Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sony BRAVIA 8
Sony BRAVIA 8 (sony.co.id)

Intinya sih...

  • BRAVIA tetap dipertahankan sebagai merek global Sony dan TCL

  • Joint venture nantinya akan menangani seluruh proses bisnis

  • Kombinasi teknologi Sony dan skala industri TCL

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sony Corporation dan TCL Electronics Holdings Limited resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk menjajaki kemitraan strategis di sektor home entertainment. Pengumuman tersebut disampaikan melalui situs resmi Sony pada Selasa (20/1/2026). Kesepakatan ini menjadi langkah awal menuju pembentukan perusahaan patungan yang akan mengelola bisnis televisi dan audio rumahan Sony bersama produsen elektronik asal China, TCL. Kolaborasi dua pemain besar industri ini pun langsung menyita perhatian pasar global.

Dalam skema yang dibahas, TCL akan memegang 51 persen saham, sementara Sony menguasai 49 persen. Struktur kepemilikan ini menandakan pergeseran kendali operasional bisnis TV Sony ke tangan TCL. Lalu, bagaimana posisi dan nasib merek ikonik Sony yaitu BRAVIA dalam kerja sama ini?

1. BRAVIA tetap dipertahankan sebagai merek global

Sony BRAVIA (sony.co.id)

Sony dan TCL memastikan bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan patungan keduanya tetap akan menggunakan nama “Sony” dan “BRAVIA”. Keputusan ini menegaskan komitmen Sony untuk mempertahankan kekuatan merek yang telah dibangun selama puluhan tahun. Selama ini, BRAVIA dikenal luas sebagai representasi kualitas gambar dan audio premium di pasar global. Kepercayaan konsumen diharapkan tetap terjaga karena tetap mempertahankan nama tersebut.

Keberlangsungan merek BRAVIA juga menegaskan posisi strategis Sony dalam kerja sama ini. Meski tidak menjadi pemegang saham mayoritas, Sony tetap berperan sebagai penjaga reputasi, teknologi, dan standar kualitas produk. Di sisi lain, kerja sama ini membawa perubahan penting pada struktur operasional bisnis. Artinya, identitas merek tetap dipertahankan, sementara proses dan pengelolaan bisnis mengalami penyesuaian signifikan.

2. Joint venture nantinya akan menangani seluruh proses bisnis

TCL P7K QLED TV (tcl.com)

Perusahaan patungan yang direncanakan Sony dan TCL akan menangani seluruh proses bisnis secara terintegrasi. Ruang lingkupnya mencakup pengembangan dan desain produk, manufaktur, penjualan, logistik, hingga layanan purnajual. Model end-to-end ini memungkinkan efisiensi operasional yang lebih tinggi. Pendekatan tersebut dinilai krusial untuk menghadapi tekanan biaya dan persaingan harga di pasar global.

Perubahan struktur ini tidak hanya berdampak di level korporasi, tetapi juga berpotensi dirasakan langsung oleh konsumen. Kolaborasi Sony dan TCL membuka peluang hadirnya TV BRAVIA pada harga yang lebih kompetitif. Hal tersebut dimungkinkan lewat kombinasi teknologi pemrosesan gambar dan audio milik Sony, panel layar, dan skala manufaktur TCL. Meski demikian, Sony tetap menegaskan bahwa standar kualitas BRAVIA akan tetap terjaga.

3. Kombinasi teknologi Sony dan skala industri TCL

Chairperson TCL Electronics Holdings Limited, DU Juan (tcl.com)

Kerja sama ini dirancang untuk menyatukan kekuatan utama masing-masing perusahaan. Sony berkontribusi melalui pengalaman panjangnya dalam mengembangkan teknologi gambar dan audio berkualitas tinggi yang telah menjadi standar di industri. Di sisi lain, TCL unggul dalam teknologi panel display, skala produksi global, dan efisiensi biaya berkat rantai pasok yang terintegrasi secara vertikal. Perpaduan tersebut diharapkan mampu melahirkan produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga kompetitif di pasar global.

Seiring berkembangnya pasar TV dunia, pola konsumsi konten pun mengalami perubahan signifikan. Pertumbuhan platform OTT dan layanan video mendorong meningkatnya permintaan terhadap layar televisi berukuran besar, resolusi lebih tinggi, dan fitur pintar yang semakin canggih. Melalui penggabungan teknologi Sony dan skala industri TCL, BRAVIA diharapkan mampu memenuhi ekspektasi konsumen yang terus berubah.

Mengutip situs resmi Sony, Chairperson TCL Electronics Holdings Limited, DU Juan, menilai kemitraan strategis ini sebagai bentuk sinergi yang saling melengkapi. Menurutnya, kolaborasi bersama Sony membuka peluang untuk membangun fondasi pertumbuhan berkelanjutan melalui integrasi operasional, berbagi teknologi, dan pertukaran keahlian bisnis. Sinergi tersebut diyakini dapat meningkatkan nilai merek, memperluas skala usaha, dan mengoptimalkan rantai pasok. Pada akhirnya, seluruh upaya ini diarahkan untuk menghadirkan produk dan kualitas layanan yang lebih unggul bagi konsumen.

4. Perusahaan patungan ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2027

Sony X75K (sony.co.id)

Sony dan TCL menargetkan penandatanganan perjanjian final yang bersifat mengikat pada akhir Maret 2026. Setelah itu, perusahaan patungan ditargetkan mulai beroperasi pada April 2027, dengan catatan seluruh persetujuan regulator dan persyaratan lainnya terpenuhi. Rentang waktu ini menunjukkan pendekatan yang berhati-hati dan bertahap. Transisi bisnis dirancang agar tidak mengganggu pasar dan konsumen yang sudah ada.

Selama masa persiapan tersebut, bisnis BRAVIA masih akan berjalan di bawah struktur Sony seperti biasa. Konsumen tidak akan melihat perubahan drastis dalam waktu dekat, baik dari sisi produk maupun layanan. Namun, fase ini menjadi fondasi penting menuju transformasi bisnis jangka panjang. April 2027 akan menjadi penanda dimulainya babak baru bagi BRAVIA di pasar global.

Kerja sama antara Sony dan TCL menunjukkan respons strategis terhadap dinamika industri elektronik yang terus berubah. Alih-alih melemahkan posisi BRAVIA, kolaborasi ini justru berpotensi memperkuat fondasi bisnisnya. Efisiensi produksi, skala global, dan inovasi teknologi menjadi fokus utama dalam langkah ini. Semua itu diarahkan untuk menjaga daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

Pada akhirnya, BRAVIA tidak berada dalam posisi terancam, melainkan memasuki fase evolusi baru. Identitas Sony tetap melekat, sementara TCL memperluas jangkauan dan efisiensi bisnis. Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, BRAVIA berpeluang mempertahankan reputasinya sebagai produk premium sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team