Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Game Open-World Ambisius yang Sayangnya Tidak Jadi Dirilis

720506.jpg
Scalebound (dok. PlatinumGames)
Intinya sih...
  • Scalebound: Dibatalkan karena pengembangan tersendat dan PlatinumGames belum berpengalaman membuat game open-world.
  • Agent: Kehilangan tim pengembang yang konsisten dan diperparah dengan masalah teknis hingga akhirnya dibatalkan.
  • Pirates of the Caribbean: Armada of the Damned: Tim internal studionya diambang kehancuran sehingga game ini dibatalkan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Industri gaming memang dipenuhi banyak kisah game sukses, tapi di balik itu semua, ada juga beberapa game yang akhirnya kandas sebelum sempat dimainkan pemain. Menariknya, pembatalan seperti itu tidak hanya menimpa studio kecil, di mana studio besar dengan rekam jejak yang apik pun bisa tiba-tiba “mengubur” game yang sempat diumumkan tanpa banyak penjelasan. Salah satu diantaranya adalah game open-world yang risikonya memang lebih tinggi karena skala besarnya, sehingga meski studionya berpengalaman, pengembangannya tetap bisa bermasalah hingga berujung dibatalkan. Berikut 7 game open-world ambisius yang sayangnya tidak jadi dirilis.

1. Scalebound

Scalebound awalnya digadang-gadang bakal menjadi game open-world ambisius di mana pemain bisa bertarung bersama naga peliharaan mereka di dunia bernama Draconis. Rencananya, game ini bakal dipenuhi musuh bos raksasa, sistem combat melee dengan elemen magis dan kemampuan untuk bertarung di darat sembari memberi perintah pada naga pemain untuk menyerang dari udara secara real-time. Namun di balik konsepnya yang terdengar keren, pengembangan game ini tersendat karena PlatinumGames belum berpengalaman membuat game open-world skala besar. Alhasil, game ini akhirnya dibatalkan.

2. Agent

Agent diproyeksikan sebagai game thriller mata-mata berlatar Perang Dingin dengan petualangan mengelilingi beberapa kota di berbagai negara. Game ini menjanjikan tema spionase, lengkap dengan misi yang dimainkan secara stealth, target untuk dibunuh, gadget, penyamaran dan tone yang lebih kelam sebagai antitesis dari James Bond yang cenderung glamor. Sayangnya, skala idenya terlalu besar untuk dijaga tetap stabil. Ketika fokus dan sumber daya internal Rockstar beralih ke GTA V, game ini kehilangan tim pengembang yang konsisten dan diperparah dengan masalah teknis hingga akhirnya dibatalkan.

3. Pirates of the Caribbean: Armada of the Damned

Pirates of the Caribbean: Armada of the Damned rencananya akan menjadi game RPG yang berlatar di semesta Pirates of the Caribbean sudah sangat populer di industri perfilman. Game ini menjanjikan pertempuran kapal bajak laut berskala besar dan pilihan cerita bercabang yang memberi kebebasan pemain menentukan nasibnya sendiri. Preview-nya sempat banjir pujian, namun kondisi tim internal studionya malah diambang kehancuran. Serangkaian PHK membuat banyak game yang sedang digarap berujung dibatalkan dan Armada of the Damned menjadi salah satunya.

4. Prey 2

Prey 2 sempat membuat heboh ketika diumumkan lewat trailer sinematik yang dirilis tak lama setelah game pertamanya diluncurkan. Di game ini, pemain rencananya akan berperan sebagai seorang Marshal A.S. yang diculik alien dan terdampar di dunia futuristk bergaya cyberpunk. Trailer perdananya benar-benar mencuri perhatian, namun penundaan rilis yang panjang membuat pengembangannya sempat terhenti hingga akhirnya sepenuhnya dibatalkan. Andai saja jadi dirilis, Prey 2 mungkin sudah memberi pengalaman ala Cyberpunk 2077 lebih dari satu dekade lebih cepat.

5. The Getaway 3

The Getaway 3 adalah upaya Sony untuk membuat GTA versi mereka sendiri, namun kali ini dengan visual yang lebih memukau, pendekatan yang lebih realistis dan detail kota yang digarap serius. Tech demo-nya sempat memperlihatkan area kota yang dirender dengan sangat akurat, lengkap dengan janji transisi mulus antara gameplay dan cutscene. Sayangnya, meski awalnya terlihat menjanjikan, Sony kemudian mengalihkan fokus studio yang menggarap game ini ke game first-party lain yang lebih besar dan dianggap lebih matang. Keputusan itu membuat seri Getaway hanya mentok sampai dua game saja hingga saat ini.

6. Wild

Ubisoft pernah menggarap salah satu game open-world dengan ide terunik berjudul Wild. Berlatar di dunia prasejarah yang ada elemen mistisnya, pada game ini pemain bisa merasuki dan mengendalikan berbagai hewan untuk bertahan hidup dan memecahkan masalah di alam liar. Sayangnya, game ini dihantam banyak kendala pengembangan hingga akhirnya kehilangan arah. Setelah Michel Ancel, sosok kunci di balik game ini memutuskan keluar, pengembangan Wild langsung berhenti total. Untungnya, beberapa tahun kemudian, Ubisoft menyajikan game prasejarah yang tak kalah menarik dalam bentuk Far Cry Primal.

7. Tomb Raider Ascension

Sebelum Tomb Raider versi reboot dirilis pada 2013, sempat ada konsep lain bernama Ascension yang dipertimbangkan. Ascension rencananya bakal membuat Tomb Raider menjadi game open-world bernuansa horor, di mana Lara Croft harus bertahan hidup sembari melawan makhluk-makhluk mengerikan dengan suasana dunia yang lebih gelap dan menekankan rasa takut serta rapuhnya sang karakter utama. Namun seiring pengembangan berjalan, tim pengembang akhirnya mengubah arahnya ke survival yang lebih membumi dan lebih Tomb Raider seperti yang dikenal sekarang.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game open-world ambisius yang sayangnya tidak jadi dirilis. Dari 7 game di atas, mana yang menurutmu layak untuk dihidupkan lagi?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More

7 Game Open-World Ambisius yang Sayangnya Tidak Jadi Dirilis

17 Jan 2026, 07:10 WIBTech