Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Valor-Mortis_2025_08-19-25_009.jpg
Valor Mortis (dok. One More Level)

Intinya sih...

  • Valor Mortis: Game Soulslike first-person dengan combat taktis dan elemen shooter.

  • Fatekeeper: Visual memanjakan mata, combat mirip Dark Messiah of Might and Magic.

  • Alkahest: Sinematik, combat mirip Dark Messiah of Might and Magic, momen epik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Game shooter dengan perspektif first-person atau FPS terasa natural karena sebagian besar pemain sudah terbiasa mengarahkan senjata, membidik dan menembak, tapi hal yang sama tidak selalu berlaku untuk sistem combat jarak dekat alias melee. Karenanya tak mengherankan jika sampai saat ini, masih belum ada game aksi first-person yang benar-benar sempurna. Meskipun begitu, ada banyak developer yang tetap mencobanya lewat game baru siap rilis dengan fokus bukan hanya pada aspek shooter, tapi juga menggabungkan elemen lain seperti combat melee dan kekuatan supernatural. Berikut 7 diantaranya.

1. Valor Mortis

Studio One More Level yang dikenal jago meracik game aksi first-person dengan tempo cepat seperti Ghostrunner, kini mencoba tempo yang lebih santai lewat Valor Mortis. Game ini dideskripsikan sebagai game Soulslike first-person yang artinya, sistem combat-nya lebih taktis dan sabar dibanding Ghostrunner yang serba cepat. Menariknya, game ini juga mengemas elemen shooter di mana pemain bisa menggunakan pistol di tangan kiri untuk menembak granat yang melayang di udara. Pemain sendiri berperan sebagai prajurit Napoleon yang bangkit dari kematian untuk melawan musuh supranatural.

2. Fatekeeper

Meski detail cerita mengenai Fatekeeper masih minim, premisnya sendiri sudah menarik yaitu berlatar di dunia fantasi yang tandus, protagonisnya memiliki pengisi suara dan ia ditemani seekor tikus yang bisa bicara. Daya tarik utamanya sejauh ini ada pada visual yang benar-benar memanjakan mata. Dari sisi gameplay, sistem combat-nya juga mencuri perhatian dengan cita rasa mirip Dark Messiah of Might and Magic di mana tebasan pedang terasa “berat”, sementara kekuatan telekinesis yang memungkinkan pemain mengangkat lalu melempar musuh. Selain itu, lingkungannya juga dibuat hidup karena objek-objek didalamnya bisa dihancurkan.

3. Alkahest

Meski memiliki banyak kemiripan dengan Fatekeeper, yang membuat Alkahest terasa berbeda adalah game ini lebih sinematik. Sistem combat yang diusung memang mirip, hanya saja rasanya sedikit lebih ringan dan lebih “arcade”. Game ini juga terinspirasi Dark Messiah of Might and Magic, yang mana itu bisa dilihat dari mekanisme menendang musuh yang dihadirkan. Di luar sistem combat, Alkahest tampaknya ingin menjual momen-momen epik. Trailer yang menampilkan duel pedang melawan monster hingga adegan diseret kereta memberi sinyal bahwa akan ada banyak adegan sinematik di dalam game ini.

4. Clockwork Revolution

Sederhananya, Clockwork Revolution adalah BioShock yang dipadukan dengan tema steampunk. Digarap oleh studio di balik game RPG klasik seperti Wasteland 2 dan 3, game aksi first-person ini menggabungkan senjata-senjata bergaya steampunk dengan kemampuan manipulasi waktu. Inti gameplay-nya adalah pemain bolak-balik ke masa lalu untuk mengubah kejadian, lalu kembali ke masa kini untuk melihat dampaknya, entah itu perubahan kecil maupun konsekuensi besar. Menariknya, kekuatan tersebut juga bisa digunakan ketika bertarung sehingga sistem combat-nya memiliki variasi strategi yang terasa fresh.

5. Judas

Dari apa yang sudah diperlihatkan sejauh ini, Judas jelas terlihat seperti BioShock mengingat game ini dibuat oleh orang yang sama yaitu Ken Levine. Beberapa diantaranya seperti gameplay FPS yang dipadukan dengan kekuatan di tangan kiri dan eksplorasi dunia yang tadinya dirancang sebagai utopia tapi kemudian runtuh oleh ambisinya sendiri. Bedanya, Judas ingin menonjol lewat konsep “narrative LEGO” di mana keputusan pemain tidak hanya mengubah alur sesaat, melainkan menumpuk dan membentuk rangkaian cerita yang bereaksi lebih besar. Jika berhasil dieksekusi, konsep tersebut berpotensi jadi sesuatu yang spesial.

6. Decrepit

Decrepit mencoba memberi warna baru di ranah RPG dengan memadukan cita rasa soulslike dengan struktur roguelike. Pada game ini, pemain terbangun di sebuah sel di dalam kastil tua dan harus berjalan melewati lorong-lorongnya yang dipenuhi mayat hidup sembari bertarung dengan taktis lewat sistem stamina yang menuntut hafal pola serangan musuh. Setiap kali mati, pemain akan dikirim kembali ke sel awal dan kehilangan perlengkapan mereka. Ketika diumumkan di The Game Awards 2025, game ini langsung mencuri perhatian berkat animasi pertarungan yang keren dan desain musuh yang mengerikan.

7. Eldrimar

Eldrimar merupakan proyek ambisius yang dikerjakan oleh tim kecil yang hanya berisi dua orang. Kendati demikian, mulai dari visual hingga caranya memadukan genre, Eldrimar layak dinantikan. Game ini mengusung sistem combat melee dari perspektif first-person sebagai menu utama, tapi dibumbui elemen horor survival. Disamping itu, setiap area juga dibuat luas dan tidak linier sehingga pemain dipaksa menjelajah untuk bisa maju atau mencari loot. Game ini rencananya akan dirilis secara early access agar pengembangnya bisa memoles dan menyempurnakannya sebelum nantinya dirilis secara penuh.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game aksi first-person baru yang perilisannya sangat ditunggu. Ada game yang kamu nantikan?

Editorial Team