Setiap tahun, momen peluncuran iPhone selalu terasa seperti perayaan besar di dunia teknologi. Kamu mungkin melihat antrean panjang, unboxing video di mana-mana, serta media sosial penuh dengan foto perangkat terbaru. Bagi sebagian orang, kebiasaan ganti iPhone terlihat berlebihan karena ponsel lama sebenarnya masih berfungsi baik.
Meski begitu, di balik antusiasme itu ada mekanisme psikologis kuat yang ikut bermain. Keinginan membeli iPhone baru bukan sekadar soal spesifikasi, lho, tapi juga soal perasaan dan identitas diri. Dengan memahami alasan psikologis seseorang selalu ingin iPhone baru, kamu bisa lebih sadar saat memutuskan apakah benar-benar perlu upgrade atau hanya ikut arus tren.
