6 Game Horor yang Bisa Buat Pemain Menangis

- Detention mengangkat tema trauma dan kekerasan rezim totaliter di Taiwan tahun 1960-an, membuat pemain merasakan kesedihan yang menyayat hati.
- Silent Hill 2 menyoroti luka batin karakter utamanya dengan cara yang sangat menyedihkan, membekas bagi banyak pemain.
- Omori mengambil tema kesehatan mental Hikikomori di Jepang, dengan cerita yang berubah jadi kelam dan memicu kontroversi.
Biasanya ketika memainkan game horor, pemain sudah siap untuk dibuat ketakutan dengan suasana yang mencekam dan monster atau hantu dengan bentuk yang mengerikan. Tapi ada kalanya game horor melangkah lebih jauh dengan tidak hanya membuat pemain merinding, tapi juga menghantam emosi sampai meneteskan air mata. Game-game horor menyedihkan semacam itu biasanya mengangkat soal trauma, isu kesehatan mental dan tema-tema kelam yang dekat dengan kenyataan. Penasaran? Berikut beberapa diantaranya.
1. Detention
Detention mengajak pemain menyaksikan ketidakadilan yang lahir dari penindasan rezim totaliter, dengan latar Taiwan tahun 1960-an pada masa White Terror yang penuh kekerasan dan otoritarianisme. Pemain bermain sebagai, Ray siswi remaja yang terjebak di sekolahnya dan perlahan menyadari bahwa pengalaman pahit yang ia rasakan bukan sekadar horor fiksi. Banyak diantaranya terasa seperti cerminan kisah nyata atau setidaknya terinspirasi dari tragedi di era tersebut. Game ini berubah menjadi pengalaman yang sangat menyayat hati karena menyoroti hilangnya hak asasi manusia dengan cara bisa membuat mata berkaca-kaca.
2. Silent Hill 2
Seri game Silent Hill sejak awal sudah lekat dengan tema trauma, namun Silent Hill 2 dinilai sebagai yang paling menyedihkan lewat caranya mengulik luka batin karakter utamanya, James Sunderland. Momen di mana Mary Sunderland membacakan suratnya di akhir terutama pada kalimat “James, you made me happy”, menjadi pukulan telak yang membekas bagi banyak pemain. Sebagai rajannya game horor psikologis, Silent Hill 2 juga menginspirasi banyak game setelahnya, namun hanya sedikit yang mampu mereplika rasa sedih yang muncul ketika pemain akhirnya memahami kebenaran di balik surat Mary.
3. Omori
Omori mengambil salah satu fenomena budaya di Jepang yaitu Hikikomori untuk mengangkat tema kesehatan mental, dengan karakter utama bernama Sunny yang memilih mengurung diri dan hidup dalam isolasi. Visual game ini memang imut dan “manis” di awal, namun ceritanya perlahan berubah jadi kelam dan bahkan sempat memicu kontroversi karena caranya menyinggung isu-isu psikologis yang berat. Semakin jauh bermain, pemain akan makin paham apa yang membentuk Sunny dan alasan ia jadi seperti itu hingga tanpa sadar, pemain akan mulai bersimpati dan ikut sedih terhadapnya.
4. Signalis
Signalis merupakan game horor indie yang sangat terinspirasi Silent Hill 2. Di game ini, pemain berperan sebagai Replika bernama Elster yang berkeliling di sebuah fasilitas/kapal yang sepi untuk mencari sosok yang ia anggap sebagai pasangan. Tapi semakin jauh pemain menyusuri tempat itu, akan semakin terbuka pula kenyataan pahit tentang siapa Elster sebenarnya dan apa yang terjadi dalam hidupnya. Secara gameplay, game ini tetap membawa elemen horor pada umumnya, namun satu hal yang akan sulit pemain hadapi adalah beban emosional setelah semua potongan cerita terkumpul.
5. Still Wakes the Deep
Di Still Wakes the Deep, hidup pribadi karakter utamanya yang bernama Caz McCleary sudah berantakan dan situasinya semakin kacau ketika rig pengeboran minyak tempat ia berada tanpa sengaja membangunkan monster mengerikan. Sejak titik itu, game berubah menjadi upaya bertahan hidup sembari mencari cara menyingkirkan monster yang disebut The Shape itu. Tapi perasaan tak berdaya terus menyelimuti dari awal sampai akhir, seperti tragedi yang sebenarnya bisa dicegah namun telanjur terjadi. Di penghujung cerita, game ini akan menampar pemain dengan harapan palsu untuk menyadarkan bahwa hidup memang tidak selalu adil.
6. Devotion
Devotion merupakan game horor buatan Red Candle Games, studio yang juga mengembangkan Detention. Jadi seperti halnya Detention, game ini juga menghantam emosi jauh lebih keras daripada sekadar menakut-nakuti pemain. Pemain sendiri berperan sebagai Du Feng Yu, kepala keluarga Du yang berusaha menjalani hari-hari setelah sebuah tragedi keluarga. Semakin jauh ceritanya berjalan, detail tragedinya perlahan terbuka dan efeknya tidak main-main. Setelah menyelesaikan game ini, yang paling pemain ingat bukanlah jumpscare atau suasana mencekam, melainkan bagaimana game ini bisa membuat mereka terdiam atau bahkan menangis.
Itulah tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game horor yang bisa membuat pemain menangis. Tertarik merasakan kengerian dan kesedihan secara bersamaan lewat game-game di atas?


















