Beberapa game meraih kesuksesan yang luar biasa karena memang bagus secara gameplay, cerita maupun visual. Akan tetapi, ada juga cukup banyak game yang laku keras entah karena hype marketing atau sekadar keberuntungan, padahal sebenarnya game tersebut sangat buruk secara kualitas dan banyak dikritik ketika dirilis. Bahkan, tidak sedikit pula yang saking laris manisnya sampai-sampai membuat developer-nya mendulang banyak pemasukan dan akhirnya memutuskan untuk membuat sekuel dengan harapan bakal mendapat kesuksesan serupa. Game apa saja itu? Berikut 7 di antaranya.
7 Game Buruk yang Anehnya Laris Manis dan Meraih Keuntungan

Intinya sih...
Aliens: Colonial Marines terjual lebih dari 1,3 juta kopi meski dikritik habis-habisan karena AI yang kaku dan cerita sulit dipahami.
Duke Nukem Forever tetap gagal memenuhi ekspektasi namun untung berkat strategi marketing dan popularitas lewat meme.
The Simpsons: Road Rage berhasil terjual lebih dari satu juta kopi berkat nama besar The Simpsons meski gameplay biasa saja.
1. Aliens: Colonial Marines
Secara teori, Aliens: Colonial Marines seharusnya sukses besar. Gearbox Software selaku developer memiliki lisensi franchise Alien, basis penggemar yang masif dan hype selama bertahun-tahun. Namun ketika dirilis pada 2013, pemain malah mendapatkan game dengan AI yang kaku dan cerita yang sulit dipahami, sehingga akhirnya dikritik habis-habisan. Kendati demikian, berkat pre-order dan marketing yang agresif, game ini dilaporkan terjual lebih dari 1,3 juta kopi. Banyak pemain baru menyadari bahwa game ini terasa setengah matang setelah mereka membelinya.
2. Duke Nukem Forever
sudah sangat rendah dan ironisnya, game ini tetap gagal memenuhi ekspektasi tersebut. Game ini terasa seperti game yang dirilis di era yang tidak tepat karena membawa lelucon yang sudah ketinggalan jaman dan layar loading yang tiada habisnya. Namun, rasa penasaran pemain terhadap game ini tetap tinggi yang membuat momen perilisannya cukup mengejutkan. Take-Two selaku publisher mengklaim game ini untung, terutama berkat strategi marketing dan fakta bahwa game ini semakin populer lewat bantuan meme.
3. The Simpsons: Road Rage
The Simpsons: Road Rage sebenarnya sudah lebih cukup sebagai game untuk mengisi waktu luang di akhir pekan, terutama bagi pemain anak-anak di awal tahun 2000-an. Diluar gaya visual kartun yang khas animasinya dan cuplikan suara, game ini tak lebih dari sekadar tiruan Crazy Taxi dengan kontrol yang kaku. Game ini bahkan mendaur ulang asset Crazy Taxi hingga di titik digugat Sega karena dinilai terlalu mirip. Namun menariknya, game ini malah berhasil terjual lebih dari satu juta kopi. The Simpsons: Road Rage membuktikan bahwa nama besar The Simpsons mampu memikat pemain meski kualitas gameplay-nya sendiri biasa saja.
4. WWE 2K20
WWE 2K20 sangatlah buruk hingga di titik penggemar WWE yang paling setia pun bakal kesulitan untuk membela game ini. WWE 2K20 dirilis dengan segudang glitch yang parah, physic yang tidak karuan dan model karakter yang tampak lebih buruk dari game-game sebelumnya. Namun terlepas dari fakta bahwa game ini hampir tidak bisa dimainkan ketika peluncuran, penjualannya masih cukup mengesankan, kemungkinan besar karena banyaknya penggemar fanatik yang terbiasa membeli entri terbaru setiap tahun. Penjualan yang cukup baik itu turut membantu menjaga kelangsungan seri WWE 2K.
5. Rambo: The Video Game
Rambo: The Video Game Game berhasil mengubah salah satu tokoh film aksi paling ikonik di tahun 1980-an menjadi game rail-shooter yang lamban. Dirilis pada tahun 2014, game garapan Teyon ini sering diejek karena kualitas visualnya yang ketinggalan zaman dan desain Rambo yang alih-alih mengerikan, malah tampak lucu. Meskipun begitu, game ini tetap sukses secara komersial terutama di pasar Eropa. Strategi perilisan yang terbatas dan budget pengembangan rendah membuat game ini cepat meraih keuntungan. Seperti halnya The Simpsons: Road Rage, game ini bisa berhasil karena mengusung nama besar franchise film Rambo itu sendiri.
6. Sonic the Hedgehog
Sonic the Hedgehog atau yang juga dikenal sebagai Sonic ’06, seharusnya menjadi game reboot untuk serinya. Akan tetapi, game ini malah terkenal karena masalah bug, alur cerita yang membingungkan dan layar loading yang sangat lama. Saking buruknya, game ini sampai menampilkan Sonic yang berciuman dengan seorang putri manusia. Game ini pada akhirnya terjual sekitar 2 juta kopi berkat nama besar seri Sonic. Selain itu, keputusan untuk merilis game ini ketika musim liburan terbukti berhasil menarik perhatian anak-anak dan pemain yang ingin bernostalgia dengan Sonic.
7. E.T. the Extra-Terrestrial
Kurang lengkap rasanya ketika membicarakan game buruk tanpa menyebut E.T. the Extra-Terrestrial. Game ini sangat buruk hingga di titik dianggap menjadi salah satu penyebab krisis game di tahun 1983. Dikembangkan hanya dalam waktu lima minggu, Atari menciptakan game yang sangat membingungkan hingga jutaan kartrid game E.T. yang tidak terjual berakhir dikubur di tempat pembuangan di New Mexico. Menariknya sebelum krisis itu terjadi, game ini sempat terjual lebih dari 1,5 juta kopi. Hype marketing dan popularitas filmnya membuat game ini bisa meraih kesuksesan dalam jangka pendek.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game buruk yang anehnya laris manis dan meraih keuntungan. Pernah memainkan salah satu game di atas?