Pengumuman sekuel sebuah game sering kali memunculkan reaksi yang beragam dari para pemain. Ketika sebuah sekuel game diumumkan hanya dengan trailer CGI, wajar jika banyak yang skeptis karena trailer tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan visual atau gameplay game-nya. Selain itu, jika sekuel game muncul setelah bertahun-tahun tanpa kabar, berstatus sebagai prekuel, atau dikerjakan oleh studio yang berbeda dari sebelumnya, rasa pesimis pun tak terhindarkan. Akan tetapi, ada juga beberapa sekuel game yang berhasil membuktikan bahwa kekhawatiran itu tidak perlu karena kualitasnya ternyata berhasil melampaui ekspektasi. Berikut beberapa diantaranya.
6 Sekuel Game yang Kualitasnya Melebihi Ekspektasi

1. Resident Evil 4
Resident Evil 4 melewati proses pengembangan yang panjang sejak 1999 dan bahkan salah satu versi awalnya berevolusi menjadi game yang sama sekali berbeda yaitu Devil May Cry. Setelah itu, pengembangan ulang dimulai pada 2001 dan menghasilkan beberapa prototipe seperti build "Fog" dan "Hooked-Man" yang lebih kental nuansa horornya. Di tengah lesunya minat pemain terhadap serinya, Capcom benar-benar butuh sesuatu yang bisa mendefinisikan ulang identitas Resident Evil. Banyak yang ragu meski Leon S. Kennedy kembali, namun pada akhirnya, Resident Evil 4 terbukti menjadi salah satu game Resident Evil paling legendaris yang pernah dibuat.
2. Silent Hill 2
Setelah Silent Hill 4: The Room, kualitas seri Silent Hill mulai menurun drastis. Sebagian besar game berikutnya diserahkan ke studio Barat, namun hasilnya tidak mampu menandingi kejayaan empat game pertama. Homecoming dan Downpour hanya mendapat sambutan yang biasa-biasa saja, dan ketika Silent Hill 2 versi remake diumumkan, rasa skeptis pun meningkat. Bukan tanpa alasan, selain Silent Hill HD Collection yang mengecewakan, rekam jejak Bloober Team juga terbilang kurang konsisten. Namun, game remake ini justru menjadi titik balik bagi serinya, bersama dengan hadirnya Silent Hill f di 2025.
3. Baldur’s Gate 3
Pengumuman Baldur's Gate 3 disambut antusiasme tinggi karena Larian Studios sudah membuktikan diri lewat seri Divinity: Original Sin bahwa mereka mampu membuat game CRPG modern yang berkualitas. Namun, mengingat Baldur's Gate dan Baldur's Gate 2 merupakan game legendaris yang sangat dicintai, standar ekspektasi jadi jauh lebih tinggi. Baldur’s Gate 3 tidak boleh sekadar bagus, melainkan harus luar biasa. Terlebih lagi, sudah puluhan tahun berlalu sejak Baldur's Gate 2 dirilis pada 2000. Untungnya, Baldur's Gate 3 benar-benar istimewa dan tiga tahun setelah rilis, game ini masih terus dimainkan dan diperbincangkan.
4. Death Stranding 2: On the Beach
Death Stranding menjadi salah satu game paling ditunggu-tunggu di 2019, mengingat game itu merupakan game pertama Hideo Kojima setelah ia hengkang dari Konami. Ketika dirilis, game tersebut menuai cukup banyak respons negatif yang menganggap gameplay-nya membosankan dan alur ceritanya sulit dipahami. Kekhawatiran pun muncul ketika Death Stranding 2: On the Beach diumumkan, karena banyak yang takut game ini akan mengulangi kesalahan yang sama. Kabar baiknya, Kojima belajar dari game ini pertama, sehingga game ini mampu menyajikan gameplay yang lebih nyaman dimainkan dan cerita yang lebih mudah diikuti.
5. Crash Bandicoot 4: It’s About Time
Crash Bandicoot 4: It's About Time merupakan judul dengan dua makna sekaligus. Secara harfiah, game ini bercerita soal perjalanan waktu sekaligus menjadi sindiran atas penantian panjang pemain terhadap game anyar di serinya. Setelah Crash Bandicoot: Warped di 1998, serinya sempat diteruskan oleh beberapa game lain, tapi semuanya mendapat respons yang biasa saja. Game baru terakhirnya yaitu N. Sane Trilogy, disambut hangat sebagai game remaster, meski banyak yang ragu apakah penerusnya bisa sesukses itu. Ternyata, It’s About Time berhasil membuktikan bahwa keraguan tersebut salah besar.
6. Deus Ex: Human Revolution
Deus Ex merupakan salah satu game CRPG legendaris yang pertama kali hadir pada 2000, lalu disusul sekuelnya yaitu Deus Ex: Invisible War pada 2003. Keduanya lahir dari studio yang sama yaitu Ion Storm. Sayangnya, studio itu harus tutup pada 2005 setelah dua game mereka dibatalkan. Tanggung jawab seri Deus Ex kemudian diambil alih oleh Eidos-Montreal, meski prosesnya tidak mulus. Setelah penantian panjang, Deus Ex: Human Revolution akhirnya rilis pada 2011 dan berhasil memuaskan para penggemar serinya. Game ini familiar sekaligus fresh, dan tetap setia pada tema cyberpunk yang menjadi ciri khas serinya.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa sekuel game yang kualitasnya melebihi ekspektasi. Pernah memainkan game-game di atas?