Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Nintendo Jarang Mengadakan Diskon Game?
ilustrasi main Nintendo Switch (unsplash.com/@0x00kevin)
  • Nintendo mempertahankan harga game karena menganggap produknya bersifat evergreen dan tetap relevan bertahun-tahun tanpa perlu diskon besar untuk menjaga penjualan jangka panjang.
  • Kekuatan brand serta loyalitas penggemar membuat Nintendo mampu menjual game dengan harga premium tanpa tekanan untuk mengikuti tren potongan harga seperti kompetitornya.
  • Strategi bisnis Nintendo fokus pada nilai produk dan keuntungan stabil dari penjualan fisik, bukan model live service atau microtransaction yang umum di industri game modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi gamer zaman sekarang, diskon besar sudah menjadi hal biasa di industri game. Platform seperti Steam, PlayStation Store, hingga Xbox Store tidak jarang mengadakan potongan harga tinggi, bahkan sesekali menyediakan event game gratis pada beberapa kesempatan. Ini adalah salah satu keistimewaan, terutama bagi gamer PC.

Namun, situasi berbeda justru terjadi pada game Nintendo. Kamu mungkin bertanya kenapa game seperti Mario Kart 8 Deluxe, Zelda, atau Super Smash Bros. tetap mahal meski sudah berusia bertahun-tahun sejak rilis. Kira-kira, kenapa bisa begitu?

1. Nintendo menganggap game mereka evergreen

potret karakter Mario (unsplash.com/@claudiolcastro)

Nintendo memiliki filosofi bahwa game buatan mereka dirancang untuk tetap relevan selama bertahun-tahun. Karena itu, Nintendo tak perlu menurunkan harga terlalu cepat hanya demi mengejar penjualan jangka pendek. Strategi Nintendo berbeda dengan banyak publisher lain yang mengandalkan diskon besar setelah hype awal menurun. Nintendo tampaknya percaya game seperti Mario dan Zelda tetap akan terus dicari pemain baru meski umur gamenya sudah lama.

2. Brand Nintendo sangat kuat

ilustrasi Pokemon di konsol Nintendo (unsplash.com/@branden_skeli)

Karakter dan waralaba Nintendo memiliki loyalitas penggemar yang luar biasa besar. Tak sedikit pemain tetap rela membeli game first-party Nintendo dengan harga penuh karena kualitas dan reputasinya sudah dipercaya selama puluhan tahun. Keunggulan tersebut membuat Nintendo tidak berada dalam tekanan besar untuk sering mengadakan diskon agresif. Selama permintaan pasar tetap tinggi, maka harga premium masih bisa dipertahankan tanpa mengurangi minat pembeli.

3. Nintendo tidak ingin merusak nilai produknya

konsol Nintendo Switch (pexels.com/@pixabay)

Nintendo dikenal sangat menjaga citra eksklusif produk selama lebih dari empat dekade. Jika game terlalu cepat murah, perusahaan khawatir pemain akan terbiasa menunggu diskon dan tidak lagi membeli game saat rilis awal. Nintendo memilih menjaga harga tetap stabil agar game mereka memiliki nilai jangka panjang. Cara ini menjadikan harga game fisik Nintendo cenderung bertahan tinggi bahkan dalam kondisi bekas.

4. Strategi bisnis nintendo berbeda dari kompetitor

potret karakter Mario (unsplash.com/@claudiolcastro)

Sony dan Microsoft lebih agresif memakai diskon untuk memperkuat ekosistem digital agar bisa menjaring konsumen sebanyak-banyaknya, serta untuk menekan angka pembajakan. Sementara itu, Nintendo masih sangat kuat di penjualan game fisik dan lebih fokus pada keuntungan stabil dibandingkan mengejar kuantitas penjualan. Nintendo jarang terlibat dalam model live service atau microtransaction besar seperti banyak publisher modern pada umumnya. Pendapatan utama perusahaan asal Jepang tersebut tetap berasal dari penjualan game premium dengan harga penuh.

5. Game Nintendo jarang kehilangan popularitas

ilustrasi main Zelda di Switch (unsplash.com/@eugenechystiakov)

Beberapa game modern mengalami penurunan pemain cukup cepat setelah beberapa bulan rilis, bahkan untuk game AAA. Namun, game Nintendo memiliki umur komunitas yang sangat panjang, terutama untuk seri seperti Mario Kart, Animal Crossing, dan Pokemon. Nintendo mungkin merasa tidak perlu buru-buru memangkas harga demi menarik pemain baru karena komunitasnya sudah sangat solid. Ini terbukti dengan game first-party mereka kerap masuk daftar penjualan terlaris meski sudah dirilis bertahun-tahun sebelumnya.

Meski sering dikritik karena pelit, cara Nintendo ini terbukti berhasil menjaga penjualan game tetap stabil dalam jangka panjang. Bahkan, beberapa game Nintendo Switch masih mampu masuk daftar game terlaris dunia meski sudah bukan game baru lagi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team