Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alter Ego
Alter Ego (instagram.com/mpl.id.official)

Intinya sih...

  • Draft penuh kejutan yang tidak bisa diprediksi lawan

  • Para pemain berjuang ekstra keras dan penuh semangat

  • Bermain lepas, tidak terbebani ekspektasi yang berlebihan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Alter Ego (AE) adalah salah satu perwakilan Indonesia di M7 World Championship 2025. Ia berhasil masuk kualifikasi setelah menjadi runner-up pada MPL Indonesia Season 16 (MPL ID S16). Ini menjadi kali kedua AE masuk M-Series setelah M2 World Championship 2020.

Dianggap tim underdog, AE ternyata berhasil menunjukkan performa yang luar biasa. Mereka berhasil meraih 3 kemenangan tanpa kekalahan dan menjadi tim pertama yang melaju ke tahap berikutnya. Lantas, kenapa Alter Ego sangat kuat di M7 World Championship 2026? Simak analisanya di bawah ini!

1. Draft penuh kejutan yang tidak bisa diprediksi lawan

drafting dari coach Xepher yang kreatif (youtube.com/MPL Indonesia)

Salah satu faktor utama kenapa AE sangat kuat sejak pertandingan pertama adalah karena draft mereka sangat solid. Coach Xepher sang mastermind memang tidak bisa diragukan lagi kemampuannya dalam menyusun komposisi tim yang kuat. Ia berhasil meracik draft yang tak terduga, melawan prediksi, bahkan membawa hero non-META ke kompetisi sekelas M-Series.

Contohnya, pada pertandingan pertama melawan Aurora Gaming (AUR) Xepher menurunkan Freya gold laner. Padahal, Freya menjadi faktor kekalahan pada game sebelumnya. Xepher juga berani memilih Sora meskipun persentase kemenangannya masih nol di M7. Sementara, pada laga melawan Yangon Galacticos (YG), AE membawa Terizla yang belum pernah digunakan di M7. Hasilnya? Semua pertandingan selalu didominasi oleh AE.

2. Para pemain berjuang ekstra keras dan penuh semangat

Nino, pemain paling improved di AE (instagram.com/mpl.id.official)

Usut punya usut, ternyata sebagian pemain AE yang maju ke M7 pernah mengalami underperform. Contohnya, Nino yang sempat under pada MPL ID Season 14 (MPL ID S14) hingga mendapat taunting dari AeronShikii. Lalu Alekk yang dulu dikenal dengan nickname Owennn, juga sempat bikin penggemar pesimis saat jadi roster utama pada MPL ID S16, sebab ia juga underperform pada MPL ID S14.

Kenapa mereka bisa menjadi sangat kuat? Itu karena usaha keras. Pemain tidak ada yang dikenal berbakat, seperti Sanz, Lemon, dan KarlTzy. Mereka menjadi kuat karena usaha keras dari bawah. Ini bisa dilihat dari progres mereka yang mengalami peningkatan drastis.

3. Bermain lepas, tidak terbebani ekspektasi yang berlebihan

AE dalam interview pasca kemenengan (dok. instagram/mlbbesports_official)

Berbeda dengan ONIC yang diunggulkan, AE adalah tim kuda hitam di M7. Tim ini baru dua kali masuk M-Series, dengan roster yang berbeda juga. Alhasil, mereka dapat bermain bebas tanpa banyak dibebani ekspektasi. Di lain sisi, ONIC yang kini tengah terpuruk pastinya mendapat tekanan besar, terutama dari penggemar, yang mengharapkan Sang Raja Langit membawa pulang piala M-Series setelah nyaris berhasil di M5.

Lolosnya mereka sebagai tim pertama yang masuk play-off juga sebenarnya di luar ekspektasi banyak orang. Sementara, ONIC yang diharapkan melaju mulus malah terancam pulang duluan karena menelan dua kali kekalahan. Seperti kata netizen AE punya skill pasif, yakni AE bermain bagus kalau tidak banyak dipuji dan diharapkan!

4. Chemistry luar biasa yang dapat menutupi kesalahan

roster AE yang kompak di M7 (instagram.com/mpl.id.official)

Soal kekompakan, AE tidak kalah dengan tim dengan roster veteran seperti ONIC Esports (ONIC) dan Bigetron Esports (BTR). Meskipun sebagian besar pemain AE merupakan pemain baru, mereka tidak kesulitan beradaptasi dan saling bekerja sama dengan sinergis. Ini bisa dilihat pada gameplay AE yang seolah tanpa celah.

Tiap pemain saling memberikan back up dengan sigap dan tepat sasaran. Ada kepercayaan besar antar pemain yang membuat semua inisiasi mereka dapat dijalankan dengan efektif. Contohnya, game pertama saat AE melawan YG, pemain AE tidak pernah kalah team fight. Kalkulasi sang shot caller serta kesigapan tim membuat AE sulit sekali ditumbangkan.

Berkat Alter Ego sangat kuat di M7 World Championship 2026, mereka menjadi tim pertama yang masuk Knockout Stage. AE kini menjadi salah satu kandidat kuat juara M7. Apakah Sang El Familia akan berhasil menjuarai M7 untuk Indonesia? Terus tonton dan berikan dukungan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team