Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Code Vein (dok. Bandai Namco Studios)
Code Vein (dok. Bandai Namco Studios)

Intinya sih...

  • Tiny’s Tina Wonderlands memiliki 4 DLC, hanya satu yang menarik.

  • Deus Ex: Mankind Divided punya DLC dengan misi singkat dan item sekali pakai.

  • Batman: Arkham Knight berisi skin karakter, misi singkat, dan tantangan cepat selesai.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

DLC bisa menjadi cara yang bagus untuk menambah konten pada sebuah game seperti cerita baru, karakter atau senjata tambahan dan mode permainan anyar. DLC bisa membuat game yang baik menjadi luar biasa atau game yang biasa saja menjadi lebih menarik. Namun sayangnya di beberapa kesempatan, DLC lebih terasa seperti konten tambahan yang dipaksakan karena terlalu singkat, kurang menarik atau bahkan membuat pengalaman bermain keseluruhan menjadi kurang menyenangkan. Berikut beberapa game terbaik dengan DLC yang mengecewakan.

1. Tiny’s Tina Wonderlands

Tiny Tina's Wonderlands merupakan spin-off dari seri Borderlands yang mengambil latar dunia fantasi ala Dungeons & Dragons ciptaan Tiny Tina. Berbeda dari game-game Borderlands yang lainnya, pada game ini, pemain bisa membuat karakter mereka sendiri lengkap dengan opsi kustomisasi penampilan dan class (bahkan bisa multiclass untuk lebih banyak variasi). Sayangnya, meski game utamanya seru dan terasa fresh, empat DLC-nya malah mengecewakan. Hanya Shattering Spectreglass yang menarik karena menambah class baru, sementara tiga DLC lainnya terasa repetitif, singkat dan membosankan.

2. Deus Ex: Mankind Divided

Deus Ex: Mankind Divided merupakan game aksi RPG bertema cyberpunk sekaligus kelanjutan dari Human Revolution yang mengikuti Adam Jensen, seorang agen operasi rahasia dengan badan cyborg. Game ini dipuji karena cerita yang dalam dan pembangunan karakter yang kompleks, namun konten DLC yang tersedia di Season Pass-nya mengecewakan. Beberapa DLC tersebut hanya menawarkan beberapa misi singkat yang seharusnya menjadi bagian dari game utama, ditambah item sekali pakai yang akan selamanya hilang setelah digunakan. Item itu bahkan tidak bisa dipakai lagi meski pemain memulai playthrough baru.

3. Batman: Arkham Knight

Batman: Arkham Knight menjadi penutup yang epik dari trilogi Batman: Arkham garapan Rocksteady Studios, di mana game ini menyajikan pengalaman seru sebagai Batman dalam melindungi Gotham dari musuh-musuh terbesarnya. Tidak hanya itu, game ini juga memungkinkan pemain mengendarai Batmobile dan mengusung visual yang sangat memukau untuk ukuran game rilisan tahun 2015. Sayangnya, DLC untuk game ini jauh dari kata memuaskan karena hanya berisi skin karakter, misi singkat dan beberapa tantangan yang cepat selesai. Agar tidak merasa rugi, ada baiknya untuk membeli game ini ketika diskon saja.

4. Code Vein

Code Vein merupakan game Soulslike dengan gaya visual ala anime di mana pemain berperan sebagai Revenant, manusia vampir yang membutuhkan darah agar tidak menjadi gila. Dengan gameplay yang penuh aksi, sistem build karakter dan kustomisasi yang menarik, game ini cukup bersinar jika dibandingkan kebanyakan game Soulslike lain yang terkesan biasa saja. Namun sayang, apiknya game ini tercederai oleh DLC yang jauh dari kata menarik. Tanpa tambahan cerita, DLC untuk game garapan Bandai Namco Studios ini hanya berisi tiga dungeon kecil dengan bos untuk dilawan di akhir dan beberapa skin karakter.

5. Tekken 7

Meski kebanyakan pemain saat ini telah beralih ke Tekken 8 yang lebih baru, Tekken 7 tetap bertahan selama sembilan tahun sejak pertama kali dirilis dengan dukungan berupa berbagai DLC dan Season Pass. Kualitas tiap DLC beragam namun salah satu DLC yang paling menuai kritik adalah Frame Data Display, fitur yang menampilkan detail animasi dan hitbox pada tiap karakter. Yang membuatnya begitu dikritik adalah fakta bahwa fitur semacam itu seharusnya menjadi fitur bawaan yang diberikan gratis lewat update, alih-alih dijual terpisah layaknya sesuatu yang istimewa dan punya nilai tersendiri.

6. Destiny 2

Destiny 2 merupakan game looter shooter dengan progress karakter yang menyenangkan dan gameplay loop yang seru. Namun, DLC yang dirilis untuknya sering kali bermasalah. Ada yang seru karena mengemas senjata dan cerita baru, tapi banyak juga yang terasa repetitif. Yang paling buruk adalah fakta bahwa DLC ekspansi untuk game ini bisa dihapus kapan saja seperti Curse of Osiris dan Warmind yang kini sudah tidak tersedia, meski pemain pernah membelinya. Parahnya, tidak ada jaminan jika hal serupa tidak akan terjadi di masa depan. DLC ekspansi lama tetap bisa tiba-tiba menghilang ketika sudah ada DLC ekspansi baru.

7. Dragon’s Dogma 2

Dragon’s Dogma 2 merupakan game open-world RPG bergaya fantasi Barat. Pada game ini, pemain berperan sebagai Arisen, sosok terpilih yang bisa mengendalikan Pawn (NPC buatan pemain) untuk bertarung bersama. Game ini menawarkan sistem combat yang sangat memuaskan dan dunia yang luas untuk dijelajahi, namun sayangnya tercoreng oleh DLC buruk yang membuat game ini terkesan pay-to-win. Padahal, semua item DLC seperti item untuk menghidupkan kembali atau teleportasi bisa didapatkan dengan mudah di dalam game tanpa membeli, sehingga membuat keberadaan DLC tersebut terasa sia-sia.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game terbaik dengan DLC yang mengecewakan. Pernah memainkan game-game di atas?

Editorial Team