7 Sekuel Game yang Hampir Dibuat, Namun Tak Kunjung Jadi

- Prey 2 tidak pernah rilis meski demo menjanjikan kebebasan penuh dalam menjalankan cerita dan misi sampingan.
- StarCraft: Ghost terus ditunda dan gameplay-nya terasa biasa saja, sehingga minat pemain pun memudar.
- Rainbow Six: Patriots berubah arah menjadi Rainbow Six: Siege yang sukses, setelah setengah tim pengembang didepak.
Di sepanjang sejarah industri gaming, selalu ada momen “seandainya” yang biasanya dikenang sebagai peluang yang terlewat tapi di sisi lain, ada juga kasus di mana pemain justru lega sebuah proyek tidak pernah terealisasi. Hal semacam itu paling terlihat di game yang diposisikan sebagai sekuel atau entri baru dari sebuah seri ternama. Ada beberapa ide sekuel yang terdengar luar biasa, tapi tidak sedikit yang mengusung konsep yang begitu buruk sampai sulit dipercaya jika ide tersebut pernah diajukan oleh developer-nya. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.
1. Prey 2
Prey 2 merupakan salah satu sekuel yang paling terkenal karena tidak pernah benar-benar rilis. Game pertamanya sendiri sebenarnya biasa saja, jadi wajar jika banyak yang penasaran bagaimana kualitas game ini nantinya. Demo Prey 2 menampilkan kebebasan penuh dalam menjalankan cerita dan misi sampingan, dengan kemampuan unik dan kualitas visual yang pada masanya terbilang istimewa. Namun semua itu akhirnya hanya jadi catatan sejarah. Game ini berkali-kali dikabarkan batal, hidup lagi, lalu mati lagi. Pada akhirnya, Prey 2 sering dijadikan contoh bagi pemain untuk tidak terlalu berharap banyak kepada game yang belum rilis.
2. StarCraft: Ghost
StarCraft: Ghost hanyalah game third-person shooter garapan Blizzard yang kala itu belum memiliki pengalaman di genre tersebut. Kendati demikian, antusiasme untuk game ini tetap tinggi karena konsep menjelajahi dunia StarCraft dari sudut pandang prajurit di darat dan kesempatan bermain sebagai Terran Ghost terdengar sangat menarik. Sayangnya, game ini terus-menerus ditunda, cuplikan gameplay yang ditampilkan pun terasa biasa saja sehingga kesannya game ini hanya mengandalkan nama besar StarCraft. Kemungkinan game ini dirilis hampir tidak ada dan kebanyakan pemain pun juga sudah tidak peduli.
3. Tom Clancy’s Rainbow Six: Patriots
Tidak seperti game Rainbow Six terkini, Tom Clancy’s Rainbow Six: Patriots memiliki premis menarik di mana pemain memburu teroris di kota New York dan bahkan, pemain dikabarkan bisa merasakan konflik dari kedua sisi, baik sebagai pasukan elit maupun teroris. Konsep “bermain sebagai pihak jahat” di game semacam ini terdengar unik dan sempat membuat hype-nya tinggi. Namun setelah setengah tim pengembang didepak, game ini berubah arah dan lahirlah Rainbow Six: Siege, game yang dianggap mengorbankan hampir semua aspek yang dicintai dari serinya, meski pada akhirnya game tersebut malah jadi yang terlaris di serinya.
4. Legacy of Kain: Dead Sun
Legacy of Kain pernah menjadi salah satu seri game terbaik dan meski Legacy of Kain: Defiance sudah menutup jalan cerita serinya, permintaan pemain untuk game baru masih tinggi. Dari situ lahirlah rencana untuk membuat game baru berjudul Legacy of Kain: Dead Sun, dengan protagonis utama berbeda. Namun sayang, jika dilihat dari cuplikan gameplay-nya, game ini terlihat sangat kasar dengan animasi kaku, desain karakter tidak menarik dan sistem combat yang tidak lebih baik dari game-game Legacy of Kain sebelumnya. Selain itu, game ini kabarnya juga lebih berfokus pada mode multiplayer.
5. Star Wars: Knights of the Old Republic 3
Star Wars: Knights of the Old Republic 3 adalah sekuel yang sebenarnya sangat dibutuhkan. Game keduanya terasa terburu-buru dan belum benar-benar selesai, terutama dari sisi cerita yang berakhir menggantung. Pengembangan game ini sebenarnya sudah mulai disiapkan dengan karakter, misi hingga planet-planetnya sudah direncanakan, tapi pengembangannya malah dibatalkan dan perlahan berubah menjadi Star Wars: The Old Republic. Game MMO itu memang bagus dan memasukkan beberapa elemen cerita Knights of the Old Republic, tapi tetap saja bukan game RPG single-player seperti yang diharapkan pemain.
6. P.T.
P.T. atau Playable Teaser sering disebut sebagai demo game paling ikonik yang pernah ada. Untuk ukuran game pada zamannya, kualitas visualnya tampak realistis dan cara game ini membangun suasana mencekam benar-benar layak diapreasiasi. Di akhir permainan, baru terungkap bahwa game ini sebenarnya adalah teaser untuk game Silent Hill baru yang dibintangi Norman Reedus dan digarap Hideo Kojima. Sayangnya, setelah konflik antara Kojima dan Konami, game yang berpotensi mengubah arah seri Silent Hill ini tidak pernah terwujud. Kojima mungkin akan mencoba menghidupkan kembali jiwa horornya lewat game horor terbarunya, OD.
7. Titanfall 3
Titanfall 2 digambarkan sebagai game yang nyaris sempurna, dengan mode campaign mengesankan dan mode multiplayer seru, meski sebenarnya hanya memoles formula FPS yang sudah ada tanpa benar‑benar membawa terobosan baru. Sayangnya, perilisan yang berdekatan dengan game FPS raksasa seperti Call of Duty dan Battlefield membuat penjualannya kurang maksimal. Hal tersebut mempengaruhi Titanfall 3 yang sempat dikerjakan serius selama sekitar sepuluh bulan sebelum akhirnya dibatalkan dan bertransformasi menjadi Apex Legends, game battle-royale yang berlatar di semesta Titanfall.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa sekuel game yang hampir saja dibuat. Jika ada kesempatan untuk merealisasikan salah satu game di atas, game mana yang akan kamu pilih?



















