Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ashen-xboxstore-superheroart-3840x2160-1920x-q80.png
Ashen (dok. A44)

Intinya sih...

  • Fist of the North Star: Lost Paradise menawarkan aksi RPG seru dengan sistem combat heboh dan cerita brilian yang mengadaptasi arc legendaris FOTNS.

  • The Ascent, game latar cyberpunk terbaik dengan combat taktis namun repetitif, serta penulisan cerita yang biasa.

  • Ashen, game dengan dunia eksplorasi bebas, sistem combat mirip Dark Souls, dan visual minimalis yang layak dicoba.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Game open-world RPG biasanya sangat ambisius dengan biaya pengembangan yang besar dan waktu pengerjaan yang lama. Karena risikonya sebesar itu, studio cenderung bermain aman dengan menggarap game yang sudah punya nama dan basis penggemar. Banyak diantaranya berakhir sukses dan mendapatkan game lanjutan dengan kualitas yang beragam, namun tidak sedikit juga yang masih tertahan di satu game saja. Kendati demikian, game-game tersebut cukup apik karena pemain jadi bisa menikmati cerita yang utuh tanpa harus mengikuti seri yang panjang. Berikut daftarnya.

1. Fist of the North Star: Lost Paradise

Meski mungkin tidak seterkenal game RGG Studio lainnya, Fist of the North Star: Lost Paradise tetap termasuk kedalam game aksi RPG yang sangat seru berkat sistem combat yang heboh, cerita brilian yang mengadaptasi beberapa arc legendaris FOTNS dan latar kota kecil bernama Eden yang sederhana tapi punya daya tarik tersebut. Game ini mirip Like a Dragon karena sama-sama memiliki banyak karakter berotot dan selera humor ala game RGG Studio pada umumnya. Sayangnya, peluang untuk sekuel game ini sangat kecil karena ending-nya sendiri sudah cukup final.

2. The Ascent

Meski The Ascent baru rilis di 2021 dan secara teori masih berpeluang mendapatkan sekuel, arah game ini tampaknya tidak akan mengarah ke sana karena Neon Giant selaku developer justru sedang mengerjakan game lain berjudul No Law yang tidak berlatar di semesta yang sama. Game ini sendiri memiliki salah satu latar cyberpunk terbaik di dalam game yang sayangnya harus tercederai oleh kualitas yang combat yang memang taktis dan bertempo cepat, tapi mudah terasa repetitif. Selain itu, penulisan cerita dan misinya juga cenderung biasa saja dan bahkan sering kalah mencolok dibanding presentasi Veles (nama dunia cyberpunk di game ini).

3. Ashen

Sebelum Elden Ring, ada Ashen yang tidak kalah menarik. Pada game garapan A44 ini, dunianya memang tidak sebesar itu terutama jika dibandingkan standar sekarang, tapi pemain tetap diberi kebebasan bereksplorasi dengan tantangan yang makin lama akan makin sulit seiring berjalannya permainan. Sistem combat-nya sedikit mengingatkan pada Dark Souls, namun tetap ada pembeda di mana progress karakter pemain lebih menekankan gear dan item daripada statistik tradisional. Selain itu, pemain solo pun juga terkadang akan ditemani rekan AI di situasi tertentu. Dengan gaya visual minimalis, Ashen sangat layak dicoba.

4. Vampyr

Vampyr direkomendasikan untuk pemain yang menyukai tema vampir. Terlebih, game ini juga memadukan tema tersebut dengan misi berbasis dialog, pilihan yang memengaruhi cerita, latar era Victoria dan sedikit ‘bumbu’ Soulslike. Di game ini, pemain berperan sebagai dokter yang baru menjadi vampir dan terjebak di antara sumpah kemanusiaan dan dorongan untuk menghisap darah manusia. Keputusan untuk menahan diri atau membunuh NPC benar-benar berdampak dan bisa mengubah jalannya cerita secara drastis. London pada game ini digambarkan sebagai kota yang sakit oleh wabah, tapi kaya akan detail dan memberi kebebasan eksplorasi yang cukup luas.

5. Kingdoms of Amalur: Reckoning

Kingdoms of Amalur: Reckoning sebenarnya mengagumumkan tapi sayangnya, kesuksesannya tidak sempat dilanjutkan lewat sekuel karena masalah finansial yang berujung pada penutupan publisher dan studionya. Untuk pemain yang mencari game open-world RPG dengan sensasi menjadi karakter super kuat, game ini jadi salah satu opsi terbaik. Sistem combat hack-and-slash-nya cepat dan matang, tapi tetap memberi ruang untuk mencoba build dan tipe senjata. Sementara itu, dunia Faelands tampil indah dan masih enak dipandang untuk ukuran game rilisan 2012.

6. Fallout: New Vegas

Seri Fallout memang masih berlanjut sampai saat ini, namun sayangnya peluang Obsidian untuk membuat sekuel dari Fallout: New Vegas sangatlah kecil, meski rumornya sudah beredar hampir satu dekade. Game ini sangat dirindukan karena lebih terbuka dan “berani” dibanding game Fallout lainnya. Pilihan yang pemain ambil benar-benar berdampak, setiap faksi memiliki kompleksitasnya sendiri dan humor yang diusung cenderung gelap. Untungnya, komunitas modding yang sangat aktif membuat New Vegas tetap relevan sampai sekarang. Jika pemain tertarik menghabiskan banyak waktu menjelajahi dunia New Vegas, opsi paling masuk akal adalah bermain di PC dan memasang banyak mod.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game open-world RPG terbaik yang sampai sekarang belum mendapatkan sekuel. Ada game favoritmu?

Editorial Team