James nyaris bunuh diri karena siksaan psikologis di Silent Hill. (dok. Konami/Silent Hill 2)
Sebenarnya, ancaman fisik bukan hal yang paling ditakuti dari Silent Hill. Kota tersebut dikenal karena menyiksa korbannya dengan teror psikologis yang sangat ampuh. Silent Hill akan mengulik trauma, rasa bersalah, dan dosa terbesar korbannya. Kemudian, hal tersebut akan bermanifestasi secara visual untuk menyiksa korban.
Contohnya, di Silent Hill 2 (2001), James Sunderland bertemu dengan Maria dan Pyramid Head sebagai bentuk penyesalan karena telah membunuh istrinya. Contoh lainnya, Travis Grady dari Silent Hill: Origins (2007) mengalami teror berdasarkan trauma masa lalunya yang kelam di Silent Hill. Sebagai agen pemerintah, Leon tentunya memiliki banyak penyesalan dan trauma yang ia sembunyikan dalam personanya yang dingin.
Leon diketahui memiliki penyesalan mendalam karena tidak dapat menyelamatkan orang-orang dalam insiden Raccoon City, kegagalannya menyelamatkan Luis Sera di Resident Evil 4 (2005), dan dihantui rasa bersalah karena membunuh banyak rekan-rekannya yang berubah jadi zombi di Resident Evil 6 (2012). Leon juga memiliki masa lalu kelam. Kedua orang tuanya terlibat dalam dunia kriminal yang mengakibatkan mereka akhirnya dibunuh.
Semua trauma tersebut dapat bermanifestasi secara fisik untuk meneror Leon. Ada kemungkinan sifat dingin Leon dapat runtuh kalau menghadapi mimpi buruknya tersebut. Leon harus menemukan hal positif dalam hidupnya untuk bisa lepas.
Berdasarkan analisis di atas, Leon kemungkinan besar dapat bertahan dari teror fisik di Silent Hill. Namun, ia masih bisa terpengaruh oleh serangan psikologis yang Silent Hill lepaskan. Oleh sebab itu, Leon belum tentu bisa bertahan hidup di Silent Hill, tetapi kesempatannya jauh lebih tinggi. Apalagi, kalau ia mengolah mentalnya dengan baik.