Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan Stardew Valley
cuplikan Stardew Valley (dok. ConcernedApe/Stardew Valley)

Intinya sih...

  • Dark Souls III menyempurnakan filosofi belajar dari kematian yang legendaris

  • Pokemon Go membawa nostalgia masa kecil ke ruang publik

  • Stardew Valley membawa pemain ke sebuah desa kecil bernama Pelican Town

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Media sosial sedang ramai dengan 2016 throwback challenge. Orang-orang ditantang membagikan foto-foto mereka dari tahun itu. Namun, apa jadinya jika ini diaplikasikan kepada dunia game?

Tahun 2016 sendiri boleh dibilang sebagai sebuah simpang jalan dalam sejarah game modern, saat teknologi matang dan keberanian kreatif mulai bertemu tanpa ragu. Pada tahun itu, game tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pemain merasakan penderitaan, keajaiban, kesunyian, dan kemenangan dengan cara yang personal. Throwback ke 2016 berarti membuka kembali semua kotak kenangan tersebut.

Untuk ikut meramaikan 2016 throwback challenge, lima judul berikut mungkin layak diajak pulang untuk nostalgia. Bukan sekadar karena namanya besar, melainkan juga karena pengalaman yang mereka tinggalkan. Tiap game ini ibarat kapsul waktu yang menyimpan perasaan tertentu dan memainkannya kembali seperti membaca surat lama dari diri kita sendiri.

1. Dark Souls III menyempurnakan filosofi belajar dari kematian yang legendaris

cuplikan Dark Souls III (dok. FromSoftware/Dark Souls III)

Dark Souls III adalah mahakarya bernuansa kelam dari FromSoftware yang diterbitkan Bandai Namco Entertainment. Ia hadir di PlayStation 4, Xbox One, dan PC. Game ini menempatkan pemain di dunia Lothric yang rapuh, di mana api hampir padam dan para dewa lama tinggal sebagai bayangan masa lalu. Sejak langkah pertama, ia tidak memeluk pemain dengan ramah, tetapi justru menguji tekad melalui kesunyian dan bahaya.

Sebagai penutup trilogi, Dark Souls III menyempurnakan filosofi belajar dari kematian yang legendaris. Tiap pertarungan menjadi cerita kecil yang mengasah kesabaran, pengamatan, dan keberanian untuk bangkit kembali. Game ini terasa seperti puisi tragis yang dibacakan dengan pedang dan api unggun bertajuk soulslike.

2. Pokemon Go membawa nostalgia masa kecil ke ruang publik

cuplikan Pokemon Go (dok. Niantic/Pokemon Go)

Pokemon Go dikembangkan dan diterbitkan Niantic yang bekerja sama dengan Nintendo dan The Pokemon Company. Ia meluncur di iOS dan Android dengan mengubah dunia nyata menjadi peta petualangan. Taman kota dan trotoar mendadak dipenuhi makhluk imut yang selama ini hanya hidup di layar. Tahun 2016 seketika dipenuhi orang-orang yang berjalan sambil menatap ponsel dengan senyum penasaran dan keinginan menangkap monster yang menggebu-gebu.

Di balik kesederhanaannya, Pokemon Go membawa nostalgia masa kecil ke ruang publik. Game ini bukan tentang menamatkan cerita, melainkan tentang bergerak, bertemu, dan berbagi kegembiraan kolektif. Ia mengingatkan kita kalau game bisa menjadi jembatan sosial, bukan sekadar pelarian pribadi.

3. Stardew Valley membawa pemain ke sebuah desa kecil bernama Pelican Town

cuplikan Stardew Valley (dok. ConcernedApe/Stardew Valley)

Stardew Valley adalah karya penuh cinta dari Eric Barone yang dikenal luas sebagai ConcernedApe. Game ini dikembangkan dan diterbitkan secara mandiri pada awal rilisnya. PC menjadi rumah pertama bagi dunia piksel yang hangat dan bersahaja ini. Ia membawa pemain ke sebuah desa kecil bernama Pelican Town, tempat ladang kosong menunggu untuk dihidupkan kembali.

Sinopsisnya sederhana, tetapi dampaknya dalam. Ia menceritakan seseorang yang meninggalkan hiruk pikuk kota demi kehidupan yang lebih bermakna. Stardew Valley bercerita lewat rutinitas, hubungan antarwarga, dan musim yang terus berputar. Ia sekaligus pengingat lembut kalau ketenangan juga bisa menjadi bentuk petualangan yang patut dinikmati.

4. Titanfall 2 memadukan aksi tembak-menembak futuristik dengan parkour lincah

cuplikan Titanfall 2 (dok. Respawn Entertainment/Titanfall 2)

Titanfall 2 dikembangkan Respawn Entertainment dan diterbitkan Electronic Arts untuk PlayStation 4, Xbox One, dan PC. Game ini memadukan aksi tembak-menembak futuristik dengan parkour lincah dan kehadiran Titan raksasa yang megah. Dari menit pertama, ia bergerak cepat dan penuh energi, seperti napas yang ditarik terlalu dalam.

Tambah mengejutkan, permainan single player-nya emosional. Hubungan antara pilot Jack Cooper dan Titan BT-7274 berkembang menjadi kisah persahabatan yang tulus. Di tengah ledakan dan logam, Titanfall 2 menyelipkan suara hati yang layak diajak nostalgia.

5. Uncharted 4: A Thief’s End membawa pemain melintasi reruntuhan, kota tua, dan lautan luas

cuplikan Uncharted 4: A Thief’s (dok. Naughty Dog/Uncharted 4: A Thief’s)

Uncharted 4: A Thief’s End adalah penutup perjalanan Nathan Drake yang dikembangkan Naughty Dog dan diterbitkan Sony Interactive Entertainment untuk PlayStation 4. Game ini membawa pemain melintasi reruntuhan, kota tua, dan lautan luas dengan visual yang memukau. Sejak awal, nuansa perpisahan terasa menggantung di udara.

Sinopsisnya berfokus kepada konflik antara petualangan dan kehidupan pribadi. Uncharted 4 bukan hanya tentang harta karun, melainkan juga tentang memilih apa yang benar-benar berharga. Ia menutup kisah dengan elegan, seperti film petualangan klasik yang tahu kapan harus menurunkan tirai.

Throwback ke 2016 lewat lima game di atas seperti mengenang teknologi lama sekaligus merayakan momen saat game berani berbicara dengan suara uniknya masing-masing. Tiap judul membawa emosi yang berbeda, dari keputusasaan hingga kehangatan, dari keramaian kota hingga kesunyian desa. Memainkannya kembali adalah cara menyapa masa lalu sambil mengingat mengapa kita jatuh cinta kepada game sejak awal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team