Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Game Stranger Than Heaven Merupakan Prekuel dari Yakuza?
Stranger Than Heaven (dok. SEGA/Stranger Than Heaven)
  • Stranger Than Heaven adalah game action-adventure baru dari Ryu Ga Gotoku Studio yang akan rilis di PS5, Xbox Series X/S, dan PC pada musim dingin 2026.
  • Game ini dikonfirmasi sebagai prekuel Yakuza, menceritakan perjalanan Makoto Daito yang menjadi pendiri Klan Tojo dan mengubah namanya menjadi Makoto Tojo.
  • Selain mekanisme tarung jalanan khas Yakuza, Stranger Than Heaven menghadirkan inovasi seperti kontrol anggota tubuh terpisah, dunia open world lintas era, serta fitur manajemen industri musik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Stranger Than Heaven merupakan game baru besutan Ryu Ga Gotoku Studio (RGG Studio). Action-adventure game tersebut bakal menghadirkan mekanisme kombat ala tarung jalanan yang selalu menjadi ciri khas dari pengembang ini. Adapun, game ini bakal dirilis di platform PlayStation 5, Xbox Series X dan S, serta PC. Meski belum membocorkan tanggal rilis pastinya, ia direncanakan akan hadir musim dingin 2026 ini.

Ngomong-ngomong, banyak gamer menilai game ini memiliki kemiripan dengan salah satu waralaba andalan RGG Studio, Like A Dragon alias Yakuza. Mulai dari latar, tema, hingga karakter. Bahkan, rumornya ia merupakan prekuel dari waralaba tersebut. Lantas, benarkah demikian? Untungnya, informasi baru dari SEGA menjawab hal tersebut. Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!

1. Stranger Than Heaven masih memiliki tema dan latar mirip waralaba Yakuza

cuplikan gameplay Stranger Than Heaven (dok. SEGA/Stranger Than Heaven)

Game ini dianggap mirip dengan waralaba Yakuza. Pasalnya, ia menghadirkan tema dan latar yang mirip. Keduanya mengambil tema drama kejahatan dengan latar sindikat kriminal terorganisir di Jepang. Tentu saja kedua game tersebut memiliki nuansa yang sama. Bahkan, mekanisme kombatnya terlihat mirip.

Stranger Than Heaven mengisahkan sepak terjang Makoto Daito. Setelah mengalami diskriminasi dan rasisme di Amerika Serikat karena berdarah campuran, Daito diam-diam menyelinap ke kapal untuk pergi ke kampung halaman ibunya di Jepang. Hal tersebut menjadi awal kisahnya menjejaki dunia kriminal Jepang yang kejam dan tanpa ampun.

Kamu akan mengikuti kisah Makoto yang dibagi menjadi lima era, mulai dari era Meiji hingga era Showa (1915—1965). Dalam kurun waktu 50 tahun tersebut, karaktermu akan berubah dari awalnya sebagai pemuda jalanan hingga akhirnya menjadi bos besar. Selain waktu yang berbeda, kelima era tersebut, kamu akan berganti latar utama. Mulai dari Kota Kokura, Prefektur Fukuoka, sampai di Shinjuku, Tokyo.

2. Stranger Than Heaven adalah prekuel Yakuza yang menceritakan berdirinya Klan Tojo

Makoto Daito membahas tentang Klan Tojo (dok. SEGA/Stranger Than Heaven)

Lantas, apakah Stranger Than Heaven merupakan prekuel dari waralaba populer, Yakuza? Rupanya benar, dalam event kolaborasi Xbox dan SEGA bertajuk Xbox Presents: A Special Look at Stranger than Heaven, kita disuguhi trailer serta pembahasan mengenai gameplay, fitur, karakter, dan alur game ini. Adapun, trailer mengonfirmasi bahwa Makoto Daito adalah pendiri Klan Tojo, salah satu organisasi Yakuza utama dalam waralaba Yakuza. Makoto Daito pada akhirnya mengubah namanya menjadi Makoto Tojo.

Nama Makoto Tojo sendiri pertama kali disebut dalam game Yakuza 2 (2006). Ia dikatakan sebagai penghobi kebun Jepang, tetapi sangat tegas. Bahkan, ia sempat mengeksekusi banyak bawahannya di kebun yang ia rawat. Oleh sebab itu, Stranger Than Heaven bukan hanya prekuel dengan cerita spin-off, tetapi ia esensial untuk dimainkan karena mengisahkan awal berdirinya Klan Tojo. Adapun alasan Makoto membentuk Klan Tojo adalah untuk menciptakan tempat untuk orang-orang sepertinya yang tidak diterima baik di masyarakat.

Sayangnya, belum ada informasi lebih lanjut mengenai keterkaitan Stranger Than Heaven dan Yakuza selain bakal menghadirkan cerita cikal bakal Klan Tojo. Apakah kita bakal bertemu versi muda dari karakter senior seri Yakuza seperti Takashi Nihara? Atau malah akan muncul Klan Amon? Semua bisa saja terjadi, sih.

3. Bukan sekadar prekuel dengan gameplay identik, Stranger Than Heaven menawarkan gameplay inovatif yang belum pernah dihadirkan sebelumnya

mekanisme kombat Stranger Than Heaven (dok. SEGA/Stranger Than Heaven)

Prekuel ini memang menghadirkan cerita dengan perubahan era yang menarik, tetapi apakah gameplay-nya masih identik dengan waralaba Yakuza? Kalau dilihat sekilas dari trailer, Stranger Than Heaven memang memiliki gameplay yang identik. Contohnya, mekanisme kombat ala tarung jalanan yang brutal, eksplorasi kota yang imersif, serta berbagai minigame, termasuk mekanisme mengelola bisnis. Namun, rupanya Ryu Ga Gotoku Studio berinovasi dengan menghadirkan gameplay yang lebih mendalam dari beberapa poin tersebut.

Dari segi kombat, ia memang identik dengan pertarungan jalanan khas Yakuza, tetapi mekanismenya berbeda. Dalam game ini, kamu mengontrol kaki dan tangan kiri dan kanan secara terpisah. Ini memberikan kemungkinan untuk meracik kombo versi kamu sendiri. Sementara itu, eksplorasinya bakal makin seru karena dunianya open world dengan latar kota dan era berbeda.

Berbeda dengan game Yakuza yang memungkinkanmu mengelola klub kabaret, karaoke, dan bisnis lain di distrik merah, Stranger Than Heaven berfokus pada mekanisme manajemen industri musik. Mulai dari menciptakan lagu hingga mengatur konser. Game ini juga kemungkinan menghadirkan fitur survival, lho! Cuplikan preview gameplay memperlihatkan indikator haus, lapar, dan kebugaran. Namun, itu belum dibahas sama sekali, sih.

Karena merupakan prekuel yang menjadi fondasi untuk waralaba Yakuza, Stranger Than Heaven ini wajib dimainkan oleh penggemar Yakuza, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team