5 Rekomendasi Game Petualangan yang Bukan Open World

- Yakuza 0 (2017) menawarkan pengalaman bermain yang solid dengan cerita serius namun penuh humor di Jepang tahun 1980-an.
- Dungeons Of Hinterberg (2024) menggabungkan eksplorasi dungeon dengan kehidupan santai di desa Alpen, cocok untuk petualangan tanpa tekanan berlebihan.
- God of War (2018) memiliki alur cerita terarah dan fokus pada hubungan ayah dan anak dalam dunia mitologi Nordik.
Petualangan dalam map yang luas dengan ratusan ikon tentu akan membuatmu lelah dan cepat bosan. Padahal, ada game petualangan yang fokus pada cerita dan aksi mereka daripada dunia yang luas. Game petualangan yang bukan open world ini menawarkan pengalaman bermain yang solid tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam berkeliling map.
1. Yakuza 0 (2017)

Yakuza 0 merupakan game petualangan yang terlihat serius, tetapi penuh humor. Ceritanya berlatar di Jepang tahun 1980-an dan fokus pada dua karakter utama, Kazuma Kiryu dan Goro Majima. Keduanya sering terlibat dunia kriminal Jepang yang gelap serta diselingi momen absurd dan menghibur.
Lokasi di map ini hanya berfokus di Kamurocho dan Sotenbori dengan area yang relatif kecil. Justru, dari ruang yang terbatas inilah keunikan Yakuza 0 terasa kuat. Setiap sudut kota dibuat hidup, ramai, dan penuh aktivitas unik yang sering kali terasa tidak masuk akal.
2. Dungeons Of Hinterberg (2024)

Dungeons of Hinterberg hadir dengan gaya visual cel-shaded yang langsung mencuri perhatian. Game ini menggabungkan eksplorasi dungeon dengan kehidupan santai di desa wisata Alpen. Rasanya seperti liburan sambil berburu monster.
Kamu akan menjelajahi area tertentu, masuk ke dalam dungeon, dan bertarung melawan musuh di dalamnya. Terdapat selingan cerita menarik selama permainan terkait kesehatan mental, hubungan sosial, dan persahabatan. Dengan ritme permainan yang santai, game ini cocok untuk kamu yang ingin bertualang tanpa tekanan berlebihan.
3. God of War (2018)

God of War merupakan game yang disangka open world, padahal sebenarnya semi-linier. Kamu memang bisa bertualang dari satu tempat ke tempat lain, tapi alur cerita tetap terarah. Hal ini membuat petualangan tetap terkontrol dan tidak memerlukan eksplorasi berlebihan.
Pada versi ini, cerita berfokus pada Kratos yang hidup bersama anaknya, Atreus, di dunia mitologi Nordik. Sepanjang perjalanan, konflik dan interaksi antara Kratos dan Atreus menjadi inti kekuatan ceritanya. Hubungan ayah dan anak ini disajikan dengan emosi yang kuat dan pesan yang mendalam.
4. Stellar Blade (2024)

Stellar Blade menonjolkan visual yang memanjakan mata dan aksi pertarungan yang cepat. Desain dunianya dibuat detail dan konsisten sesuai dengan tema yang diusung. Area permainannya tidak terlalu luas dan memiliki jalan cerita terkontrol, sehingga mudah untuk kamu ikuti.
Kamu akan bermain sebagai Eve, pejuang wanita yang bertarung melawan makhluk misterius di dunia pasca kiamat. Pertarungan dalam game ini mengandalkan gerakan cepat dan respons yang presisi. Kombinasi aksi intens dan efek visual yang tajam membuat Stellar Blade terasa memuaskan untuk dimainkan.
5. Control (2019)

Dunia dalam Control bukan open world, tapi saling terhubung seperti labirin. Setiap area terbuka seiring progres cerita, bikin eksplorasi terasa natural dan penuh rasa ingin tahu. Desain levelnya cerdas dan konsisten dengan tema misterinya.
Kamu akan berperan sebagai Jesse Faden yang menjelajahi gedung yang penuh fenomena supernatural. Terdapat berbagai misteri yang terus berkembang dan musuh yang akan menghalangimu. Control cocok buat kamu yang suka petualangan dengan tema misteri.
Petualangan yang seru tidak harus datang dari dunia yang sangat luas. Dengan dunia yang lebih terkontrol, game petualangan yang bukan open world di atas bisa fokus ke konten yang lebih penting. Kamu tetap merasakan sensasi eksplorasi, tapi dengan progres yang jelas dan terarah.



















