Seri game FPS seperti Call of Duty sepertinya tidak akan pernah berhenti melahirkan game baru dan pola serupa juga terlihat di seri game besar lain seperti Halo atau Battlefield. Namun di balik itu semua, ada banyak game FPS yang sebenarnya keren dan berpotensi menjadi seri panjang, tapi malah hanya mendapatkan satu game saja sebelum akhirnya menghilang. Alasannya beragam mulai dari penjualan yang tidak sesuai harapan, timing perilisan yang kurang tepat atau hingga keputusan internal lainnya. Berikut beberapa diantaranya.
6 Game FPS Apik yang Sayangnya Tidak Mendapat Sekuel

1. Bulletstorm
Bulletstorm hampir mendapatkan sekuel tapi sayangnya hingga kini belum ada yang mewujudkannya. Pertama kali dirilis pada 2011 untuk PS3 dan Xbox 360, game ini tampil sebagai game FPS yang berlebihan dan satir, menyenggol game lain semacam Halo 3 lewat cerita yang tidak masuk akal tapi gameplay-nya gila dan seru. Game ini sempat mendapat versi baru yaitu remaster berjudul Bulletstorm: Full Clip Edition yang menambahkan Duke Nukem sebagai karakter playable dan versi VR berjudul Bulletstorm VR. Meski kedua versi anyar itu membantu game ini agar tetap accessible untuk pemain baru, mayoritas pemain jelas lebih menginginkan sekuel yang memperluas semesta Bulletstorm yang potensial.
2. Deathloop
Deathloop kini sudah berusia lima tahun, sementara sekuelnya pun belum tampak. Meski bukan game roguelike murni, konsep time loop-nya punya sesuatu yang umumnya ada di game roguelike. Pada game ini, pemain bermain sebagai Colt yang terjebak di sebuah pulau dan dipaksa mengulang hari yang sama terus-menerus sampai berhasil membunuh para pemimpin di sana untuk memutus siklusnya. Yang menarik, ada elemen invasi di mana pemain lain bisa menjadi Julianna dan ikut memburu Colt, namun itu sepenuhnya opsional dan bisa dimatikan jika pemain ingin fokus bermain solo. Jika suatu saat Arkane mendapat kesempatan membuat sekuelnya, mereka harus mengeksekusinya dengan lebih sempurna lagi.
3. Star Wars: Republic Commando
Dari sekian banyak genre game yang pernah dicoba oleh Star Wars terutama FPS, Star Wars: Republic Commando dianggap sebagai salah satu yang paling solid. Di game ini, pemain memimpin skuad berisi empat Clone Trooper, memberi perintah ketika menjalankan misi-misi sembari memberondong berbagai jenis droid dengan tembakan blaster dan granat termal. Memang sempat ada “lanjutan” di platform mobile berjudul Star Wars: Republic Commando: Order 66, tetapi kualitasnya jelas tidak seperti sekuel di PC atau konsol yang benar-benar apik. Yang lebih disayangkan lagi, sekuel berjudul Imperial Commando sempat direncanakan, namun harus dibatalkan sebelum pengembangannya melangkah jauh.
4. Darkwatch
Darkwatch merupakan salah satu game yang paling sempurna dalam memadukan cerita vampir dengan tema western. Pemain bermain sebagai Jericho, seorang koboi yang berubah menjadi vampir lalu sepanjang permainan, pemain diberi pilihan untuk melawan “penyakit” itu atau justru menerimanya demi mendapat kekuatan baru ketika memburu kekuatan kegelapan bersama organisasi Darkwatch. Sayangnya, game ini tidak pernah di-porting ke platform lain diluar PS2 dan Xbox, sehingga saat ini hampir mustahil dimainkan secara legal tanpa memiliki kaset fisiknya. Sama seperti Star Wars: Republic Commando, sekuel game ini sempat hampir dibuat tapi akhirnya dibatalkan.
5. Black
Black mungkin bukan judul yang terdengar menarik, namun cover art berupaa deretan selongsong peluru sangat menarik perhatian banyak penikmat game FPS. Nilai jual utama game rilisan 2006 ini sebenarnya adalah menghadirkan pengalaman FPS yang imersif di era akhir Xbox dan PS2. Mode campaign-nya yang mengusung tema mata-mata memang tidak terlalu membekas, tapi kualitas visual serta desain suara senjatanya terbilang luar biasa. Kini, satu-satunya cara mudah memainkan game ini adalah di konsol Xbox lewat fitur backward-compability. Selain versi remaster atau remake, para pemain juga berharap jika suatu saat nanti game ini akan mendapat sekuel.
6. TimeShift
TimeShift merupakan game FPS dengan latar futuristik yang unik karena nilai jual utamanya bukanlah senjatanya, melainkan armor yang bisa memperlambat atau menghentikan waktu. Hal tersebut membuat baku tembak jadi lebih mudah dan bahkan, pemain bisa merebut senjata musuh di tengah pertempuran. Karena sempat rilis juga di PC, game ini masih bisa dibeli di Steam dan beberapa bug yang dulu cukup mengganggu kabarnya sudah diatasi. Meski game garapan Saber Interactive ini tidak sempurna, idenya tetap seru dan dieksekusi dengan cukup baik. Ending ceritanya menggantung dan itulah kenapa banyak yang berharap akan adanya sekuel yang melanjutkan ending tersebut.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game FPS apik yang sayangnya tidak mendapat sekuel. Dari 6 game di atas, mana yang menurutmu paling layak mendapat game lanjutan?