Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mungkinkah Smart Rings Gantikan Peran Smartwatch di 2026?

Smalth Ring Titanium
Smalth Ring Titanium (smalth.com)
Intinya sih...
  • Smart rings menarik perhatian karena tidak mengganggu aktivitas pengguna, nyaman digunakan sepanjang hari, dan kumpulkan data kesehatan.
  • Smart rings beroperasi tanpa layar, cocok bagi yang rentan digital fatigue, namun sulit gantikan fungsi interaktif smartwatch.
  • Smart rings belum siap gantikan smartwatch karena keterbatasan dalam interaksi dan pelacakan olahraga, serta banderol harga premium.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang menganggap smartwatch sebagai pengganti jam tangan konvensional. Namun, seiring perkembangan teknologi, fungsinya justru semakin meluas hingga membuatnya terasa seperti perpanjangan smartphone yang dipasang di pergelangan tangan. Beragam fitur dan notifikasi yang terus bermunculan membuat sebagian pengguna merasa smartwatch lebih sering mengganggu daripada membantu.

Di sisi lain, smart rings hadir sebagai alternatif wearable yang lebih sederhana dan minim distraksi. Ukurannya yang kecil dan dikenakan di jari menawarkan pengalaman teknologi yang bekerja secara pasif. Berbeda dengan smartwatch, perangkat ini tidak dibekali layar maupun notifikasi aktif. Lalu, mungkinkah smart rings mampu menggantikan peran smartwatch sepenuhnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1. Mengapa smart rings mulai menarik perhatian?

Oura Ring 4 Ceramic
Oura Ring 4 Ceramic (ouraring.com)

Salah satu daya tarik utama smart rings adalah sifatnya yang tidak mengganggu aktivitas pengguna. Smart rings bekerja tidak seperti smartwatch yang terus menyala dan bergetar ketika ada notifikasi muncul. Smart rings mengumpulkan berbagai data kesehatan, seperti detak jantung, kualitas tidur, kadar oksigen darah, dan tren suhu tubuh.

Kenyamanan juga menjadi alasan mengapa smart rings semakin diminati. Ukurannya yang ringan membuatnya nyaman digunakan sepanjang hari, termasuk saat tidur. Inilah keunikan smart rings dibandingkan smartwatch. Banyak pengguna memilih melepas smartwatch di malam hari karena terasa besar atau kurang nyaman di pergelangan tangan, sementara smart rings dirancang hampir tidak terasa saat dikenakan.

2. Smart rings sebagai wearable kesehatan yang minim distraksi visual

Samsung Galaxy Ring
Samsung Galaxy Ring (samsung.com)

Smart rings diposisikan sebagai wearable kesehatan yang beroperasi tanpa layar, sehingga perhatian pengguna sepenuhnya tertuju pada pemantauan dan analisis kondisi tubuh. Data seperti tingkat stres, kualitas tidur, dan parameter lainnya dikumpulkan dan disajikan secara rinci melalui aplikasi pendamping yang terintegrasi. Informasi tersebut dapat diakses kapan pun mereka mau.

Pendekatan ini membuat smart rings sangat cocok bagi pengguna yang rentan mengalami kelelahan digital (digital fatigue). Perangkat tetap bekerja secara pasif di latar belakang tanpa menuntut interaksi berlebih. Inilah yang menjadikan smart rings semakin relevan sebagai solusi wearable yang mendukung gaya hidup lebih seimbang dan sehat.

3. Smart rings memiliki keterbatasan dalam penggunaannya

Apple Watch Ultra 2
Apple Watch Ultra 2 (apple.com)

Meski menawarkan kenyamanan tinggi, smart rings masih memiliki sejumlah keterbatasan yang cukup mencolok. Ketiadaan layar membuat perangkat ini tidak mampu menggantikan fungsi interaktif yang menjadi andalan smartwatch. Fitur seperti navigasi, membalas pesan singkat, mengontrol musik, hingga penggunaan timer tetap sulit digantikan oleh smart rings. Kemampuan-kemampuan ini justru menjadi alasan utama pengguna memilih wearable berbentuk jam tangan.

Dalam hal pelacakan olahraga, smart rings juga belum sepenuhnya menyamai performa smartwatch. Aktivitas seperti latihan beban, bersepeda, atau olahraga yang memerlukan GPS membutuhkan sensor yang lebih besar dan kompleks. Smartwatch masih unggul berkat dukungan perangkat keras yang lebih lengkap dan teknologi tambahan. Di luar itu, persoalan ukuran cincin yang harus presisi dan banderol harga premium menjadi pertimbangan tersendiri sebelum membeli.

Sebagai gambaran, Oura Ring 4 Ceramic dibanderol sekitar 499 dolar Amerika Serikat atau setara Rp8,3 jutaan. Sementara itu, Galaxy Watch 8 dijual seharga Rp5.999.000. Perbandingan ini menunjukkan bahwa smart rings belum tentu menjadi pilihan yang lebih ekonomis dibandingkan smartwatch, terutama bagi pengguna yang menginginkan fitur lebih lengkap.

4. Apakah smart rings layak menjadi pengganti atau hanya pelengkap smartwatch?

Galaxy Watch 8
Galaxy Watch 8 (samsung.com)

Melihat berbagai kelebihan dan keterbatasannya, smart rings masih belum sepenuhnya siap untuk mengambil alih peran smartwatch. Meski begitu, perangkat ini memiliki potensi besar sebagai pelengkap yang ideal. Smart rings unggul dalam pemantauan kesehatan jangka panjang, sementara smartwatch tetap berperan dalam interaksi dan pelacakan aktivitas harian. Ketika digunakan bersamaan, keduanya dapat menghadirkan pengalaman wearable yang lebih seimbang.

Menjelang 2026, teknologi smart rings diperkirakan akan semakin matang dan presisi. Namun, smartwatch tetap relevan bagi pengguna yang membutuhkan fitur aktif dan respons real-time. Alih-alih saling menggantikan, kedua perangkat ini kemungkinan akan berkembang secara berdampingan. Kalau kamu sendiri, lebih memilih smart rings atau smartwatch?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

7 Contoh AI yang Kita Gunakan Tanpa Sadar Setiap Hari

11 Jan 2026, 06:15 WIBTech