Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Game Masterpiece yang Masih Terkurung di PS2 Sampai Sekarang
Onimusha 3: Demon Siege (dok. Capcom)
  • Beberapa game legendaris PS2 seperti .hack//Infection, Xenosaga Episode I, dan Onimusha 3 masih eksklusif di konsol tersebut tanpa versi remaster atau port ke platform modern.
  • Game-game ini dikenal karena cerita unik dan gameplay khas, mulai dari petualangan sci-fi penuh misteri hingga aksi samurai dengan elemen perjalanan waktu yang inovatif pada masanya.
  • Meskipun banyak judul PS2 lain sudah dirilis ulang, lima game masterpiece ini tetap terkurung di masa lalu dan belum mendapat kesempatan tampil dengan visual serta teknologi terbaru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

PS2 merupakan salah satu konsol tersukses sepanjang masa dan sampai saat ini masih dicintai banyak pemain karena katalog game-nya yang luar biasa. Sayangnya, beberapa game terbaiknya yang layak disebut masterpiece hingga kini masih "terjebak" di konsol tersebut. Meski sejumlah game seperti Final Fantasy 10, Devil May Cry dan Ratchet & Clank sudah mendapat remaster untuk konsol lain, ada banyak yang sampai sekarang masih belum pernah di-porting ke konsol lain atau di-remaster dengan kualitas visual yang lebih modern. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.

1. .hack//Infection

.hack//Infection merupakan bagian pertama dari sebuah tetralogi yang dirilis untuk PS2 di antara 2003 hingga 2004. Setiap game-nya hadir bersama DVD anime pendamping bertajuk .hack//Liminality dan save data antar game bisa saling ditransfer. Ceritanya mengikuti protagonis bernama Kite yang masuk ke sebuah game MMO bersama temannya, namun sang teman tiba-tiba koma setelah kejadian misterius di dalam game tersebut.

Kite pun memulai penyelidikan dengan bantuan karakter-karakter lain, serta gelang ajaib yang memungkinkannya untuk meretas monster. Gameplay-nya memadukan sistem combat secara real-time dengan sistem jeda untuk menggunakan skill sihir, sementara dungeon-nya dibuat secara acak. Yang ironis, sekuel trilogi-nya yaitu .hack//G.U. sudah mendapat remaster, sementara .hack//Infection dan tiga game lanjutannya belum juga mendapat perlakuan serupa.

2. Xenosaga Episode 1: Der Wille Zur Macht

Xenosaga Episode I: Der Wille zur Macht menjadi awal dari sebuah trilogi game JRPG di PS2. Game ini bercerita tentang sebuah kapal penelitian di masa depan yang diserang oleh alien tak kasat mata dan di sinilah robot eksperimental bernama KOS-MOS berperan penting karena ia mampu membuat alien tersebut terlihat sehingga bisa dikalahkan. Meski terdengar seperti cerita sci-fi biasa, alurnya berkembang menjadi narasi yang sarat tema keagamaan.

Sistem combat-nya berbasis giliran dengan mekanisme combo, boost untuk mendapat giliran ekstra dan kemampuan beberapa karakter manusia untuk memanggil mech mereka ke medan pertempuran. Sayangnya, seluruh seri Xenosaga hingga kini tidak pernah dirilis di luar PS2, meski dua game pertamanya sempat di-remake untuk Nintendo DS dan itu pun hanya dirilis secara eksklusif di Jepang.

3. Onimusha 3: Demon Siege

Capcom secara konsisten merilis ulang seri Onimusha di pasar Amerika Utara, mulai dari Onimusha: Warlords (2019) hingga Onimusha 2: Samurai's Destiny (2025). Dengan Onimusha: Way of the Sword yang dijadwalkan rilis tahun ini, ada kemungkinan Onimusha 3: Demon Siege juga akan dirilis ulang sebelum game baru tersebut meluncur. Dirilis untuk PS2, game ini menjadi game paling unik dalam serinya karena memperkenalkan elemen perjalanan waktu.

Sang protagonis yaitu Samanosuke Akechi tiba-tiba terlempar ke Prancis masa kini yang diserang iblis dari era feudal Jepang, sementara seorang polisi Prancis bernama Jacques Blanc justru terseret ke masa lalu. Jacques diperankan oleh aktor Jean Reno yang dikenal lewat film The Professional dan Mission: Impossible, sebuah kolaborasi yang cukup besar pada masanya di 2004.

4. Champions of Norrath: Realms of EverQuest

Champions of Norrath: Realms of EverQuest merupakan game spin-off dari EverQuest yang hadir sebagai pesaing Baldur's Gate: Dark Alliance di PS2. Game ini menawarkan lima pilihan class karakter, gameplay aksi RPG dengan perspektif top-down dan mode co-op hingga empat pemain secara lokal maupun online. Meski ceritanya terbilang sederhana dan linear, daya tarik utamanya justru terletak dari sistem grinding level dan berburu item gear terbaik di tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Game ini sempat mendapat sekuel berjudul Champions: Return to Arms, yang sayangnya juga masih terkurung di PS2. Champions of Norrath memang tidak menawarkan inovasi besar seperti Baldur's Gate: Dark Alliance maupun seri Diablo, namun tetap menjadi salah satu game aksi RPG terfavorit banyak pemain PS2. Nasib game ini mirip dengan Bloodborne, sama-sama eksklusif di satu konsol saja tanpa ada tanda-tanda akan dirilis di konsol atau platform lain.

5. Maximo: Ghosts to Glory

Maximo: Ghosts to Glory merupakan game reboot dari seri Ghosts 'n Goblins yang hadir di PS2 dengan formula yang cukup menantang. Pada game ini, pemain mengendalikan Maximo, seorang ksatria yang bertarung melawan monster dan kerangka hidup, dengan mekanisme unik di mana ia akan kehilangan armor-nya ketika terlalu banyak menerima damage dan terpaksa melanjutkan pertarungan hanya dengan celana boxer.

Sayangnya, game ini terlupakan di antara deretan game platformer yang lebih populer di PS2 seperti Ratchet & Clank, Sly Cooper dan Jak and Daxter. Meski sempat melahirkan sekuel berjudul Maximo vs. Army of Zin dan hampir mendapat game ketiga yang akhirnya dibatalkan, game ini dan sekuelnya sampai sekarang hanya bisa dimainkan di PS2 saja.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game masterpiece yang masih terkurung di PS2 sampai sekarang. Dari 5 game di atas, mana yang menurutmu paling layak mendapat remaster atau remake untuk konsol modern?

Editorial Team