Menjelang akhir tahun, topik Game of the Year selalu menjadi bahan perdebatan karena bersamaan dengan musim penghargaan dengan The Game Awards yang dipandu Geoff Keighley sebagai panggung paling besar. GOTY merupakan penghargaan paling bergengsi karena dampaknya nyata seperti memberi dorongan terhadap penjualan dan membantu melambungkan nama studionya. Masalahnya, pemenangnya hanya satu, sehingga setiap tahun pasti selalu ada game yang sebenarnya layak untuk menang, namun pada akhirnya harus puas masuk nominasi saja. Berikut 7 game dalam sedekade terakhir yang layak meraih GOTY.
6 Game dalam Sedekade Terakhir yang Layak Menang GOTY

Intinya sih...
Red Dead Redemption 2: Cerita dan dunia luas, unggul dari God of War.
Bloodborne: Masih diminati, layak mendapat versi remastered.
Alan Wake 2: Genre horor surealis, ekspansi Remedy Connected Universe.
1. Red Dead Redemption 2
Meski mode onlinenya tidak meledak seperti GTA Online, fakta bahwa Red Dead Redemption 2 masih banyak dimainkan hingga sekarang terbilang luar biasa. Selain dunia yang sangat luas dan bahkan semakin terbuka setelah pemain menamatkan cerita utama, game ini juga unggul di sisi cerita. Hingga GTA V rilis nantinya, Red Dead Redemption 2 bakal jadi mahakarya terbaik Rockstar dengan kisah Arthur Morgan yang emosional, gambaran era Wild West yang hidup dan sistem combat yang sulit ditandingi. Karenanya, banyak yang menilai game ini lebih layak memenangkan GOTY dibanding God of War di 2018.
2. Bloodborne
Sejak merilis Demon’s Souls pada 2009, FromSoftware terus melahirkan game Soulslike luar biasa di mana Sekiro: Shadows Die Twice dan Elden Ring menjadi contoh sempurna di mana keduanya berhasil meraih penghargaan GOTY. Sayangnya, nasib baik tidak ikut menghampiri Bloodborne yang kalah dari The Witcher 3 dalam mendapatkan GOTY di 2015. Game garapan CD Projekt Red itu memang istimewa namun menariknya, disaat antusiasme terhadap The Witcher 3 mulai mereda sejak 2016, antuasiasme terhadap Bloodborne masih terus menyala sampai sekarang. Banyak yang berharap game ini mendapat versi remastered dengan update 60fps.
3. Alan Wake 2
Meski layak diapresiasi, Alan Wake 2 memang terbilang cukup niche dan sayangnya, harus berhadapan langsung dengan Baldur’s Gate 3 dalam meraih penghargaan GOTY di 2023. Kendati demikian, kekalahan itu tidak serta merta mengurangi pencapaian besar Remedy lewat game ini. Selain berani mengandalkan banyak cuplikan live-action (FMV) di gameplay dan cutscene-nya, Alan Wake 2 juga sukses meramu genre horor dengan pendekatan surealis sekaligus memperluas Remedy Connected Universe, satu dari sedikit konsep shared universe (seperti MCU) yang dieksekusi dengan baik di dalam game.
4. Hollow Knight: Silksong
Seperti halnya Alan Wake 2, Hollow Knight: Silksong juga punya aura peraih GOTY, tapi sayangnya, game ini harus berhadapan dengan game fantastis yang akhirnya merebut penghargaan itu di 2025 kemarin yaitu Clair Obscur: Expedition 33. Dikembangkan selama hampir enam tahun, kualitas Silksong tidak hanya memenuhi ekspektasi, melainkan melampauinya. Terlebih, game ini hanya dikerjakan oleh tim kecil berisi tiga pengembang. Mulai dari sistem combat yang presisi, eksplorasi yang adiktif hingga karakter utama yang menarik, Silksong punya segalanya untuk membawa pulang penghargaan GOTY.
5. Control
Remedy memang beberapa kali kurang beruntung di The Game Awards. Kekalahan Alan Wake 2 dari Baldur’s Gate 3 mungkin masih bisa diterima, tapi kekalahan Control dari Sekiro: Shadows Die Twice di 2019 cukup sulit diterima karena selisih kualitas diantara keduanya sebenarnya tipis. Bukan berarti Sekiro itu jelek, tapi Control memiliki daya tarik yang lebih unik. Latar tempat utamanya adalah The Oldest House, gedung surealis yang menjadi markas Federal Bureau of Control di mana gedung tersebut terus berubah bentuk seiring berjalannya permainan dengan membuka lorong serta jalur baru seperti labirin hidup.
6. Ghost of Tsushima
Perdebatan soal pemenang GOTY di 2020 masih ramai sampai sekarang karena penggemar Ghost of Tsushima merasa game favoritnya lebih pantas menang dibanding The Last of Us Part 2. Jika game buatan Naughty Dog itu cenderung linear, sangat berfokus pada cerita dan punya nuansa kelam, Ghost of Tsushima menawarkan dunia yang indah, sistem combat yang cepat dan cerita yang lebih menarik ala film-film samurai klasik Jepang. Sebagai IP baru, game ini menjadi ajang pameran visual yang mengesankan sekaligus tempat di mana Jin Sakai kemudian dikenal sebagai salah satu ikon PlayStation.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game dalam satu dekade terakhir yang layak meraih penghargaan GOTY. Selain game-game di atas, game apa lagi yang menurutmu layak mendapatkan GOTY?