Genre horor sudah ada sejak masa-masa awal industri game, tapi wujudnya sekarang jelas jauh berevolusi dibanding dulu. Selama sekitar 40 tahun terakhir, banyak seri game ikonik ikut membentuk dan membesarkan genre horor dan Resident Evil sering disebut yang paling berpengaruh karena berhasil mengubah arah genrenya dan membuatnya jauh lebih populer. Namun, rasanya tidak adil jika semua kredit hanya diberikan kepada seri game buatan Capcom itu, karena sebenarnya masih ada banyak game horor lain yang tidak kalah penting dan berpengaruh. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.
6 Game Horor Paling Berpengaruh di Industri, Setara Resident Evil!

Intinya sih...
P.T. mengubah desain game horor modern dan menginspirasi banyak game setelahnya seperti Visage dan Layers of Fear.
Silent Hill mempopulerkan blueprint game horor psikologis dengan suasana mencekam dan narasi yang mengubah cara kerja narasi horor di dalam game.
Outlast membentuk ulang game horor modern dengan keputusan berani, memicu tren game horor first-person yang menekankan kerentanan dan gameplay kejar-kejaran.
1. P.T.
P.T. sering disebut sebagai salah satu game horor paling berpengaruh, meski hanya berbentuk teaser singkat yang kini sudah tidak bisa dimainkan. Kekuatan utama game ini datang dari desain yang sangat minimalis di mana pemain hanya bolak-balik melewati satu lorong yang sama, tapi setiap putaran pelan-pelan berubah lewat detail kecil yang menegangkan. Alih-alih mengandalkan musuh yang mematikan, P.T. “menyerang” pemain lewat ketidakpastian karena pemain dibuat terus menebak dan hal buruk apa yang mungkin terjadi berikutnya. Game ini mengubah arah desain game horor modern dan menginspirasi banyak game yang lahir setelahnya seperti Visage dan Layers of Fear.
2. Silent Hill
Jika Resident Evil unggul pada elemen survival dan sumber daya yang serba terbatas, Silent Hill mempopulerkan blueprint game horor psikologis yang menekan pemain lewat suasana mencekam. Game ini tidak mengandalkan jumpscare atau gore berlebihan, melainkan kabut, kegelapan dan desain audio untuk menciptakan rasa cemas yang terus menerus menempel di pikiran pemain. Monster-monsternya pun bukan sekadar musuh, tapi juga simbol trauma batin yang membekas, sementara ceritanya mendorong pemain untuk melakukan penyelidikan dan menafsirkan petunjuk. Pendekatan itu mengubah cara narasi horor bekerja di dalam game dan pengaruhnya masih terlihat sampai saat ini.
3. Outlast
Outlast ikut membentuk ulang game horor modern dengan keputusan berani yaitu menghapus kemampuan bertarung, lalu menempatkan pemain di situasi mengerikan tanpa jalan keluar selain kabur dan bersembunyi. Mekanisme handycam dengan penglihatan terbatas (dan baterai yang harus dihemat) membuat eksplorasi di game ini menjadi semakin menegangkan. Alhasil, setiap pertemuan dengan musuh lebih menguji mental daripada skill bermain. Bahkan ketika menampilkan adegan kekerasan dan gore, game ini melakukannya dengan efektif. Kesuksesan Outlast memicu tren game horor first-person yang menekankan kerentanan dan gameplay kejar-kejaran.
4. Five Nights at Freddy’s
Five Nights at Freddy’s membuktikan jika game horor tak perlu banyak elemen untuk tampil menyeramkan. Pada game ini, pemain diposisikan terkurung di satu ruangan dan harus membagi fokus antara kamera, pintu dan listrik yang terbatas, sembari peka terhadap petunjuk suara kecil dan pergerakan animatronik berhantu yang mengintai. Ceritanya yang samar memancing teori di kalangan pemain dan melahirkan banyak konten video yang tetap ramai bertahun-tahun kemudian. Selain itu, game ini juga memperkenalkan genre horor ke generasi pemain yang lebih muda sekaligus menunjukkan bahwa ketakutan bisa datang dari tekanan psikologis, bukan hanya darah dan gore.
5. Alone in the Dark
Alone in the Dark meletakkan pondasi horor survival jauh sebelum Resident Evil mempopulerkannya. Game ini memperkenalkan karakter 3D di latar pre-rendered, sudut kamera sinematik, eksplorasi yang banyak bertumpu pada puzzle dan suasana yang mencekam. Pengaruh game ini lebih pada struktur desain di mana banyak aspek game horor seperti sumber daya yang terbatas dan rasa tegang karena kesendirian bisa ditelusuri akarnya ke game rilisan 1992 ini. Meski terlihat ketinggalan jaman menurut standar saat ini, Alone in the Dark pada dasarnya membentuk karakteristik yang digunakan game horor survival selama puluhan tahun, dan tanpanya, genre horor mungkin tidak akan menjadi seperti sekarang.
6. Dead Space
Dead Space berhasil menjembatani genre horor survival dengan tema sci-fi. Game ini berlatar di pesawat luar angkasa yang dihinggapi makhluk mengerikan, sementara sistem combat-nya menuntut pemain untuk membaca situasi dengan teliti. Kerennya, pemain juga bisa memotong bagian tubuh tertentu dari makhluk yang mereka lawan sehingga gameplay aksinya bukan hanya sekadar tembak-menembak, tapi juga ikut menguji keputusan di bawah tekanan. Pada akhirnya, Dead Space menunjukkan bahwa game horor bertema sci‑fi bisa sama mengerikannya dengan game horor bertema hantu atau zombie, dan ikut membuka jalan bagi game-game serupa seperti Prey, SOMA, hingga ROUTINE.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game horor paling berpengaruh di industri. Ada game favoritmu pada daftar di atas?