Fitur co-op di dalam game horor pada dasarnya dibuat untuk mengurangi elemen yang biasanya menjadi “bahan bakar” utama ketakutan yaitu rasa sendirian. Karena ketika sendirian, pemain cenderung lebih rapuh dan gampang panik. Menariknya, beberapa game horor yang mengimplementasikan fitur co-op tetap bisa memancing rasa tegang, ngeri dan takut meski dimainkan bersama pemain. Biasanya, game horor semacam itu mengandalkan lokasi dengan suasana yang mencekam untuk “mencengkeram” pemain ke dalam teror, sekalipun pemain tidak benar-benar sendirian. Berikut daftarnya.
7 Game Horor yang Tawarkan Fitur Co-op Tapi Tetap Menyeramkan

Intinya sih...
Dead by Daylight: Kolaborasi karakter dari franchise film/serial TV atau game horor, pemain bekerja sama untuk kabur dari Killer.
Escape from Backrooms: Hingga empat pemain bertahan hidup di ruang liminal dengan 12 entitas yang siap meneror.
Resident Evil: Revelations 2: Cerita memadukan sudut pandang dua karakter, fokus pada kerja sama tetap menegangkan di berbagai lokasi angker.
1. Dead by Daylight
Dead by Daylight unik karena tidak ada game lain yang bisa menghadirkan situasi seperti kabur dari Demogorgon dari Stranger Things sembari bermain sebagai Jill Valentine dari Resident Evil. Kolaborasi atau crossover menjadi formulas sukses game ini karena daftar Killer dan Survivor-nya penuh karakter dari franchise film/serial TV atau game horor. Sebagai game horor dengan sudut pandang asimetris, pemain bermain sebagai Survivor yang bekerja sama dengan pemain lain untuk memperbaiki generator, lalu kabur lewat gerbang sembari menghindari Killer yang tidak berhenti memburu pemain.
2. Escape from Backrooms
Berawal dari postingan di 4chan, The Backrooms menjelma menjadi salah satu lokasi fiksi paling terkenal di internet. The Backrooms sendiri merupakan ruang liminal dengan ciri khas wallpaper warna kuning kusam yang konon dimasuki secara tidak sengaja ketika “tergelincir” menembus realitas dan terdampar di dimensi alternatif penuh makhluk berbahaya. Nah, di game Escape the Backrooms, hingga empat pemain bekerja sama untuk bertahan hidup, mencari jalan pulang dan tetap waspada di dalam The Backrooms. Setiap bunyi mencurigakan bisa jadi pertanda malapetaka, apalagi ada total 12 entitas yang siap meneror pemain.
3. Resident Evil: Revelations 2
Sejak Resident Evil 5, seri Resident Evil sempat mencicipi fitur co-op. Pendekatan itu berlanjut di Resident Evil 6 dan kemudian muncul lagi di Resident Evil: Revelations 2. Di Revelations 2, ceritanya memadukan sudut pandang dua karakter berbeda yaitu Claire dan Moira yang ditahan di sebuah pulau, serta Barry yang mencari putrinya yang hilang. Dengan fokus pada kerja sama, namun tetap menegangkan di berbagai lokasi yang angker, musuh yang pemain hadapi bukanlah hantu, melainkan monster bermutasi. Meski dimainkan bersama tim, monster tersebut tetap bisa menciptakan banyak momen menyeramkan.
4. Obscure
Jika Resident Evil: Revelations 2 lebih condong ke aksi, Obscure lebih mengedapankan elemen horor survival, mirip seperti game Resident Evil pertama. Game ini menempatkan pemain sebagai sekelompok remaja berisi lima orang yang mengunjungi sebuah sekolah dengan rahasia kelam dan monster mengerikan. Ketika dimainkan sendiri, pemain akan mengendalikan dua karakter sekaligus dan itulah kenapa game ini lebih disarankan dimainkan secara co-op agar masing-masing pemain mengendalikan satu karakter. Setiap karakter di game ini juga bisa mati secara permanen sehingga pemain harus lebih berhati-hati.
5. The Outlast Trials
Outlast merupakan game horor survival yang membawa pemain ke rumah sakit jiwa terbengkalai, lalu berlanjut ke desa pertanian terpencil di sekuelnya. Namun karena tren industri gaming makin condong ke multiplayer, serinya mulai ikut merambah jalur itu lewat The Outlast Trials, game horor co-op yang bisa dimainkan hingga empat pemain. Pada game ini, pemain berperan sebagai relawan yang dijadikan kelinci percobaan untuk metode cuci otak dan kontrol pikiran yang dikemas seolah terapi, lalu dipaksa menuntaskan berbagai “trial” dengan lokasi dan tujuan berbeda demi meraih kebebasan.
6. Phasmophobia
Di Phasmophobia, pemain bermain sebagai tim penyelidik supranatural yang datang ke lokasi angker dengan membawa perlengkapan seadanya untuk memancing dan mencari petunjuk demi menebak entitas apa yang menghantui lokasi itu. Jenis hantunya banyak dan butuh investigasi secara teliti untuk memastikan identitasnya, apalagi lokasi yang pemain datangi biasanya gelap, terbengkalai dan sangat mencekam. Game ini jadi semakin mengerikan ketika hantunya mulai masuk mode Hunt dan mulai memburu pemain. Bagi pemain yang ingin pengalaman lebih imersif, Phasmophobia juga bisa dimainkan lewat kacamata VR.
7. Devour
Sejak dirilis pada 2021, Devour sudah berkembang dengan memiliki 7 map, masing-masing dengan hantu yang berusaha menyeret pemain dan teman-teman mereka ke neraka. Di game ini, pemain harus mengumpulkan item dan menuntaskan ritual, dengan mekanisme yang bisa berbeda cukup signifikan di tiap map. Desain hantunya juga sengaja dibuat sangat menyeramkan dan cocok untuk jumpscare. Selain itu, tingkat kesulitannya juga cukup sadis di beberapa map, karena game ini memang dirancang untuk 4 pemain dan kerja sama jadi kunci untuk bertahan hidup.
Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game horor yang tawarkan fitur co-op tapi tetap menyeramkan. Tertarik mabar salah satu game di atas?