keberadaan Farhan. Tim SAR juga belum mendapati suara, isyarat, maupun tanda lain yang dapat mengonfirmasi data pergerakan smartwatch sebagai bukti kehidupan korban. Seluruh data aktivitas dari perangkat tersebut masih dalam tahap analisis lebih lanjut.
Berkaca dari hal tersebut, muncul pertanyaan soal sejauh mana hubungan antara smartwatch dan HP memengaruhi pencatatan langkah kaki? Untuk memahami hal tersebut, penting mengetahui cara kerja sensor dan algoritma pada smartwatch, yang pada dasarnya mampu merekam pergerakan secara mandiri tanpa selalu bergantung pada koneksi eksternal seperti Bluetooth atau GPS. Penjelasan lengkap mengenai mekanisme ini akan dibahas dalam artikel berikut!
